Pancasila dan Kritik Atas Kebijakan yang Tak Pro Rakyat

- Penulis

Jumat, 21 Maret 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Muhammad Darojat Al-Farras

Muhammad Darojat Al-Farras

SUARAMUDA, SEMARANG — Praktis hampir 80 tahun yang lalu Indonesia merdeka dari tangan para penjajah. Selama itu pula Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mengalami pasang surut kondisi bangsa yang berubah-ubah.

Tata politik pemerintah menjadi pengaruh kuat di seluruh sektor persendian negara mulai dari sektor ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, kesehatan, hukum, sumber daya alam, dan masih banyak lagi.

Ada pula banyak bentuk-bentuk regulasi yang disahkan atau dihapus sesuai kebutuhan zaman, atau lebih tepatnya sesuai kebutuhan penguasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam beberapa kasus di awal 2025, misalnya, beragam kebijakan cenderung berseberangan dengan kemauan publik.

Kasus mulai efisiensi anggaran, kebijakan gas 3 kg, hinggu RUU TNI yang akhirnya disahkan sangat menyedot perhatian publik.

Situasi demonstrasi #Indonesiagelap oleh mahasiswa dan rakyat/ sumber gambar; pinterest

Maka tak heran jika muncul fenomena unik berupa naiknya hastag #KaburAjaDulu di platform-platform media sosial dan sempat menjadi trend nomor satu di platform X.

Baca Juga :  Bijak di Dunia Maya, Hebat di Dunia Nyata

Pada konten yang di viral itu, umumnya anak muda lebih memilih untuk bekerja atau bersekolah di luar negeri dalam rangka untuk mencari penghidupan yang lebih terjamin daripada Indonesia.

Di sisi lain, hastag #KaburAjaDulu paling tidak dijadikan kritik pedas atas dinamika sosial politik yang selalu buntu, dan membuat kekecewaan publik.

Lantas, apakah kondisi Indonesia memang seburuk itu untuk saat ini?

Seperti yang kita ketahui bersama, situasi sosial, ekonomi dan politik belakangan ini memang nampak tak baik-baik saja.

Raut muram publik dan mahasiswa atas kebijakan yang anti rakyat membuktikan bahwa pemerintah gagal dalam memaknai substansi nilai-nilai Pancasila.

Pancasila seharusnya berperan penting untuk membangun dan memupuk rasa cinta serta peduli dengan tanah air, sehingga urgen untuk digalakkan kembali.

Baca Juga :  Pendidikan Pancasila dan Upaya Membangun Karakter Bangsa

Tak hanya bagi siswa, Pancasila bahkan wajib dipahami kembali oleh mereka yang saat ini sedang duduk di kursi eksekutif maupun legislatif.

Artinya, internalisasi nilai Pancasila tak serta-merta menjadi kebutuhan generasi muda. Namun juga menjadi prioritas mereka yang “mengaku” mengabdi untuk bangsa.

Khusus bagi generasi muda, Pancasila perlu diketahui sebagai dasar dalam membangun karakter bangsa untuk lebih bermartabat.

Pun demikian dengan negara, perlu menyiapkan generasi muda yang berbobot yang didasari nilai-nilai Pancasila serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai penutup, edukasi Pancasila juga penting untuk menjaga kerukunan dan keamanan bangsa dari ancaman internal dan eksternal yang dapat muncul sewaktu-waktu untuk melemahkan sendi negara.

Penulis: Muhammad Darojat Al-Farras, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paradoks Fresh Graduate: Ketika Magang Menjadi Syarat Tak Tertulis Dunia Kerja
Mengapa Hukum Terlihat Berbeda Wajah? Sebuah Refleksi atas Keadilan di Indonesia
Mengapa Publik Lebih Cepat Menghakimi Pencuri Ayam daripada Koruptor?
Apakah Indonesia Membutuhkan Universitas Baru?
Mewaspadai Arah Kepemimpinan PBNU, Demi Menjaga Rumah Besar Kaum Nahdliyin
Solo Membara, Demokrasi Diuji
Satu Kerja, Lima Nama: Kenapa “Tugas Kelompok” Sering Berakhir Tidak Adil?
Gol yang Membakar Bumi
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Paradoks Fresh Graduate: Ketika Magang Menjadi Syarat Tak Tertulis Dunia Kerja

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:55 WIB

Mengapa Hukum Terlihat Berbeda Wajah? Sebuah Refleksi atas Keadilan di Indonesia

Senin, 27 Juli 2026 - 22:59 WIB

Mengapa Publik Lebih Cepat Menghakimi Pencuri Ayam daripada Koruptor?

Senin, 27 Juli 2026 - 07:47 WIB

Apakah Indonesia Membutuhkan Universitas Baru?

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:48 WIB

Mewaspadai Arah Kepemimpinan PBNU, Demi Menjaga Rumah Besar Kaum Nahdliyin

Berita Terbaru

Foto: REUTERS/Anastasia Barashkova

KILAS GLOBAL

Malaysia Merasa Ditipu Gibran, Begini Penjelasannya!

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:25 WIB

Gambar: Kompas.com

KABAR NUSANTARA

Masyarakat Tak Yakin Kopdes Merah Putih Akan Mampu Berkembang?

Sabtu, 1 Agu 2026 - 20:05 WIB

RAGAM

PDPM Ogan Ilir selenggarakan Madrasah Anti Korupsi

Jumat, 31 Jul 2026 - 10:58 WIB