Megawati Bakal Kukuhkan Masady Manggeng Masuk Pimpinan Pusat GNTI, Siap Kawal Kepentingan Nelayan Indonesia

"Politisi PDI Perjuangan asal Aceh Barat Daya ini dipercaya bergabung dalam jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia dan menegaskan komitmennya memperjuangkan kesejahteraan nelayan serta pembangunan maritim nasional."

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, MEULABOH — Politisi PDI Perjuangan asal Aceh Barat Daya, Masady Manggeng, resmi dipercaya menjadi bagian dari jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia (PP-GNTI).

Pengukuhan tersebut akan dilakukan langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, dalam pelantikan Pengurus Badan dan Sayap Pusat Partai di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

Masady menjadi salah satu tokoh yang dipercaya mengemban amanah untuk memperkuat organisasi sayap PDI Perjuangan yang selama ini fokus memperjuangkan kepentingan nelayan, petani, dan masyarakat pesisir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelantikan tersebut mengacu pada Surat Undangan DPP PDI Perjuangan Nomor 1303/IN/DPP/VII/2026 tertanggal 17 Juli 2026 yang ditandatangani Ketua DPP Andreas Hugo Pareira dan Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto.

Dalam lampiran surat itu, nama Masady Manggeng tercantum sebagai salah satu pengurus PP-GNTI yang akan dikukuhkan.

Masady mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Menurutnya, jabatan tersebut bukan sekadar posisi organisasi, melainkan amanah untuk memastikan aspirasi nelayan benar-benar mendapat ruang dalam setiap proses penyusunan kebijakan.

“Ini bukan sekadar kepercayaan organisasi, tetapi amanah untuk memastikan suara nelayan benar-benar hadir dalam setiap proses perumusan kebijakan. PP-GNTI harus menjadi organisasi yang mengawal kepentingan nelayan, memperjuangkan hak-haknya, sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat pesisir,” ujarnya.

Ia menilai Indonesia sebagai negara kepulauan harus menjadikan sektor kelautan dan perikanan sebagai prioritas pembangunan nasional.

Baca Juga :  Usai Meet Up Prabowo-Mega, Akankah PDIP Bakal Gabung dalam Pemerintahan?

“Nelayan bukan sekadar profesi. Mereka adalah garda terdepan kemakmuran dan kedaulatan bangsa. Nelayan menjaga laut Indonesia, menyediakan sumber pangan, sekaligus menjaga kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, hingga wilayah perbatasan,” tegasnya.

Karena itu, menurut Masady, negara harus menghadirkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada nelayan melalui sistem yang mampu menjamin kesejahteraan mereka secara berkelanjutan, bukan sekadar bantuan sesaat.

Berangkat dari Aktivis Kelautan

Penunjukan Masady dinilai selaras dengan rekam jejaknya yang panjang di bidang kepemimpinan, kemaritiman, dan politik kerakyatan.

Alumni SMK Negeri 2 Meulaboh Jurusan Teknik Gambar Bangunan Tahun 2004 itu mulai aktif memimpin sejak menjadi Ketua OSIS pada periode 2002–2003.

Saat melanjutkan studi di Universitas Riau, ia dipercaya menjadi Ketua Umum Badan Otorita Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Riau.

Kiprahnya kemudian berlanjut di tingkat nasional sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan Indonesia (HIMITEKINDO) periode 2007–2009.

Di bawah kepemimpinannya, HIMITEKINDO aktif menggelar forum ilmiah, advokasi kebijakan, hingga penguatan sumber daya manusia kelautan yang melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Masady juga tercatat sebagai Ketua Panitia Pendirian sekaligus Kongres Pertama Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (ISKINDO), organisasi profesi yang menghimpun akademisi dan praktisi bidang kelautan.

Pada 2014, ia menjadi salah satu deklarator Forum Maritim Hebat (FMH). Lewat program Blusukan 1.000 Pulau, organisasi tersebut menyerap aspirasi masyarakat pesisir sekaligus memetakan berbagai persoalan yang dihadapi nelayan di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Tembak Gamma, Aipda Robig Langgar HAM: Berikut Pasal-pasal yang Dilanggar!

Pengalaman itu membawanya dipercaya menjadi Komite Bidang Kemaritiman DPP PDI Perjuangan periode 2014–2019 yang berkontribusi dalam penyusunan gagasan strategis partai mengenai pembangunan sektor kelautan dan ekonomi maritim.

Sebagai kader partai, Masady juga merupakan alumni Diklat Kader Pratama PDI Perjuangan Jakarta Timur. Ia kemudian maju sebagai Calon Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Aceh II pada Pemilu 2024.

Meski belum berhasil melenggang ke Senayan, Masady tetap aktif memperjuangkan isu perlindungan nelayan, pembangunan kawasan pesisir, ketahanan pangan, serta penguatan ekonomi maritim melalui berbagai organisasi dan advokasi kebijakan.

Siap Kawal Kepentingan Nelayan

Masady menegaskan PP-GNTI harus menjadi organisasi yang benar-benar hadir di tengah masyarakat dan mampu menjembatani kepentingan nelayan dengan pemerintah.

“Nelayan tidak membutuhkan belas kasihan, tetapi membutuhkan kebijakan yang adil, akses terhadap sarana produksi, perlindungan yang memadai, dan kepastian kesejahteraan. PP-GNTI harus menjadi jembatan antara aspirasi nelayan dengan negara, sekaligus menjadi mitra yang kritis dan konstruktif,” katanya.

Ia berharap pelantikan jajaran Pimpinan Pusat PP-GNTI menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke daerah, sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menghadirkan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan nelayan, petani, dan masyarakat pesisir.

Menurutnya, cita-cita Indonesia sebagai negara maritim yang kuat hanya bisa terwujud apabila nelayan Indonesia hidup berdaulat, mandiri, dan sejahtera. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB