Fenomena Kekerasan Seksul di Lingkungan Pendidikan

- Penulis

Kamis, 20 Maret 2025 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG — Maraknya kekerasan seksual di dunia pendidikan kini menjadi krisis moral dan sistematik yang sangat memprihatinkan.

Kekerasan seksual adalah perilaku seksual kasar yang dilakukan oleh satu orang terhadaap orang lainlain, dan bisa terjadi di lingkup mana saja baik keluarga, sekolah, dan lainnya.

Kekerasan seksual juga terjadi di dunia pendidikan baik di lingkungan sekolah maupun kantornya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendukung bagi siswa maupun mahasiswa, bukan malah menjadi ruang di mana mereka rentan mengalami pelecehan atau kekerasan.

Tragisnya para pelaku maupun korban bisa jadi berasal dari staf atau tenaga pendidik.

Baca Juga :  Mahasiswa NU di Tunisia Resmikan Komunitas “NU Book TN”, Siap Hidupkan Semangat Literasi

Kasus ini terjadi didasari oleh beberapa faktor, pertama, ketimpangan kekuasaan.

Banyak pelaku memiliki otoritas lebih tinggi dibandingkan dengan korban sehinggga membuat koran merasa lebih sulit untuk melawan atau melaporkan kesus tersebut.

Kedua, minimnya edukasi dan kesadaran tentang batasan-batasan dalam berinteaksi.

Dan ketiga, minimnya sistem perlindungan yang menyebabkan korban enggan untuk melapor karena takut dihakimi maupun khawatir akan dampaknya terhadap masa depan korban.

Dampak kekerasan seksual di dunia pendidikan sangatlah besar, antara lain trauma psikologis yang mendalam bagi korban.

Tak hanya itu, dampak lainnya berupa gangguan kesehatan mental (depresi dan kecemasan), penurunan prestasi akademik, hilangnya kepercayaab terhadap lingkungan pendidikan dan merusak mesa depan korban.

Baca Juga :  Bro, Ini Daftar Event Malam Tahun Barunan di Semarang, Cek Selengkapnya

Apakah terdapat solusi untuk kasus seperti ini?

Jawabannya tentu ada, seperti instasi pendidikan harus mengambil langkah yang tegas.

Antara lain, dengan membentuk sistem pelapor yang aman, memberikan edukasi seksual berbasis kesetaraan, serta memastikan hukuman yang tegas bagi pelaku tanpa pandang bulu.

Selain iu, pening juga untuk mendorong perubahan budaya agar korban tidak lagi disalahkan atau dipojokkan dan masyarakat lebih aktif dalam mendukung keadilan. (Red)

Penulis: Oryza Aulia Maharani, Mahasiswa Pendidikan Kimia, Universitas Negeri Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 49 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB