BUMD Pemprov Jateng Serap 30 Ribu Ton Garam dari Petambak Lokal, Siap Swasembada?

- Penulis

Kamis, 26 Juni 2025 - 08:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, PATI — Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jateng PT SPJT secara rutin menyerap produksi garam dari petambak lokal Kabupaten Pati untuk memenuhi produksi. Total potensi serapan mencapai 30.000 ton per tahun.

Perseroan Terbatas kependekan dari Sarana Pembangunan Jawa Tengah itu resmi memulai operasional pabrik garam untuk industri pada Juni 2025 atau tiga bulan setelah Gubernur Ahmad Luthfi menjabat.

Memiliki pabrik dengan luas 2,5 hektare, SPJT mampu memproduksi 25.000 ton per tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Daerah Pemprov Jateng, Sumarno, mengatakan, Pati menjadi daerah penghasil garam terbesar kedua di Indonesia setelah Madura.

Jumlahnya mencapai 150 ribu ton per tahun. Namun kualitas yang biasa atau tak memenuhi stabdar Natrium Klorida (NAcl) untuk garam industri.

Guna meningkatkan NaCl maka garam dari petani perlu dioleh lagi oleh pabrik, sehingga sesuai standar yang dibutuhkan industri.

Garam sangat dibutuhkan banyak industri, seperti pakan ternak, kosmetik, farmasi dan tskstil.

Maka, Pabrik Gatam Industri SPJT menerima garam krosok dari petani dan mengolahnya, sehingga kadar NaCl minimum 97%.

Baca Juga :  Mengenal Tradisi "Open Punden" di Temanggung, Mampukah Dongkrak Wisata Umbul Jumprit?

“Pabrik garam industri SPJT ini bagian dari hilirisasi pengolahan garam. Meningkatkan nilai tambah, peningkatan suplai kebutuhan dan petambak garam menikmati hasil,” kata Sumarno usai peresmian operasional pabrik garam Industri PT SPJT di desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Selasa 24 Juni 2025.

Melihat tingginya produksi garam di Pati, Pemprov mendorong edukasi pada petambak agar terus meningkatkan kualitas hasil produksinya.

Peningkatan Nacl bakal memudahkan keterserapan garam ke industti lainnya, seperti komestik dengan persentase mencapai 99%.

Hal lain yang ia tekankan, adanya pabrik garam industri SPJT maka akan ikut menjaga stabilitas harga garam hinggal level petambak. “Salah satu yang diharapkan adalah kepastian harga,” ujarnya.

Dirut PT SPJT, Untung Juanto, mengatakan, saat ini kebutuhan garam di tingkat nasional mencapai 4,9 juta ton setahun. Namun produksi baru terpenuhi 2,04 juta ton.

Maka sisanya harus dipenuhi dari keran impor. Untuk mengurangi impor dan mewujudkan swasmbada pangan nasional sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025, Pemprov ikut meningkatkan produksi garam.

Baca Juga :  Daftar Segera! LP Ma'arif Jateng Kolab dengan Sekolah Nasima Semarang Buka Beasiswa English Capacity Building

“Kapasitas produksi 25 ribu ton per tahun atau 2 ribu ton per bulan. Kadar NaCl 97 persen dan kadar air 0,5 persen. Pabrik garam Pati berpotensi menyerap 30 ribu ton dan yang diserap 100 persen dari petambak lokal di Pati,” kata Untung.

Pembangunan pabrik dilakukan secara swakelola oleh PT SPJT Konstruksi. Untuk mensin, lanjutnya, diproduksi perusahaan anak bangsa.

Sementara bahan bakar menggunakan gas cng diproduksi JPEN guna mendukung industri hijau dan produksi dalam negeri.

Terkait pemasaran hasil priduksi, PT SPJT telah menggandeng 21 perusahaan. Masing-masing menyatakan minat dan total kebutuhan 21 perusahaan mencapai 1.500 ton per bulan.

Salah satu petambak asal Batangan, Joko Senawi, mengaku senang dengan hadirnya pabrik garam industri SPJT.

Alasannya, lebih mudah menjual garam dan harga stabil 1.600 per kg nya. Dalam setahun atau 6 bulan musim panas, ia bisa memproduksi 130 ton dengan kadar NaCl 94 persen.

“Ya senang, harganya tinggi dan stabil,” katanya. (*)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 11 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB