Politeknik Indonusa Surakarta Dorong Pemberdayaan Perempuan Purwosari Lewat Produk Herbal Lokal di Lahan Terbatas dan Pemukiman Padat Penduduk

- Penulis

Senin, 11 Agustus 2025 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SURAKARTA — Tim Dosen Politeknik Indonusa Surakarta melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Transformasi Kesehatan dan Ekonomi: Pemberdayaan Kelompok Wanita Harmoni Mondokan Purwosari Melalui Inovasi Produk Herbal Lokal”.

Program ini berlangsung selama tiga bulan, mulai Juni hingga Agustus 2025, dengan serangkaian kegiatan edukasi dan pendampingan yang bertujuan memperkuat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini dibagi menjadi tiga sesi utama. Sesi pertama, Penanaman dan Budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Lahan Terbatas, dilaksanakan pada Minggu (8/6/2025) di Kampung Harmoni, Mondokan, Purwosari, Laweyan, Surakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Materi disampaikan oleh Aptika Oktaviana Trisna Dewi, M.Si, dan diikuti 15 anggota Kelompok Wanita Harmoni. Peserta dibekali teknik bercocok tanam di lahan sempit, pemilihan bibit unggul, hingga perawatan tanaman agar hasilnya optimal.

Sesi kedua, Pengolahan Produk Herbal Lokal, digelar pada Minggu (13/7/2025) di lokasi yang sama. Dipandu oleh Ketua Tim Pengabdian, Yulita Maulani, S.Tr.Kes., M.Kes, peserta mempelajari proses pengolahan tanaman herbal menjadi produk bernilai jual seperti teh herbal, minuman kesehatan, dan simplisia kering.

Baca Juga :  Pelajar Sukoharjo Bersuara: Ruang Pahlawan Kekinian Siap Bongkar Isu, Gagasan, dan Kritik Gen Z

“Pengolahan yang tepat tidak hanya menjaga khasiat, tetapi juga meningkatkan daya tarik konsumen,” jelas Yulita dalam pemaparannya.

Sesi ketiga, yang menjadi puncak kegiatan, dilaksanakan pada Minggu (10/8/2025) dengan topik Packaging, Branding, dan Pemasaran Produk.

Narasumber Sri Wulandari, S.Si., MM., M.Kom membimbing peserta memahami pentingnya kemasan yang menarik, identitas merek, serta strategi pemasaran, baik secara konvensional maupun digital.

Ketua Kelompok Wanita Harmoni, Kusmiyati, mengapresiasi kegiatan ini. “Kami merasa sangat terbantu. Selama ini kami punya potensi besar, tapi belum tahu bagaimana mengelolanya. Dengan pelatihan ini, kami jadi tahu cara menanam, mengolah, mengemas, dan memasarkan produk herbal. Harapan kami, usaha ini bisa menambah penghasilan dan membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.

Program ini merupakan salah satu bentuk komitmen Politeknik Indonusa Surakarta untuk berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Melalui pendekatan Transformasi Kesehatan dan Ekonomi, tim dosen tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung dan pendampingan berkelanjutan.

Baca Juga :  Di Ajang Grand Islamic Nursing Festival 2024, MAN 1 Sumedang Borong Beragam Prestasi Luar Biasa

“Pemberdayaan perempuan bukan hanya soal meningkatkan pendapatan, tapi juga memberi mereka keterampilan yang relevan, rasa percaya diri, dan jaringan pemasaran yang luas. Dengan potensi herbal lokal yang melimpah, kami optimis Kelompok Wanita Harmoni dapat mandiri secara ekonomi sekaligus menjaga kesehatan keluarga,” tegas Yulita Maulani.

Diharapkan, hasil dari program ini tidak berhenti di tahap pelatihan saja. Peserta didorong untuk mengembangkan usaha secara konsisten, mengajak lebih banyak anggota kelompok, dan memperluas pasar.

Tim pengabdian juga berencana melakukan pendampingan lanjutan serta membantu promosi produk melalui berbagai platform digital.

Program ini juga mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia melalui Program Pengabdian dan Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak positif yang lebih luas dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi kampus dan masyarakat, Politeknik Indonusa Surakarta membuktikan bahwa inovasi berbasis kearifan lokal mampu menjadi motor penggerak ekonomi, sekaligus menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bikin Kecewa, Gak Pernah Muncul Saat Demo Mahasiswa!
Grebeg Pakujoyo Meriahkan Perayaan Tahun Baru Islam di Gayamsari
Hi, Warga Semarang! New Pasar Maling Kini Kembali Buka di Pasar Johar
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:09 WIB

Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:07 WIB

Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB