Kisah Selebgram Korea Selatan Ayana Moon Jadi Mualaf, Tertarik Belajar Islam dari Usia 7 Th hingga Ditentang Orang Tua

- Penulis

Jumat, 15 November 2024 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Nama Ayana Jihye Moon terdengar semakin akrab di kalangan masyarakat Indonesia. Perempuan asal Korea Selatan ini memutuskan untuk memeluk agama Islam dan menutup auratnya dengan hijab sejak 12 tahun sialm.

Belum lama ini, Ayana menceritakan perjalanan hidupnya menjadi mualaf saat menjadi bintang tamu dalam program Cerita di Balik Hijab.

Ia mengaku mulai tertarik dengan Islam sejak usia tujuh tahun. Hal tersebut muncul karena sang kakek yang berprofesi di bidang politik selalu menceritakan tentang orang Muslim yang ditemuinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya masuk Islam tahun 2012. Waktu saya masih usia tujuh tahun ada perang Iran dan kakek saya kerja dalam bidang politik. Jadi, beliau harus ke Amerika dan pulang ke Korea begitu. Setiap beliau datang ke rumah saya, beliau selalu cerita tentang Islam,” ujar Ayana, dikutip dari kanal YouTube TRANS TV Official, Selasa (12/11/2024).

“Orang Muslim pakai hijab, pakai niqab, tidak makan babi. Jadi, mungkin dalam mata kakek saya itu aneh banget. Tapi saya penasaran kenapa mereka begitu? Kenapa mereka menutup aurat? Tidak makan babi?” sambungnya.

Baca Juga :  Ini Profil Gus Rozin, Ketua PWNU Jateng Masa Khidmat 2024-2029 yang Dilantik Hari ini

Perempuan 28 tahun ini mengaku belajar budaya Timur Tengah selama 9 tahun karena ingin mendalami agama Islam.

“Jadi saya penasaran saya belajar tentang budaya Islam, budaya Timur Tengah selama 9 tahun. Saya mau belajar Islam lebih dalam. Jadi, saya memutuskan untuk masuk Islam,” ujar Ayana.

Orang tua tidak setuju dengan keputusan Ayana menjadi mualaf

Namun, perjalanan Ayana menjadi mualaf ternyata bukan hal mudah. Ia mengatakan orang tuanya tidak setuju dengan keputusan tersebut. Hal ini membuatnya harus mencari uang sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidup saat belajar di Malaysia.

“Itu waktu saya ke Malaysia, saya harus cari uang sendiri. Orang tua saya tidak support saya. Jadi, saya miskin waktu itu. Jadi, saya harus buat semuanya dari nol,” tutur Ayana.

Meski begitu, Ayana mengatakan hal yang dialaminya itu adalah ujian dari Allah SWT. Ia pun banyak belajar dari proses tersebut.

Baca Juga :  Jadi Anggota DPR Termuda, Begini Profil Singkat Annisa Mahesa yang Berparas Cantik!

“Waktu itu memang susah, tapi saya pikir itu ujian dari Allah SWT dan saya belajar banyak hal dari proses tersebut. Jadi, saya hanya terima kasih itu saja,” ungkap Ayana.

Ayana mengatakan orang tuanya tidak suka dengan agama Islam karena mereka ateis. Tak hanya itu, ia mengungkap bahwa ternyata banyak orang Korea yang masih berprasangka buruk tentang Islam.

“Memang orang tua saya tidak suka pada agama saya karena orang tuanya ateis. Mereka tidak punya agama. Waktu itu saya sudah top student, saya memang anak pintar, bukan hanya di sekolah tapi di kota saya, dan juga orang tua saya yakin, saya bisa sukses berjaya di Korea,” jelas Ayana.

“Tapi di Korea masih banyak orang yang punya prasangka buruk tentang Islam. Jadi, orang tua saya berpikir bagaimana anak kami bisa tinggal di Korea sebagai Muslim gitu. Jadi, mereka tidak suka,” sambungnya. (Red)

Sumber: hibunda.com

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti
Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin
Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea
Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia
Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang
Bocah Purworejo Ini Siap Terbang ke Jerman! Jago Matematika Berkat Metode Jari Aljabar
Jadikan Prestasi sebagai Kompas, Danisha Resmi Pimpin IPM Ranting MTs Muhammadiyah 20 Menongo
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
Berita ini 32 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WIB

4,65 Detik dan Emas Pertama Robby: Saat Mental Berubah, Prestasi Mengikuti

Rabu, 9 September 2026 - 07:39 WIB

Hong Kong Berduka, Tung Chee-hwa Meninggal Dunia: Dari Taipan Kapal ke Kursi Pemimpin

Minggu, 30 Agustus 2026 - 10:19 WIB

Farhan, Anak Sopir Truk yang Tak Takut Bermimpi: Lulus ITB dengan IPK 3,98 dan Raih Beasiswa S2 ke Korea

Kamis, 27 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Jonatan Christie, Sang Pewaris Takhta Taufik Hidayat: 26 Tahun Kemudian, Indonesia Punya Nomor 1 Dunia

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Kisah Nathan: Remaja 18 Tahun Pecahkan Rekor Profesor Termuda Dunia, Rekor 306 Tahun Tumbang

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB