Benchmarking Internasional: FH Unwahas Gaspol Tingkatkan Kurikulum Bareng Hanoi Law University

- Penulis

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, HANOI, VIETNAM — Fakultas Hukum Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang lagi serius banget nih soal upgrade kualitas akademik.

Nggak tanggung-tanggung, mereka terbang langsung ke Vietnam buat ngelakuin benchmarking kurikulum dan penjaminan mutu di Hanoi Law University, Jumat (29/8/2025).

Misi mereka jelas: bikin pendidikan hukum di Unwahas makin kompetitif di level global. Soalnya, dunia hukum sekarang udah nggak bisa lagi cuma mikirin level lokal, tapi juga harus nyambung sama standar internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rombongan Unwahas dipimpin Dekan FH, Dr. M. Shidqon Prabowo, SH., MH, bareng jajaran pimpinan, dosen, bagian akademik, dan Unit Penjaminan Mutu.

Begitu sampai, mereka langsung disambut hangat sama pimpinan Hanoi Law University—kampus hukum top dan legendaris di Vietnam.

Ngobrolnya nggak main-main, bahas soal desain kurikulum berbasis kompetensi, Outcome-Based Education (OBE), sampai cara menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi di dunia hukum.

Baca Juga :  Jalin Kolaborasi dengan Firmly Law Firm, FH Unwahas Sukses Gelar FGD dan Eksaminasi Hukum

“Kami sadar banget tantangan hukum ke depan makin kompleks. Karena itu, kurikulum dan sistem mutu di Unwahas harus bisa nyambung ke standar global. Benchmarking di Hanoi kasih banyak inspirasi buat langkah ke depan,” kata Dr. Shidqon.

Fokus Utama Benchmarking

Ada tiga poin besar yang jadi fokus tim Unwahas selama di Hanoi:

  1. Kurikulum Hukum Adaptif – Belajar dari Hanoi Law University soal kurikulum yang balance antara teori, skill praktis, dan isu-isu kekinian kayak hukum lingkungan, perdagangan internasional, sampai cyber law.
  2. Penjaminan Mutu Akademik – Ngulik soal standar akreditasi, evaluasi dosen-mahasiswa, plus sistem continuous improvement yang udah jalan di sana.
  3. Kolaborasi Internasional – Mulai buka peluang pertukaran dosen & mahasiswa, riset bareng, publikasi internasional, sampai bikin seminar dan konferensi bareng.

Menurut Dr. Nanang Nur Kholis dari Kantor Urusan Internasional, langkah ini memang bagian dari roadmap internasionalisasi Unwahas. Targetnya? Bikin lulusan hukum yang nggak cuma jago di dalam negeri, tapi juga punya daya saing global.

Baca Juga :  Cek Pemeringkatan Times Higher Education (THE) World University Ranking (WUR) 2025, Unair Surabaya Diposisi Kedua Nasional

“Kerja sama lintas negara ini bukan cuma soal akademik, tapi juga langkah buat mencetak sarjana hukum profesional, berintegritas, dan siap bersaing secara global,” tambah Dr. Nanang.

Sementara itu, Assoc. Prof. Dr. Phan Thi Lan Huong dari Hanoi Law University bilang kolaborasi kayak gini penting buat bikin jaringan akademik Asia Tenggara makin solid.

Kampus mereka sendiri punya lebih dari 10 ribu mahasiswa, dari S1 sampai S3, dan udah lama aktif kerja sama dengan universitas-universitas top dunia.

Dengan benchmarking ini, FH Unwahas berharap bisa bawa pulang banyak insight baru buat upgrade sistem pendidikan, riset, sampai pengabdian masyarakat.

Ujungnya, Unwahas pengin jadi kampus hukum yang bukan cuma diperhitungkan di Indonesia, tapi juga punya gaung di level internasional. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB