Annas Bikin Kagum! Lulus S2 Unesa IPK 4,00, Koleksi 142 HKI—Auto Jadi Inspirasi Anak Muda

- Penulis

Minggu, 22 Maret 2026 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Kisah Annas Solihin ini bisa jadi definisi “no excuse, just do it”. Di tengah segala keterbatasan, ia justru melesat jadi salah satu lulusan terbaik S2 Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada Wisuda Periode 118, awal Februari 2026.

Masuk Fakultas Ilmu Pendidikan, Annas nggak main-main. Ia sukses mengunci gelar magister dengan IPK sempurna: 4,00. Clean sweep!

Tapi perjalanan ke titik ini jauh dari kata mulus. Waktu masih S1 di kampus yang sama, Annas sempat kepepet masalah ekonomi. Alih-alih menyerah atau cuti kuliah, ia malah gas kerja jadi pembina pramuka di tiga sekolah sekaligus. Dari situ, ia kumpulkan biaya buat lanjut S2.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau saat itu saya menyerah, mungkin ceritanya beda. Kesulitan itu cuma minta kita lebih kreatif cari jalan,” kata Annas.

Baca Juga :  Profil Wihaji Wasekjend PP GP Ansor yang Kini Menjabat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga

Masuk S2, ritmenya makin ngebut. Dari semester pertama, ia sudah tancap gas riset tesis. Bahkan, ia berhasil dapat pendanaan dari DPPM BIMA Kemendikti Saintek.

Nggak berhenti di situ, artikel ilmiahnya juga tembus jurnal Scopus Q1 pada Juni 2025—level yang nggak semua mahasiswa bisa capai.

Saking kerennya, Annas sebenarnya punya “jalur cepat” buat lulus tanpa sidang. Tapi ia justru pilih tetap ikut proses lengkap.

“Buat saya, kuliah itu bukan soal cepat lulus, tapi soal tuntas dan pantas,” ujarnya santai tapi dalem.

Produktif Banget: 142 HKI di Tangan!

Kalau soal karya, Annas juga nggak kaleng-kaleng. Sampai sekarang, ia sudah menerbitkan lebih dari 23 artikel jurnal nasional dan internasional. Plus, ia punya 142 Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Gokil!

Baca Juga :  Dari Rasa Ragu Menjadi Prestasi: Kisah Nafhan Gilang Romadan, Siswa SMK yang Tembus 15 Universitas di Indonesia

Namanya makin diperhitungkan di dunia riset pendidikan matematika. Dengan h-index 10 dan skor Sinta 88, pencapaian ini tergolong langka untuk level magister.

Salah satu inovasi paling standout dari Annas adalah pengembangan media pembelajaran berbasis etnopedagogi.

Ia mengangkat budaya lokal Madura—seperti Karapan Sapi—ke dalam pembelajaran matematika. Hasilnya? Materi jadi lebih relate dan dekat dengan kehidupan siswa SD.

Dan plot twist-nya belum selesai. Saat ini, Annas sudah lanjut lagi kuliah lewat program fast track, bahkan sebelum ijazah S2-nya resmi di tangan.

Dari kerja keras, konsistensi, sampai keberanian memilih proses, cerita Annas jelas bukan cuma inspiratif—tapi juga reminder kalau keterbatasan bukan alasan buat berhenti. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti
Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin
Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea
Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia
Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang
Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar
Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Berita ini 23 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB