Filsafat dalam PAI: Belajar Mikir, Bukan Sekadar Ngafal!

- Penulis

Rabu, 19 Maret 2025 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Pinterest

Ilustrasi: Pinterest

SUARAMUDA, YOGYAKARTA – Pendidikan Agama Islam (PAI) seringkali diidentikkan dengan menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis.

Namun, di era modern ini, PAI justru berkembang menjadi disiplin ilmu yang menantang nalar dan mendorong pemikiran kritis. Salah satu caranya? Belajar filsafat!

Ya, filsafat ilmu dan teori filsafat kini menjadi bagian penting dalam kurikulum PAI, terutama di Universitas Cokroaminoto Yogyakarta (UCY).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Imran ayat 190-191:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ * الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.'”

Ayat ini mengajarkan pentingnya berpikir kritis dan mendalam tentang alam semesta, yang sejalan dengan prinsip filsafat.

Filsafat ilmu, sebagai cabang ilmu yang mempelajari dasar-dasar pengetahuan, menjadi alat penting bagi mahasiswa PAI untuk memahami agama secara lebih holistik.

Baca Juga :  Komunitas Safari Religi (KSR) UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto Kunjungi Padepokan Lemah Wangi, Ikuti Peringatan 'Tradisi Syura'

Rasulullah SAW juga bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi:

طْلُبُوا الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّينِ

Artinya: “Carilah ilmu, meskipun sampai ke negeri Cina.”

Hadis ini menunjukkan bahwa Islam mendorong umatnya untuk mencari ilmu dari mana pun, termasuk ilmu filsafat.

Dengan mempelajari filsafat, mahasiswa PAI tidak hanya memahami agama secara tekstual, tetapi juga kontekstual, sehingga mampu menjawab tantangan zaman dengan bijak.

Di UCY, mata kuliah filsafat ilmu dan teori filsafat menjadi salah satu favorit mahasiswa PAI.

Dosen-dosen yang kompeten membimbing mahasiswa untuk berpikir kritis, menganalisis masalah, dan mengaitkannya dengan nilai-nilai Islam.

Misalnya, mahasiswa diajak untuk mempertanyakan konsep-konsep dasar seperti “apa itu kebenaran?” atau “bagaimana hubungan antara ilmu dan iman?”

Salah satu mahasiswa PAI UCY, Rina, mengungkapkan pengalamannya.

“Awalnya saya ragu, apa hubungannya filsafat dengan PAI? Ternyata, filsafat membantu saya memahami agama secara lebih mendalam. Saya jadi lebih kritis dalam membaca teks-teks keagamaan dan tidak mudah terjebak pada pemahaman yang sempit.”

Selain itu, belajar filsafat juga melatih mahasiswa PAI untuk memiliki skill leadership dan public speaking yang baik.

Dalam diskusi-diskusi filsafat, mahasiswa diajak untuk menyampaikan pendapat mereka dengan logis dan sistematis.

Hal ini sangat berguna ketika mereka terjun ke masyarakat sebagai pendidik atau dai.

Baca Juga :  KBIHU NU Makkah Madinah Kendal Gelar Silaturahim dan Rakor Jelang Keberangkatan Haji 2025

Tidak hanya itu, filsafat juga mengajarkan mahasiswa PAI untuk menjadi content writer yang kritis.

Dengan kemampuan analisis yang tajam, mereka dapat menulis artikel, buku, atau konten media sosial yang mengedukasi masyarakat tentang Islam dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.

Namun, tantangan tetap ada. Tidak semua mahasiswa PAI terbiasa dengan cara berpikir filsafat yang kompleks.

Oleh karena itu, dosen-dosen di UCY menggunakan metode pembelajaran yang kreatif, seperti diskusi kelompok, simulasi, dan proyek penelitian, untuk memudahkan pemahaman mahasiswa.

Ke depan, PAI UCY berkomitmen untuk terus mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Dengan memadukan ilmu agama dan filsafat, diharapkan lulusan PAI UCY dapat menjadi calon guru, dosen, atau pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana dalam menghadapi masalah.

Puisi Penutup:

Filsafat dan PAI, dua sahabat sejati,
Mengajak kita berpikir, bukan sekadar ngafal lagi.
Dari teks ke konteks, dari iman ke ilmu,
Membuka cakrawala, menuju masa depan yang baru.

Yuk, masuk PAI UCY, jangan ragu lagi,
Jadilah calon guru, dosen, atau pemimpin sejati.
Dengan filsafat di tangan, dan iman di hati,
Kita wujudkan Indonesia yang lebih berarti. (Red)

Oleh: Nashrul Mu’minin, Content Writer Yogyakarta

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB