Soal Banjir Rob Demak, Wagub Jateng: Penanganan Banjir Pesisir Harus Menyeluruh Lintas Wilayah

- Penulis

Senin, 16 Juni 2025 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, DEMAK — Diperkirakan lebih dari 100 ribu warga Nahdliyin memadati jalur Pantura Sayung, Kabupaten Demak, Ahad (15/6/2025), dalam sebuah istighotsah besar yang digelar sebagai ikhtiar spiritual menolak bencana banjir dan rob yang semakin meluas.

Hadir dalam doa bersama itu Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Doddy Hanggodo, serta jajaran tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Demak.

Istighotsah yang dilangsungkan di ruas jalan pesisir utara Jawa ini menjadi simbol perlawanan warga terhadap krisis banjir rob yang telah melanda sejumlah kecamatan, terutama Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin menyampaikan bahwa pemerintah pusat merespons serius problem ini dengan rencana memperpanjang pembangunan tanggul laut (giant sea wall) dari sebelumnya hanya 10 kilometer menjadi 20 kilometer.

Perluasan ini berada di luar tanggul sepanjang 6,7 kilometer yang telah dibangun terintegrasi dengan Tol Semarang–Demak Seksi I (Kaligawe–Sayung).

Baca Juga :  Alhamdulillah! 358 siswa SMA/SMK di Temanggung Dapat Beasiswa dari Baznas

“Penambahan tanggul laut ini dirancang dari wilayah Demak hingga Jepara. Kami juga telah berdiskusi dengan kalangan akademisi untuk mendapatkan solusi komprehensif atas persoalan ini,” jelasnya.

Gus Yasin menegaskan, penanganan rob dan banjir pesisir tidak bisa hanya difokuskan di Sayung, tetapi harus menyeluruh lintas wilayah.

Oleh karena itu, sembari menanti pembangunan jangka panjang dari pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus melakukan langkah-langkah jangka pendek dan menengah.

Di antaranya adalah pengerukan sedimentasi sungai, pompanisasi, pemeriksaan kesehatan gratis melalui Program Speling, bantuan pangan, dan penanaman mangrove.

Sementara itu, Menteri PUPR Doddy Hanggodo menjelaskan bahwa proyek tanggul laut merupakan bagian dari program nasional yang akan dibangun dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur sesuai arahan Presiden Republik Indonesia.

“Prioritas pembangunan akan difokuskan pada wilayah-wilayah yang paling terdampak abrasi parah seperti Jakarta, Semarang, Pekalongan, Demak, hingga Jepara. Prosesnya memerlukan tahapan mulai dari penganggaran hingga pembentukan Badan Otorita khusus. Mohon doa dan kesabaran masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wagub Taj Yasin Dukung Program Sekolah Rakyat

Pelaksana Harian (Plh) Bupati Demak, Muhammad Badruddin, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa kehadirannya sebagai bentuk empati dan komitmen pemerintah daerah dalam mendampingi masyarakat menghadapi krisis rob.

Ia mengapresiasi peran PCNU Demak dan seluruh elemen masyarakat yang tetap menjaga spirit gotong royong dan terus berdoa untuk keselamatan daerah.

“Kami akan terus berikhtiar secara lahir dan batin demi mencari solusi jangka panjang atas bencana ini,” tegasnya.

Ketua Tanfidziyah PCNU Demak, KH Muhammad Aminuddin Mashudi, menyampaikan bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap perhatian dan langkah nyata dari pemerintah.

Ia berharap ikhtiar spiritual yang dilakukan melalui istighotsah dapat menjadi bagian dari penyelesaian persoalan yang terus berulang ini.

“Empat kecamatan pesisir yang terdampak rob sangat berharap penanganan yang serius dan berkelanjutan dari pemerintah. Kami akan terus berdoa dan mengawal,” pungkasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Limbah Jadi Cuan, Yayasan Kiblat Cetak Pemuda Disabilitas Sukoharjo Jadi Wirausahawan Seni Ekologis
Dulu Dukung Luthfi Jadi Gubernur, Kini Petani Kendal Protes dan Kecewa Gegara Konflik Lahan
Harlah ke-60, Yayasan Silahul Ulum Siapkan Momentum Besar di Kampus Ibu Kota Jawa Tengah
Karena Aspal Tak Kunjung Datang, Warga Blora Pilih Tanam Pisang di Tengah Jalan
Sentuhan Magis Pemuda Disabilitas Sukoharjo, Ubah Limbah Kertas Jadi Topeng Wayang Bernilai Ekonomi
Perkuat Gerakan Tabungan Kurban, Masjid At Taqwa Sidorejo Batang Salurkan 934 Paket Daging Kurban
Akselerasi Ekonomi Hijau Inklusif, Disabilitas Sukoharjo Sulap Limbah Jadi Cuan
“Seribu Pintu” Dibuka! LOFF 2026 Siap Sulap Semarang Jadi Kota Film Kelas Dunia
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:43 WIB

Dari Limbah Jadi Cuan, Yayasan Kiblat Cetak Pemuda Disabilitas Sukoharjo Jadi Wirausahawan Seni Ekologis

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:47 WIB

Dulu Dukung Luthfi Jadi Gubernur, Kini Petani Kendal Protes dan Kecewa Gegara Konflik Lahan

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:29 WIB

Harlah ke-60, Yayasan Silahul Ulum Siapkan Momentum Besar di Kampus Ibu Kota Jawa Tengah

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:05 WIB

Karena Aspal Tak Kunjung Datang, Warga Blora Pilih Tanam Pisang di Tengah Jalan

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:28 WIB

Sentuhan Magis Pemuda Disabilitas Sukoharjo, Ubah Limbah Kertas Jadi Topeng Wayang Bernilai Ekonomi

Berita Terbaru