Dari Medan Laga ke Ruang Kelas: Perjuangan Seorang Pahlawan Muslim Rusia dari Tyumen

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, MOSKOW — Di sela-sela acara Konferensi Teologi di Moskow, saya berkesempatan berkenalan dengan Rustam Syaifullin, pria berusia 42 tahun dengan medali “Pahlawan Federasi Rusia” atas jasanya dalam operasi militer khusus (SVO) di Ukraina.

Lelaki Muslim dari etnis Tatar ini adalah potret nyata kesetiaan yang dalam. Lahir di desa Vagay, wilayah Tyumen, pada 1983, jalan hidupnya telah mengarah pada pengabdian militer sejak dini.

Lulusan terbaik SMA yang kemudian lulus dengan pujian dari Sekolah Komando Teknik Militer Tinggi Tyumen (TVVIKU) ini memulai kariernya dari posisi paling bawah di Republik Chechen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari komandan peleton, ia beranjak naik hingga menjadi komandan resimen pembersih ranjau.

Bagi Rustam, perang bukanlah soal kebencian, melainkan tentang kewajiban sebagai warga negara dan sebagai muslim. Ketika Operasi Militer Khusus (SVO) dimulai pada 24 Februari 2022, ia adalah salah satu yang pertama berangkat ke front.

Kepemimpinan di Tengah Kobaran Peluru

Perjuangan Rustam di medan tempur diwarnai oleh dua insiden yang menunjukkan ketabahan dan kepemimpinannya yang luar biasa.

Baca Juga :  Kolaborasi, Ratusan Volunteer Green Heroes of Serang dan Trash Ranger Banten Sapu Bersih Alun-alun Kota Serang

Pada suatu misi pemulihan penyeberangan, ia terkena tembakan mortir dan menerima luka serius. Namun, setelah dirawat, ia memilih kembali ke resimennya.

Ujian terberat datang pada 2 Maret 2022. Saat memimpin pembangunan penyeberangan di Sungai Desna, unitnya dihujani mortir. Rustam mengalami gegar otak dan luka pecahan peluru.

Namun, yang terjadi selanjutnya adalah bukti keteguhan hatinya. Musuh terus membombardir lokasi untuk menggagalkan operasi. Dalam sebuah serangan mengerikan, Rustam kehilangan satu kakinya dan mengalami luka parah di kaki satunya.

Dalam kondisi kritis dan tersiksa rasa sakit, Letnan Kolonel Saifullin menolak untuk menyerah. Dari tempatnya terbaring, ia terus memberikan perintah kepada anak buahnya, memastikan bahwa misi penyeberangan tetap dapat diselesaikan tepat waktu.

Kepemimpinan dalam keadaan sekarat inilah yang kemudian membuatnya dianugerahi gelar tertinggi.

Atas keberanian dan heroismenya, Presiden Rusia menganugerahinya gelar Pahlawan Federasi Rusia pada musim panas 2022. Medali “Bintang Emas” secara hormat disematkan oleh Menteri Pertahanan Sergei Shoigu langsung di rumah sakit.

Baca Juga :  Mendaki Gunung: Berpegang Prinsip 'Leave No Trace' Sebagai Tanggung Jawab Kita pada Alam

Pulih dan Mengabdi Kembali untuk Negeri

Proses penyembuhan yang panjang dijalaninya dengan semangat yang sama seperti di medan perang.

“Mereka [keluarga] adalah motivasi utama saya untuk pulih. Senyum anak-anak saya, kesabaran istri, itulah yang menguatkan saya,” tuturnya.

Setelah menyelesaikan perawatan, tawaran untuk menjabat sebagai Wakil Kepala almamaternya, TVVIKU, diterimanya. Kini, Rustam Syaifuddin telah kembali ke kampus yang dulu mencetaknya, bukan sebagai prajurit, tetapi sebagai pengajar.

Dari komandan resimen di garis depan, ia kini menjadi komandan di ruang kelas, mendidik generasi penerus perwira Rusia.

Perjuangannya telah bergeser dari membela penyeberangan sungai di Desna kepada membangun jembatan pengetahuan dan karakter bagi para taruna.

Rustam Syaifuddin membuktikan bahwa jiwa kepahlawanan tidak pernah padam, ia hanya bertransformasi, terus mengabdi untuk Rusia yang dicintainya dengan cara yang baru. (Red)

Koresponden: Amy Maulana

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:56 WIB

Profil Tiyo Ardianto: Dari Jalur Paket C hingga Jadi Suara Kritis Mahasiswa UGM

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Berita Terbaru