Specta Banget! Cara OMK Warak Jawab Kegelisahan Gen Z Lewat Turnamen Futsal

- Penulis

Senin, 13 Oktober 2025 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SLEMAN — Pernahkah kamu merasa berada di tengah keramaian, tapi tetap merasa sendirian? Pernahkah kamu merindukan sebuah tempat di mana kamu bisa menjadi dirimu sendiri, tanpa topeng, tanpa jaim?

Di era pasca-pandemi yang serba terhubung secara digital namun seringkali terasa renggang secara emosional, perasaan ini mungkin sudah menjadi sahabat karib bagi banyak dari kita.

Kegelisahan inilah yang dirasakan oleh sekelompok anak muda di Sleman, dan mereka memutuskan untuk tidak hanya diam. Mereka bergerak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kisah ini berawal dari Orang Muda Katolik (OMK) Santo Petrus Warak. Seperti banyak komunitas anak muda lainnya, mereka menghadapi sebuah tantangan besar: bagaimana membuat komunitas tetap relevan dan menjadi magnet di saat dunia digital menawarkan ribuan distraksi lain?

Dari obrolan-obrolan santai, muncullah sebuah refleksi yang mendalam. Mereka gelisah melihat teman-teman sebaya yang perlahan menarik diri, lebih memilih interaksi di layar gawai ketimbang perjumpaan tatap muka.

Alih-alih menyalahkan keadaan, mereka justru bertanya ke dalam: “Sudahkah kita menciptakan ruang yang benar-benar mereka butuhkan?”

Dari Kegelisahan Menjadi Sebuah Gerakan

Mikael Maria Ansera, yang kemudian didapuk menjadi Ketua Panitia, menceritakan proses lahirnya ide ini.

“Ini bukan proyek instan. Ini adalah buah dari keprihatinan kami bersama. Kami melihat ada gap antara apa yang komunitas tawarkan dengan apa yang sebenarnya dicari oleh anak muda sekarang. Kami butuh sebuah ‘rumah’ baru,” tuturnya.

Konsep “rumah” ini menjadi kata kunci. Rumah bukanlah sekadar tempat pertemuan rutin yang kaku. Rumah adalah ekosistem di mana setiap individu merasa aman untuk bertumbuh, di mana setiap talenta, sekecil apa pun, mendapat panggungnya.

Baca Juga :  Puisi: Benih Cahaya yang Tak Sadar

Rumah adalah tempat di mana kita bisa “Mengenali Diri, Menyuarakan Asa, dan Melangkah Bersama”. Tiga frasa inilah yang akhirnya diangkat menjadi tema besar dari gerakan yang mereka namai Specta.

“Specta itu singkatan dari Spectare, bahasa Latin yang artinya melihat atau menyaksikan. Harapannya, acara ini menjadi momen di mana kita bisa saling menyaksikan talenta teman-teman kita, dan dunia bisa menyaksikan bahwa anak muda itu punya energi positif yang luar biasa,” jelas Mikael.

Babak Pertama: Lapangan Futsal Sebagai Teras Rumah

Untuk membangun rumah, mereka memulai dari “teras depan”—sebuah tempat yang paling mudah diakses dan paling seru untuk berkumpul: lapangan futsal. Maka, digelarlah “Specta Futsal Competition” sebagai acara pembuka.

Selama dua akhir pekan, pada 4-5 dan 11 Oktober 2025, arena Bedjo Futsal di Sleman berubah menjadi lebih dari sekadar arena olahraga. Ia menjadi saksi bisu terjalinnya kembali koneksi yang sempat renggang.

Sebanyak 14 tim dari 12 paroki dan 2 stasi di Kevikepan Yogyakarta Barat ikut serta. Di atas lapangan, tensi pertandingan memang tinggi. Tekel keras dan adu strategi tak terhindarkan.

Namun, pemandangan paling mengharukan justru terjadi di luar garis lapangan. Pemain dari tim yang berbeda, yang mungkin lima menit sebelumnya saling sikut, kini bisa duduk bersebelahan, berbagi botol minum, dan tertawa bersama.

Para suporter yang datang dari berbagai penjuru, tidak hanya meneriakkan yel-yel untuk timnya, tapi juga memberi tepuk tangan untuk gol indah dari tim lawan.

“Di momen itulah kami merasa konsep ‘rumah’ ini benar-benar hidup. Persaingan ada, tapi persaudaraan jauh lebih besar. Itu yang paling mahal,” kata Mikael.

Baca Juga :  Apakah Semua Orang Butuh iPhone?

Setelah melalui laga-laga yang ketat, OMK Paroki Santo Yohanes Paulus II Brayut berhasil keluar sebagai juara pertama, disusul oleh OMK Paroki Santo Yakobus Klodran sebagai juara kedua, dan OMK Paroki Theresia Lisieux Boro di posisi ketiga. Namun, piala yang mereka angkat seolah menjadi simbol kemenangan bagi semua yang hadir.

Rumah dengan Banyak Pintu: Merangkul Semua Talenta

Gerakan Specta tidak berhenti di lapangan hijau. Panitia sadar betul bahwa talenta anak muda itu berwarna-warni. Ada yang jago menggocek bola, ada yang piawai melukis, dan ada pula yang ahli strategi di dunia maya. Rumah yang ideal harus punya banyak pintu masuk untuk setiap minat yang berbeda.

Karena itulah, rangkaian Specta berlanjut. Pada 19 Oktober 2025, akan ada panggung bagi mereka yang berekspresi lewat visual melalui Lomba Melukis.

Di hari yang sama, dunia digital pun dirangkul lewat Kompetisi E-sports Mobile Legends. Ini adalah sebuah pesan kuat: tidak ada talenta yang lebih superior dari yang lain. Semua punya tempat, semua berharga.

Puncak dari semua energi, kreativitas, dan kebersamaan ini akan ditutup dengan momen reflektif dalam Ekaristi Kaum Muda (EKM) pada 26 Oktober. Sebuah momen untuk bersama-sama mengucap syukur atas “rumah” yang telah mereka bangun kembali.

Kisah Specta dari OMK Warak ini lebih dari sekadar laporan kegiatan. Ini adalah cerminan dari sebuah generasi yang menolak untuk pasif.

Mereka menunjukkan bahwa saat dihadapkan pada kegelisahan, jawaban terbaik adalah menciptakan solusi bersama. Mereka mengajarkan kita bahwa komunitas terkuat bukanlah yang paling banyak anggotanya, melainkan yang paling terasa seperti rumah. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB