Ketum PDIP, Megawati: Demokrasi Terancam Mati Akibat Kekuatan Halalkan Segala Cara

- Penulis

Kamis, 28 November 2024 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar video Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri

Tangkapan layar video Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG — Menyorot kekalahan Andika Perkasa-Hendrar Prihadi (Hendi) dalam kontestasi Pilgub Jateng, dan beberapa wilayah lainnya, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri buka suara.

Megawati menyebut demokrasi terancam mati akibat kekuatan yang menghalalkan segala cara.

“Demokrasi kini terancam mati akibat kekuatan yang menghalalkan segala cara. Kekuatan ini mampu menggunakan sumber daya dan alat-alat negara,” ujar Megawati dalam keterangan video, sebagaimana dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (27/11/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal ini nampak di beberapa wilayah yang saya amati terus menerus seperti Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatra Utara, hingga Sulawesi Utara dan berbagai provinsi lainnya,” imbuhnya.

Megawati menyebut dirinya mendapatkan laporan masifnya penggunaan penjabat kepala daerah hingga mutasi aparatur kepolisian demi tujuan politik elektoral di Jawa Tengah.

Baca Juga :  KPU Jateng Umumkan Lembaga Pemantau dan Lembaga Survey Terakreditasi untuk Pilgub Jateng 2024

Ini tidak boleh dibiarkan lagi, mengingat Mahkamah Konstitusi telah mengambil keputusan penting bahwa aparatur negara yang tidak netral, bisa dipidanakan,” tuturnya.

Menurut Megawati, Jateng bukan hanya kandang banteng, tetapi juga tempat tumbuhnya gagasan nasionalisme dan patriotisme. Selain itu, ia juga menilai partainya tidak akan kalah jika Pilkada dilakukan secara “fair, jujur, dan berkeadilan.”

Tangkapan layar hasil perhitungan cepat Pilgub Jateng 2024/ dok istimewa

Ia menuding situasi di mana segala sesuatu bisa dimobilisasi oleh kekuasaan menyebabkan terjadinya pembungkaman.

“Apa yang terjadi saat ini sudah di luar batas-batas kepatutan etika, moral dan hati nurani,” kata Presiden RI ke-5 ini.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh simpatisan, anggota dan kader PDIP serta seluruh rakyat Indonesia untuk tidak takut menyuarakan kebenaran.

Ajak Melawan!

Baca Juga :  Bambang Pacul Khawatirkan 'Cawe-cawe' Prabowo di Pilgub Jateng

Megawati menyatakan PDIP tidak akan menyerah usai kalah di kandang banteng. Ia menyebut PDIP akan melakukan perlawanan secara terukur dalam koridor hukum.

Megawati menyatakan ada beberapa poin yang akan dilakukan pihaknya. Pertama adalah menjaga dan mengamankan setiap suara rakyat dengan sebaik-baiknya.

Kedua, mengumpulkan setiap bukti intimidasi aparatur negara, terutama juga politik uang. PDIP juga akan mengumpulkan ketidak-netralan penjabat kepala daerah, dan juga tekanan yang diberikan kepada kepala desa.

Ketiga, ia akan mengumpulkan berbagai bukti yang menunjukkan mobilisasi bansos yang dilakukan secara masif dan praktik-praktik politik uang yang terjadi.

Keempat, PDIP akan mengumpulkan berbagai fakta penghadangan, seperti yang terjadi di daerah Banten yang menyebabkan ketidakadilan.

“Kelima, terus galang kekuatan rakyat agar berani menyuarakan kebenaran,” pungkasnya. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Ngebut Masuk Panggung AI Dunia, Siap Ikut Tentukan Aturan Main Global
DPC GMNI Situbondo Kawal Raperda Trantibum Linmas, Soroti Kepastian Hukum dan Partisipasi Publik
Megawati Bakal Kukuhkan Masady Manggeng Masuk Pimpinan Pusat GNTI, Siap Kawal Kepentingan Nelayan Indonesia
Nobar di Dua Titik Jakarta, YPSP Ajak Warga Perkuat Solidaritas untuk Palestina
Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!
Forum Pemred Semprot Hotman Paris, Respons ke Wartawan Dinilai Arogan dan Tak Profesional
GovLine Soroti Pergeseran Kendali Perkara Febrie Adriansyah dan Pentingnya Transparansi Penegakan Hukum
Seleksi BCKS 2026 Digelar di Tapaktuan, 71 Guru dari 5 Kabupaten di Aceh Ikuti Ujian CAT
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 09:00 WIB

Indonesia Ngebut Masuk Panggung AI Dunia, Siap Ikut Tentukan Aturan Main Global

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:58 WIB

DPC GMNI Situbondo Kawal Raperda Trantibum Linmas, Soroti Kepastian Hukum dan Partisipasi Publik

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:38 WIB

Megawati Bakal Kukuhkan Masady Manggeng Masuk Pimpinan Pusat GNTI, Siap Kawal Kepentingan Nelayan Indonesia

Senin, 20 Juli 2026 - 21:42 WIB

Nobar di Dua Titik Jakarta, YPSP Ajak Warga Perkuat Solidaritas untuk Palestina

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

Selamat! Akhirnya Spanyol Juara!

Berita Terbaru

LINTAS AKADEMIKA

Mengapa Profesor China Kunjungi Fakultas Teknik ITB?

Selasa, 21 Jul 2026 - 08:14 WIB