Inilah Jejak Emas Dalang Maestro Ki Anom Suroto yang Tak Lekang oleh Zaman

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 10:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Nama Ki Anom Suroto bukan sekadar dikenal di dunia wayang, tapi juga di hati para pecinta seni budaya Jawa.

Dalang legendaris asal Sukoharjo ini telah mengabdikan hidupnya untuk menjaga nyala tradisi lewat sabetan dan sulukan yang selalu menggetarkan penonton.

Lahir di Desa Makamhaji, Sukoharjo, Ki Anom tumbuh di lingkungan seniman wayang. Sejak muda, ia sudah akrab dengan suara gamelan, aroma minyak kelapa di kelir, dan kisah epik Mahabharata yang kelak jadi napas hidupnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bakat dalangnya menonjol sejak usia belasan tahun dan terus menanjak hingga menjadi salah satu ikon wayang kulit Indonesia.

Baca Juga :  Anong Wihendra (Aa Anong) Rilis Album “Aku Sayang Kamu”, Hadirkan Pop Slow Penuh Perasaan

Kariernya melejit pada era 1980–1990-an. Saat itu, nama Ki Anom identik dengan pertunjukan wayang yang selalu ramai penonton, baik di alun-alun, hajatan, hingga pentas nasional.

Suaranya khas, narasinya lembut tapi tegas, dan kemampuannya memadukan humor dengan pesan moral membuat setiap lakon terasa hidup.

Tak hanya sebagai dalang, Ki Anom juga dikenal sebagai pembaharu. Ia berani memadukan wayang klasik dengan sentuhan modern tanpa kehilangan ruhnya.

Gaya pementasannya inspiratif bagi banyak dalang muda, termasuk anaknya sendiri, Ki Seno Nugroho (alm), yang sempat melanjutkan jejak sang ayah.

Baca Juga :  China Resmi Luncurkan Internet 10G, Kecepatannya Bikin Geleng-Geleng!

Sepanjang kariernya, Ki Anom Suroto telah menorehkan berbagai penghargaan dan tampil di panggung bergengsi, baik di dalam maupun luar negeri.

Ia sering mewakili Indonesia dalam festival budaya internasional, memperkenalkan wayang sebagai warisan dunia yang sarat filosofi.

Kini, sang maestro telah berpulang. Namun, warisan karyanya abadi. Dari setiap sabetan tokoh Pandawa hingga syair suluk lirih di tengah malam, nama Ki Anom Suroto akan terus hidup dalam setiap hati penikmat wayang.

Selamat jalan, Ki. Dunia boleh kehilangan sosokmu, tapi semangatmu tak akan pernah padam. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 31 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB