Prabu Duryudana, Raja Tanpa Wahyu

- Penulis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 00:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Prabu Duryudana, tokoh pewayangan. (Gambar: pinterest)

Prabu Duryudana, tokoh pewayangan. (Gambar: pinterest)

SUARAMUDA.NET, SEMARANG — Di tanah Astina yang megah, bertahta Prabu Duryudana—raja yang dulu dielu-elukan sebagian rakyatnya. Saat ia naik takhta, banyak yang percaya ia akan membawa kemakmuran. Janjinya manis, katanya ia akan menjaga rakyat seperti menjaga darah daging sendiri.

Namun waktu membongkar watak sejati. Kebijakan Prabu Duryudana mulai tidak berpihak pada rakyat. Rakyat jelata diperas tenaganya.

Pajak tanah dinaikkan, bongkar pasang punggawa kerajaan semaunya, dan ketika rakyat bersuara, ia malah menatap mereka dengan senyum congkak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika kalian tak suka titahku, berkumpullah di alun-alun! Bawa ribuan orang, aku tidak gentar!” ujarnya dengan nada pongah, seperti Arimbi menantang raksasa di tengah perang.

Baca Juga :  Melvyn Mak: di Indonesia dan Di manapun, Karakteristik Gen Z Sama !

Tantangan itu dijawab. Dari pelosok Kurusetra, rakyat berbondong-bondong ke alun-alun Hastinapura. Genderang ditabuh, teriakan “Lengserkan Duryudana!” membahana.

Mereka yang dulu memilihnya kini berdiri di barisan yang sama: menuntut sang raja turun dari singgasana.

Namun Duryudana bersikukuh. Ia berdalih bahwa dirinya sah naik tahta lewat restu sidang agung para Kurawa. Ia lupa satu hal penting: dalam dunia pewayangan, sah secara hukum belum tentu sah secara wahyu.

Wahyu Keprabon—restu ilahi yang membuat titah raja dihormati—hanya akan bertahan selama ia setia pada rakyatnya. Dan kini wahyu itu sudah terbang meninggalkannya, mencari tuan baru yang lebih layak.

Tanpa wahyu, seorang raja hanyalah boneka di kursi emas. Para ksatria mulai ragu melaksanakan perintahnya, para patih berbisik-bisik di balik layar.

Baca Juga :  ARA Tour and Travel Ajak Masyarakat Umroh dengan Beragam Pilihan Paket Menarik. Berikut Jadwal Hingga Akhir Desember

Negeri Astina pun goyah, karena rakyat tak lagi memandangnya sebagai pemimpin, melainkan sebagai penguasa yang memaksa duduk di takhta yang tak lagi menjadi miliknya.

Sejarah pewayangan mencatat, raja yang kehilangan wahyu akan berakhir tragis. Ia bisa jatuh karena perang besar seperti Baratayuda, atau tersingkir oleh gelombang rakyat yang tak terbendung. Dan Duryudana—meski masih bertakhta—sebenarnya sudah tumbang sejak hari ketika rakyat menarik mandatnya.

Karena dalam tatanan sejati, tahta adalah titipan, dan ketika pemiliknya meminta kembali, menahan diri untuk melepaskannya hanya akan mengundang murka para dewa. (Red)

Penulis: Ali Achmadi, Praktisi Pendidikan, Pemerhati Masalah Sosial, Tinggal di Pati

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Berita ini 9 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB