Indonesia di Tengah Pusaran Laju Teknologi

- Penulis

Jumat, 21 Maret 2025 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 I Ketut Herlan Guscarya, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

I Ketut Herlan Guscarya, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

SUARAMUDA, SEMARANG — Seiring dengan berkembangnya teknologi, Indonesia dihadapkan dengan berbagai tantangan yang kompleks, mulai dari polarisasi politik, penyebaran hoaks di media digital, intoleransi antar kelompok, hingga maraknya praktik korupsi dan ketidakadilan sosial.

Di tengah dinamika tersebut, pendidikan Pancasila memegang peranan yang sangat penting sebagai upaya untuk menguatkan pondasi moral dan persatuan bangsa.

Ilustrasi laju perkembangan teknologi modern/ sumber: pinterest

Penulis melihat ada 5 peranan penting dalam menguatkan pondasi moral dan persatuan bangsa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertama, dengan memperkokoh identitas dan persatuan bangsa. Pendidikan Pancasila merupakan sarana dalam menanamkan nilai-nilai dasar yang menjadi identitas bangsa.

Semangat gotong royong, keadilan, dan kemanusiaan yang tercatat dalam Pancasila, generasi muda diharapkan mampu menyikapi perbedaan dengan toleransi dan saling menghargai.

Di tengah kecenderungan individualisme dan polarisasi, pendidikan Pancasila mampu mengembalikan semangat persatuan serta rasa memiliki terhadap tanah air.

Kedua, menghadapi era informasi dan hoaks. Dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi, Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam hal penyebaran hoaks.

Baca Juga :  Poetry as Cultural Memory: Ketika Puisi Menjaga Ingatan Bangsa

Tanpa adanya literasi yang kuat, masyarakat mudah terjebak pada informasi yang tidak benar dan dapat memicu konflik sosial.

Pendidikan Pancasila mengajarkan penanaman nilai kejujuran dan semangat kritis yang dapat membentuk karakter masyarakat yang lebih bijak dalam menyaring dan memverifikasi informasi.

Hal ini sangat penting untuk menjaga keutuhan dan kestabilan sosial di era digital.

Ketiga, membangun etika dan integritas di era korupsi. Permasalahan korupsi yang saat ini masih merajalela di berbagai sektor kehidupan bangsa merupakan ancaman serius bagi pembangunan dan kepercayaan publik.

Pendidikan Pancasila berperan dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya etika, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.

Jika nilai-nilai Pancasila ditanamkan sejak dini melalui pendidikan Pancasila, diharapkan generasi penerus dapat menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan tata kelola pemerintahan dan masyarakat yang bersih serta transparan.

Baca Juga :  Pengembangan Kawasan MAJT untuk Kemakmuran Umat Memerlukan Dukungan Stakeholders

Keempat, menjembatani kesenjangan sosial dan ekonomi. Ketidakmerataan pembangunan dan kesenjangan ekonomi juga menjadi permasalahan yang sering timbul.

Prinsip keadilan sosial yang terkandung dalam Pancasila mengajarkan pentingnya pemerataan hak dan kesempatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pendidikan Pancasila dapat mendorong kesadaran Masyarakat, di mana setiap individu memiliki peluang yang sama untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Kelima, mendorong nalar jritis dan inovatif dalam menghadapi globalisasi. Dalam arus globalisasi, bangsa Indonesia harus mampu mempertahankan identitas dan nilai-nilai lokalnya.

Pendidikan Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai pilar moral dan etika, tetapi juga sebagai pondasi dalam membentuk pemikiran kritis dan inovatif.

Generasi muda dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan global tanpa mengorbankan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

Penulis: I Ketut Herlan Guscarya, Mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB