Islamofobia Meningkat, Mengapa Orang-orang di AS dan Barat Membenci Umat Muslim?

- Penulis

Minggu, 16 Maret 2025 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen PBB prihatin terhadap meningkatkanya islamofobia dan Palestina. (AFP/Andrea Renault)

Sekjen PBB prihatin terhadap meningkatkanya islamofobia dan Palestina. (AFP/Andrea Renault)

SUARAMUDA, SEMARANG – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres mendesak platform teknologi daring untuk mengambil langkah dalam membatasi ujaran kebencian dan pelecehan di internet.

Hal itu dilakukan karena rasa prihatinnya terhadap meningkatnya kebencian terhadap umat Muslim di berbagai belahan dunia.

Dilansir CNN, pernyataan Guterres ini disampaikan melalui pesan video menjelang Hari Internasional untuk ‘Memerangi Islamofobia’.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gerakan Islamofobia Meningkat

PBB dan berbagai kelompok hak asasi manusia di seluruh dunia mencatat ada peningkatan Islamofobia.

Gerakan ini bias terhadap Arab, serta antisemitisme sejak serangan militer Israel yang menghancurkan Gaza—menyusul serangan mematikan yang dilakukan oleh kelompok militan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Baca Juga :  Peningkatan Islamofobia di Prancis: Antara Ancaman, Trauma, dan Tantangan Kebijakan

“Kita sedang menyaksikan peningkatan yang mengkhawatirkan dalam kebencian terhadap Muslim, “kata Guterres

“Mulai dari profiling rasial dan kebijakan diskriminatif yang melanggar hak asasi manusia serta martabat, hingga kekerasan terang-terangan terhadap individu dan tempat ibadah,” ujarnya, tanpa menyebutkan negara atau pemerintah tertentu melansir Reuters.

Ia menambahkan, platform daring harus menekan ujaran kebencian dan pelecehan. Katanya, semua harus bersuara menentang kefanatikan, xenofobia, dan diskriminasi.

Pandangan yang Keliru

Selama bertahun-tahun, para pegiat hak asasi manusia telah mengungkapkan kekhawatiran mengenai stigma yang dihadapi Muslim dan masyarakat Arab, akibat pandangan keliru yang menghubungkan mereka dengan kelompok militan Islamis.

Baca Juga :  Wali Kota Muslim Zohran Mamdani Dilantik Pakai Tiga Al-Qur’an di Malam Tahun Baru New York

Saat ini, banyak aktivis pro-Palestina, termasuk di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, mengeluhkan bahwa advokasi mereka untuk hak-hak Palestina sering kali disalah artikan sebagai dukungan terhadap Hamas.

Dalam beberapa pekan terakhir, lembaga pemantau hak asasi manusia telah merilis data yang menunjukkan rekor tertinggi insiden kebencian dan ujaran kebencian terhadap Muslim di negara-negara seperti Inggris, Amerika Serikat, dan India.

Pemerintah negara-negara tersebut menyatakan bahwa mereka berkomitmen untuk memerangi segala bentuk diskriminasi. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!
International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas
GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029
Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
EEF-2026: Kehadiran Internasional Tunjukkan Pergeseran Ekonomi Global, Barat Tak Lagi Sentral
Iran Tebar Ranjau Lagi di Selat Hormuz, Perang dengan AS Makin Memanas
Prabowo di Rusia: Samudra Pasifik Penghubung, Indonesia Tegaskan Posisi Non-Blok
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 22:09 WIB

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Minggu, 20 September 2026 - 08:36 WIB

International Youth Festival 2026: 10.000 Anak Muda dari 191 Negara Serukan Dunia Tanpa Batas

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

GEKRAFS Buka Jalan Diplomasi Ekonomi Kreatif Indonesia di Rusia, Andre Septiyanto Pimpin DPLN 2026–2029

Sabtu, 12 September 2026 - 12:14 WIB

Mengapa Orang Kaya China Kini Mulai Pindahkan Duit ke Malaysia?

Rabu, 9 September 2026 - 07:53 WIB

Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB