Mencegah Provokasi: Hoaks dan Urgensi Pendidikan Pancasila

- Penulis

Selasa, 9 September 2025 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Nuzhatul Zakauha Alya, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta/ dok. pribadi

Nuzhatul Zakauha Alya, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta/ dok. pribadi

Oleh: Nuzhatul Zakauha Alya*)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Perkembangan media digital yang begitu cepat menghadirkan tantangan baru bagi masyarakat. Informasi kini beredar dengan sangat deras, sering tanpa verifikasi, sehingga memicu lahirnya hoaks, ujaran kebencian, hingga provokasi isu SARA dan politik.

Kebiasaan sebagian masyarakat yang spontan bereaksi tanpa mengecek kebenaran berita semakin memperparah kondisi ini. Akibatnya, ujaran kebencian merebak dan perpecahan sosial sulit dihindari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Survei Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (2024) menunjukkan tingkat literasi hoaks masyarakat Indonesia masih berada di level sedang, yakni 68 persen.

Artinya, kesadaran untuk membedakan fakta dan informasi palsu belum optimal. Padahal, hoaks sering dikemas dengan narasi berlebihan yang membuat emosi publik mudah tersulut.

Baca Juga :  Guest Talk Lecturer Series Bahas Dakwah Bijak di Era Digital: Menyelaraskan Syiar, Etika, dan Hukum di Media Sosial

Di titik inilah Pancasila berperan penting. Nilai persatuan dan gotong royong yang terkandung di dalamnya dapat menjadi benteng agar masyarakat tidak gampang terprovokasi.

Namun, nilai-nilai itu tidak cukup hanya dihafal. Generasi muda perlu menginternalisasikannya dalam praktik literasi digital dan etika bermedia.

Seperti disampaikan Anggara (2025) dalam Jurnal Pendidikan Tambusai, pendidikan Pancasila harus terus ditanamkan agar generasi muda mampu beradaptasi dengan era digital sekaligus menjaga kerukunan.

Dengan begitu, Pancasila tidak hanya menjadi simbol, melainkan pedoman hidup yang relevan di tengah derasnya arus informasi.

Hal ini karena pendidikan dan pemahaman yang mendalam tentang Pancasila menjadi sangat penting agar generasi muda dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan digital.

Baca Juga :  Jempolmu Menentukan Masa Depan Demokrasi: Mengapa Literasi Digital Kini Jadi Bekal Wajib Warga Negara?

Dengan berkembangnya media sosial, platform daring, dan teknologi komunikasi, Pancasila harus diinternalisasikan untuk menjaga kerukunan dan solidaritas di masyarakat.

Dari pernyataan tersebut, Pancasila bukan hanya sekedar hafalan tetapi nilai-nilai yang terkandung harus diimplementasikan dalam keterampilan literasi digital dan etika bermedia agar tidak mudah terprovokasi.

Pada akhirnya, literasi digital yang dipadukan dengan pendidikan Pancasila akan melahirkan generasi yang bijak bermedia sekaligus berkarakter kebangsaan. (Red)

*) Nuzhatul Zakauha Alya, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG
Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai
Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan
Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia
Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja
Palu Arit dan Bulan Bintang: Jalan Sunyi Sang Bolsyewik Mengawinkan Dua Poros Besar
Di Balik Tenda Pengungsian, Ada Rasa Aman yang Harus Dijaga
Menjaga Gunung Ungaran, Menimbang Masa Depan Energi Kabupaten Semarang
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Menghemat Anggaran, Menekan Food Waste: Kantin Sekolah adalah Jalan Tengah MBG

Jumat, 18 September 2026 - 18:53 WIB

Filosofi “Haha-Hihi” Purbaya: Belajar Tenang di Tengah Badai

Kamis, 17 September 2026 - 08:25 WIB

Membaca dan Memahami: Jalan Menuju Keselamatan

Kamis, 10 September 2026 - 07:34 WIB

Membaca Nalar Logis Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 282/PUU-XXIII/2025: Lembaga Negara Tidak Memiliki Perasaan Seperti Manusia

Selasa, 8 September 2026 - 08:49 WIB

Profesionalisme: Seni Beradaptasi di Lingkungan Kerja

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB