100 Hari Kerja Luthfi-Yasin Program “Speling” Dikabarkan Jadi Andalan Warga Jateng, Benarkah?

- Penulis

Minggu, 25 Mei 2025 - 08:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG – Jelang 100 Hari Kerja Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Program Speling disebut menjadi primadona bagi warga desa.

Seperti dalam rilis yang diterima suaramuda.net, Program Spelling (Dokter Spesialis Keliling) ini sangat memudahkan masyarakat mengakses layanan kesehatan.

Masyarakat cukup membawa KTP untuk mengikuti program ini. Sedangkan, program ini juga gratis alias tak dipungut biaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Program ini dikatakan seperti layanan kesehatan jemput bola. Jadi, jika sebelumnya warga harus ke rumah sakit yang jaraknya cukup jauh maka kini tinggal datang ke titik-titik layanan, salah satunya kantor Balai Desa.

Jangkau 2 Juta Warga Jateng?

Program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin yang diluncurkan pada 4 Maret 2025 juga dikabarkan telah menjangkau sekitar 2 juta orang penduduk Jawa Tengah.

Jumlah tersebut bahkan menjadi yang terbesar untuk jumlah cek kesehatan gratis (CKG) se-Indonesia. Artinya, program Speling ini benar-benar menyentuh lapisan masyarakat paling bawah.

Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh masyarakat pun beragam. Mulai dari Tuberkulosis (TBC), deteksi kanker serviks, pemeriksaan kesehatan jiwa, pemeriksaan kusta, serta pemeriksaan ibu hamil.

Baca Juga :  Rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Grogol, Menguatkan Spirit Keagamaan dan Kebersamaan

Efektivitas role model program layanan kesehatan ini juga telah mendapatkan apresiasi dari masyarakat, tenaga medis hingga Menteri Kesehatan.

Hal itu katena dinilai sangat membantu meningkatkan kualitas kesehatan warga Jawa Tengah.

Apalagi sasaran utama Speling dalam jangka pendek adalah warga di 70 desa kategori miskin di 35 Kabupaten/kota.

Rata-rata 100 orang di setiap desa dengan faktor resiko CA serviks, TBC hingga kehamilan dengan resiko tinggi.

Pengakuan Sejumlah Warga

Sejumlah warga yang merasakan langsung layanan Speling dengan terang-terangan ingin kegiatan ini selalu ada di dekat rumah-rumah mereka.

Sela Karainina Putri, warga Desa Karanggondang Pailus, Kecamatan Mlonggo Kabupaten Jepara, misalnya, mengaku senang usai pemeriksaan janin di kandungannya.

“Jika biasanya di bidan bayar Rp50 ribu, ini gratis. Lumayan bisa ngirit, uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan yang lain,” lanjut Sela.

Sementara Nur Wanti, warga Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar menyatakan hal yang sama.

Ia melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker leher rahim melalui IVA test. “Saya periksa IVA test. Cek deteksi dini kanker leher rahim tadi,” kata perempuan 37 tahun itu.

Baca Juga :  Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan SMAN Keberbakatan Olahraga Jateng, Siap Gembleng Atlet Potensial

“Kegiatan ini perlu dilanjutkan ke depannya. Periksa kesehatan tidak bayar. Harapannya seperti itu,” kata Sumarsono, warga Bulurejo lainnya.

Tanggapan Gubernur

Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan ada dua keuntungan yang diperoleh warga dengan memanfaatkan program Speling.

Pertama, jarak balai desa yang dekat dengan tempat tinggal, sehingga lebih irit waktu. Kedua, cukup bawa KTP, maka layanan kesehatan gratis bisa langsung dilakukan.

Dengan didukung dokter spesialis dari tujuh rumah sakit milik provinsi, Dinas Kesehatan, dan rumah sakit swasta, maka warga tidak harus pergi ke Puskesmas atau rumah sakit yang jaraknya bisa jadi jauh dari rumah.

“Sudah 2 juta (orang) lebih. Ini terbesar se-Indonesia, bahkan Menteri Kesehatan mengapresiasi kegiatan kita. Ini untuk menunjang program pemeriksaan kesehatan gratis, sebagaimana perintah Presiden,” kata Luthfi, usai mengecek Program Speling di Kantor Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari, Kabupaten Boyolali pertengahan Mei lalu. (*)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 23 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB