Lawan Hegemoni Dolar, Indonesia & China Gaspol Uji Coba QRIS Lintas Negara

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi bendera Tiongkok-Indonesia/ pinterest

Ilustrasi bendera Tiongkok-Indonesia/ pinterest

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Indonesia dan China lagi-lagi bikin gebrakan! Dua negara anggota BRICS ini resmi ngejalanin uji coba sistem pembayaran lintas batas pakai kode QR. Tujuannya? Satu: biar nggak melulu bergantung sama dolar Amerika Serikat (AS).

Bank Indonesia (BI) barengan dengan Bank Rakyat China alias People’s Bank of China (PBOC) udah mulai ngegas pilot project yang memungkinkan QR Code Indonesian Standard (QRIS) dipakai di Negeri Tirai Bambu. Jadi bayangin aja, orang Indonesia bisa bayar di China cukup scan QRIS dari HP, begitu juga sebaliknya.

Baca Juga :  Akhirnya Perang Kamboja vs Thailand Berakhir, Diplomasi Jadi Solusi?

Kerennya lagi, transaksi ini bisa langsung pakai mata uang lokal—rupiah dan yuan—tanpa perlu ribet lewat dolar AS dulu. Praktis, efisien, dan pastinya lebih murah buat semua pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Buat yang belum ngeh, QRIS sendiri adalah sistem pembayaran digital bikinan Indonesia yang simpel banget: tinggal scan kode QR, transaksi langsung beres.

Nah, kabar baiknya, China udah kasih lampu hijau buat implementasi QRIS di sana. Kalau uji cobanya mulus, siap-siap aja, ke depan turis, konsumen, sampai pelaku bisnis di dua negara bisa pakai sistem ini dengan lebih leluasa.

Baca Juga :  China Buka Pasar Kopi untuk Brasil, Hindari Tarif Tinggi AS?

Langkah ini dianggap game-changer dalam perdagangan internasional. Soalnya, model pembayaran lintas batas berbasis QR ini bisa ngasih keuntungan gede, terutama buat pelaku B2B (business to business) dan UKM. Bayangin ekspor-impor jadi lebih gampang tanpa drama kurs dolar.

Duit rupiah dan yuan makin pede, dolar makin tersisih—apakah ini awal babak baru dominasi mata uang dunia? Kita tunggu aja gebrakan selanjutnya! (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB
BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Berita ini 15 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:49 WIB

Netanyahu Naik Podium, Delegasi Indonesia Pilih Walk Out dari Sidang PBB

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB