Begini Perkembangan Soal Polemik Ijazah Jokowi, Makin Seru?

- Penulis

Kamis, 15 Mei 2025 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar/ ilustrasi: democrazy news

Gambar/ ilustrasi: democrazy news

SUARAMUDA, SEMARANG — Hingga saat ini, polemik terkait keaslian ijazah S1 milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masih terus bergulir.

Polemik itu pun belum menemukan titik terang, yang bisa membuat publik lega. Meski demikian, langkah hukum, mulai dari gugatan hingga laporan polisi dari berbagai pihak juga telah dilakukan dan masih terus berproses.

Di sisi lain, sejumlah pihak mulai ikut bersuara terkait polemik keaslian ijazah Jokowi tersebut. Termasuk, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melansir hasil rangkuman CNNIndonesia.com berikut update terbaru terkait polemik ijazah Jokowi.

Sentilan Megawati
Megawati menyinggung polemik dugaan ijazah palsu yang tengah ramai baru-baru ini saat memberikan sambutandi acara peluncuran buku ‘Pengantar Pemahaman Konsepsi Dasar Sekitar Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI)’ di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Jakarta Pusat, Rabu (14/5).

Dalam kesempatan itu, Mega tak menyinggung langsung nama Jokowi. Namun, dia menantang agar pihak yang sedang digugat, tak perlu ragu menunjukkan ijazahnya jika asli.

Orang banyak kok sekarang gonjang-ganjing urusan ijazah, bener opo enggak? Ya kok susah amat ya, kan kalau di ijazah betul gitu, kasih aja, ‘ini ijazah saya’ gitu loh,” kata Mega.

Kesaksian Kasmudjo
Kasmudjo, dosen pembimbing akademik Jokowi membeberkan isi obrolan dengan mantan mahasiswanya. Diketahui, Jokowi mengunjungi Kasmudjo di kediamannya pada Selasa (13/5) lalu.

Kasmudjo menyebut ini adalah pertemuan mereka pertama setelah sekian tahun. Jokowi datang ke rumahnya kemarin pagi dan keduanya berbincang selama kurang lebih 45 menit.

Baca Juga :  Ketum PDIP, Megawati: Demokrasi Terancam Mati Akibat Kekuatan Halalkan Segala Cara

Selama itu pula, Kasmudjo mengklaim Jokowi juga tak membawa topik menyangkut polemik ijazah sarjana Fakultas Kehutanan yang dikeluarkan oleh UGM.

Kasmudjo juga menyebut dirinya sama sekali tak tahu menahu perihal ijazah sarjana Jokowi yang belakangan ramai disorot dan dituding palsu. Ia turut meluruskan bahwa dirinya bukanlah dosen pembimbing skripsi Jokowi.

“Mengenai ijazah, saya paling tidak bisa cerita karena saya tidak membimbing (skripsi), tidak mengetahui, tidak ada prosesnya, karena pembimbingnya itu Prof. Sumitro. Pembantunya dan yang nguji ada sendiri, jadi kalau mengenai (tuduhan) ijazah sampai palsu itu saya tidak bisa sama sekali cerita,” kata Kasmudjo saat ditemui di kediamannya, Pogung, Mlati, Sleman, DIY, Rabu (14/5) sore.

“Dan saya sama sekali belum pernah melihat ijazahnya itu seperti apa, ya saya mau ngomong apa,” sambung Kasmudjo.

Dalam obrolan itu, kata dia, Jokowi juga disebut tak menyinggung soal gugatan yang belakangan dilayangkan ke Pengadilan Negeri Sleman dan masih terkait polemik ijazah.

Kasmudjo diketahui masuk dalam salah satu daftar tergugat bersama rektor, empat wakil rektor, serta dekan juga kepala Perpustakaan Fakultas Kehutanan UGM.

Kasmudjo pun menegaskan bahwa kunjungan Jokowi ke kediamannya hanya sebatas urusan silaturahmi. Sebab, mantan wali Kota Solo itu memang pernah berjanji untuk mampir ke rumah Kasmudjo.

Mediasi buntu
Di sisi lain, mediasi gugatan terkait keaslian ijazah Jokowi di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta pada Rabu kemarin gagal mencapai kata sepakat dan berakhir buntu.

Mediasi ketiga ini dipimpin oleh oleh mediator non-hakim seorang guru besar Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Adi Sulistyono. Muhammad Taufiq selaku penggugat absen karena sedang mengajar di salah satu universitas di Semarang.

Baca Juga :  Savic Ali Bicara Kisah dan Perjuangan Gus Dur Dihadapan 2.635 Mahasiswa Orientasi UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Jokowi juga lagi-lagi absen di sidang mediasi yang ketiga ini. Ia diwakili kuasa hukumnya, YB Irpan. Selain Jokowi, Rektor UGM, Ova Emilia berhalangan hadir. Sedangkan tergugat lainnya, KPU Surakarta, SMA Negeri 6 Surakarta, dihadiri oleh prinsipal masing-masing.

YB Irpan menegaskan pihaknya tidak akan memenuhi permintaan Taufiq, yaitu agar Jokowi menunjukkan ijazahnya kepada publik.

“Penggugat melalui kuasa hukumnya dan Tergugat 1 (Jokowi) melalui kuasa hukumnya telah menyatakan bahwa untuk penyelesaian sengketa melalui mediasi dinyatakan deadlock,” kata YB Irpan usai sidang.

Irpan juga memastikan kliennya tidak akan menempuh jalan damai dalam menghadapi gugatan Taufiq.

“Tergugat Satu (Jokowi) sudah menutup pintu untuk damai. Karena kami punya keyakinan atas keabsahan ijazah Pak Jokowi,” kata dia.

Dengan buntunya mediasi tersebut, Irpan menyebut pihaknya tidak akan menghadiri mediasi selanjutnya. Mereka menginginkan agar perkara ijazah ini dilanjutkan dengan proses persidangan oleh hakim.

“Karena kami sama sekali tidak akan pernah mau memenuhi, kami akan beri kesempatan dalam persidangan pemeriksaan pokok perkara supaya penggugat leluasa membuktikan dalih gugatannya bahwa ijazah Pak Jokowi palsu,” kata dia.

Sementara itu, Kuasa Hukum Taufiq, Andika Dian Prasetya mengatakan kliennya masih membuka diri untuk kompromi. Namun, pihaknya tetap mengajukan sejumlah syarat yang dianggap penting.

“Tapi kalau dari Pak Jokowi dari kemarin sudah bilang kalau deadlock, dan ingin segera melanjutkan (persidangan pokok perkara),” kata dia. (Red)

Sumber: CNNIndonesia.com

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Gandeng APRI, Bupati Aceh Selatan Komit Usulkan WPR Tahun 2026
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Berita Terbaru