Biografi Singkat Marsinah dan Perjalanan Panjang Museum Perjuangannya

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tokoh buruh Marsinah (gambar: erakini.id)

Tokoh buruh Marsinah (gambar: erakini.id)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Marsinah merupakan salah satu simbol perjuangan buruh paling dikenal di Indonesia. Ia lahir di Nganjuk, Jawa Timur, pada 10 April 1969 dan bekerja sebagai buruh di PT Catur Putra Surya (CPS), sebuah pabrik arloji di Porong, Sidoarjo.

Pada awal 1993, Marsinah aktif memperjuangkan hak-hak buruh, terutama terkait kenaikan upah yang saat itu belum sesuai ketentuan pemerintah.

Ia dikenal vokal membela rekan-rekannya yang mengalami tekanan setelah melakukan aksi mogok kerja. Keberaniannya membuat nama Marsinah dikenal luas di kalangan pekerja dan aktivis hak asasi manusia.

Namun, perjuangan tersebut berakhir tragis. Setelah sempat hilang selama beberapa hari, Marsinah ditemukan meninggal dunia pada 8 Mei 1993 di wilayah Nganjuk dalam kondisi mengenaskan.

Kasus kematiannya menjadi perhatian nasional dan internasional karena diduga berkaitan dengan perjuangannya membela hak-hak buruh. Hingga kini, kasus tersebut masih dianggap menyisakan tanda tanya besar dalam sejarah penegakan HAM di Indonesia.

Puluhan tahun setelah kematiannya, nama Marsinah tetap dikenang sebagai ikon keberanian kaum pekerja.

Pemerintah kemudian membangun Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangannya.

Museum tersebut menampilkan berbagai barang peninggalan pribadi Marsinah, mulai dari sepeda onthel, seragam kerja, tas, dompet, ijazah, hingga dokumentasi perjalanan hidupnya.

Baca Juga :  Semarang Membara: Demo 29 Agustus Makin Liar Tak Terkendali, Mobil dan Pos Polisi Dibakar

Museum Marsinah diresmikan langsung oleh Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026. Dalam peresmian itu, Prabowo menyebut museum tersebut sebagai simbol perjuangan buruh dan penghormatan bagi keberanian seorang perempuan yang memperjuangkan keadilan sosial bagi pekerja kecil.

Keberadaan museum ini bukan hanya menjadi tempat mengenang Marsinah, tetapi juga pengingat penting tentang sejarah perjuangan buruh di Indonesia.

Hingga kini, nama Marsinah tetap hidup sebagai lambang keberanian melawan ketidakadilan dan pembelaan terhadap hak-hak pekerja. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT
GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik
Patriot Bond Digugat ke MK, Pemerintah Siap Turunkan Tim Ahli Hukum
Mahfud MD Soroti Kasus Febrie: Jangan Sampai Penegakan Hukum Jadi Ajang Kompromi Politik
Sambut HUT RI Ke-81, Karang Taruna Hilimbowo Sulap Lapangan A2CS Jadi Pusat Semangat Kebersamaan
Lagi-Lagi, Pebalap Muda Indonesia Juara! Kiandra Ramadhipa Bikin Indonesia Raya Bergema di Jerman
Bagaimana Jika Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dihukum Mati Saja?
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 08:51 WIB

Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:54 WIB

Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT

Kamis, 16 Juli 2026 - 07:39 WIB

GEMABUDHI Blitar Gelar Puja Uposatha Bulan Gelap di Candi Kalicilik

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:31 WIB

Patriot Bond Digugat ke MK, Pemerintah Siap Turunkan Tim Ahli Hukum

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:47 WIB

Mahfud MD Soroti Kasus Febrie: Jangan Sampai Penegakan Hukum Jadi Ajang Kompromi Politik

Berita Terbaru