Demak Geger! Bupati Digrudug Buruh, Mereka Protes Saking Banyaknya Tenaga Kerja Asing di Jateng Land

- Penulis

Jumat, 12 September 2025 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Baru-baru ini, suasana di Kabupaten Demak memanas. Buruh lokal mendatangi kantor Bupati dan DPRD setempat menuntut perhatian karena banyaknya tenaga kerja asing yang menurut mereka menggeser kesempatan kerja bagi masyarakat Demak — khususnya di kawasan industri Jateng Land.

Dilansir beritajateng.id, Ketua Serikat Pekerja Demak, Poyo Widodo, dalam audisensi Rabu (3/9) menegaskan bahwa pemerintah harus memprioritaskan tenaga lokal.

Ia menyebut bahwa banyak warga Demak yang belum bekerja, sementara perusahaan-perusahaan asing di Jateng Land diketahui menggaji tenaga asing jauh di atas Upah Minimum Kabupaten (UMK). Kondisi itu memicu ketidakadilan menurut buruh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerind) Kabupaten Demak memperlihatkan bahwa per Agustus 2025, terdapat sekitar 543 tenaga asing yang bekerja di berbagai perusahaan di Kabupaten Demak.

Jumlah perusahaan di Jateng Land saat ini sekitar 24 perusahaan, dan Pemkab Demak menargetkan agar total perusahaan mencapai 36 pada tahun 2026. Ini dikhawatirkan memperluas peluang tenaga kerja asing makin banyak masuk.

Baca Juga :  Di Gereja Kristen Jawa Ngaliyan, FKUB Kecamatan Ngaliyan Gelar Dialog Sikapi Pilkada 2024

Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Demak melalui Bupati Eisti’anah menyatakan akan melakukan evaluasi terkait banyaknya tenaga kerja asing di kawasan industri tersebut.

Pemerintah juga membuka kemungkinan menetapkan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) untuk sektor-sektor tertentu agar keadilan upah lebih jelas antara tenaga lokal dan asing. (lingkarjateng.id).

Sikap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pihak Terkait

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi belum memberikan pernyataan langsung yang sama kuat seperti di tingkat Kabupaten Demak dalam publikasi yang berhasil ditelusuri saat ini terkait jumlah tenaga asing di Jateng Land.

Tidak ada data resmi provinsi yang mengecam atau memprotes dengan nada politik kuat; fokus provinsi lebih kepada kebijakan ketenagakerjaan secara umum, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal, sertifikasi, pelatihan, dan aturan pengawasan ketenagakerjaan.

Misalnya, Disnakertrans Jateng pernah menggandeng DPRD untuk memperkuat sistem informasi lapangan kerja dan menyarankan agar platform seperti e-Makaryo dipakai agar transparansi dan akuntabilitas penggunaan tenaga kerja asing bisa diawasi.

Baca Juga :  Beasiswa Kemitraan Indonesia 2025: Peluang Emas Buat Dosen yang Mau Doktoran ke Luar Negeri!

Dalam diskusi publik, ada keluhan bahwa penggunaan tenaga kerja asing tidak selalu sesuai aturan – tapi belum ada konfirmasi detail dari provinsi terkait jumlahnya atau upaya sanksi tegas dalam kasus Demak ini.

Kesimpulan

Isu banyaknya tenaga kerja asing di Demak — terutama di kawasan industri Jateng Land — telah menjadi bahan protes buruh karena dirasa merugikan tenaga lokal dalam hal kesempatan kerja dan upah.

Pemkab Demak menyadari masalah ini dan sudah menunjukkan keseriusan dengan membuka dialog, mengevaluasi kondisi, serta mempertimbangkan kebijakan seperti UMSK.

Sementara Pemprov Jateng meski belum mengeluarkan pernyataan yang sama keras, tampaknya lebih fokus ke kebijakan ketenagakerjaan lebih luas, pengembangan kompetensi tenaga kerja, dan pengawasan aturan.

Publik masih menunggu bagaimana tindak lanjut kebijakan – apakah regulasi tegas dibuat supaya perusahaan asing yang beroperasi di Demak harus menggaji setara, memprioritaskan tenaga lokal, atau adanya sanksi jika melanggar aturan ketenagakerjaan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bikin Kecewa, Gak Pernah Muncul Saat Demo Mahasiswa!
Grebeg Pakujoyo Meriahkan Perayaan Tahun Baru Islam di Gayamsari
Hi, Warga Semarang! New Pasar Maling Kini Kembali Buka di Pasar Johar
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:09 WIB

Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:07 WIB

Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB