Siapa Mau Sekolah Gratis? SPMB SMK Gratis Dibuka, Pemprov Jateng Sediakan 652 Kuota untuk Siswa Miskin

- Penulis

Rabu, 19 Februari 2025 - 09:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SEMARANG — Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada tiga SMKN Jateng dan 15 SMKN Semi Boarding resmi dimulai, Selasa (18/2/2025).

Tersedia kuota total untuk 652 orang, sekolah gratis pada tahun ajar 2025/2026 yang dikhususkan bagi siswa miskin.

Ketua Panitia SPMB SMK Negeri Jawa Tengah dan SMK Semi Boarding, Hardo Sujatmiko memaparkan, pendaftaran dimulai pada 18 Februari 2025-26 Maret 2025. Ia menegaskan, seluruh tahapan tidak dipungut biaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Begitu pula selama proses pembelajaran, semua murid dan orang tua, tidak ditarik biaya apapun.

“Semua gratis, mulai dari makan, minum, sampai seragam”, ujarnya, seperti dikutip dari laman pemprov.jateng.id.

Hardo mengatakan, selain istilah yang dulu PPDB kini SPMB, ada yang baru dalam seleksi siswa.

Pada proses seleksi kali ini, menitikberatkan pada optimalisasi dan pemerataan serapan siswa.

Nantinya, calon siswa akan dinilai berkas administrasi terlebih dahulu. Mulai dari tingkat kemiskinan, nilai raport saat di SMP dan prestasinya.

Berbekal poin itu, calon murid bisa memantau perangkingan, kemudian bisa memilih jurusan dan sekolah yang akan dituju.

Baca Juga :  Lewat Kegiatan MBKM Bina Desa oleh Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur, Kini Warga Segoro Tambak Mampu Kelola Limbah Jadi Cuan

“Sehingga untuk calon murid, bisa memilih nilai saya sekian, bisa masuk SMK mana, jurusan mana, itu bisa dilihat secara real time. Baru kemudian proses pemilihan jurusan berhasil, kemudian nanti tes akademik. Itu bedanya. Tahun kemarin, daftar langsung isi jurusan,” paparnya.

Ditambahkan, seluruh tahapan dan informasi dapat dilihat pada laman ppdb.smknjateng.sch.id, atau pada spmb.smknjateng.sch.id.

Ada 3 Lokasi Sekolah

Hardo menjelaskan, SMK Negeri Jawa Tengah berada di tiga lokasi, yakni Semarang, Pati, dan Purbalingga.

Ketiganya menerapkan sistem full boarding atau asrama, yang berada pada lingkungan terpadu.

Sementara itu, 15 SMK Semi Boarding tersebar di 15 kabupaten, yaitu SMK Negeri 1 Demak (Kabupaten Demak), SMK Negeri 2 Rembang (Rembang), SMK Negeri 1 Wirosari (Grobogan), SMK Negeri 1 Jepon (Blora), dan SMK Negeri 1 Tulung (Klaten).

Kemudian, ada SMK Negeri 1 Kedawung (Sragen), SMK Negeri 2 Wonogiri (Wonogiri), SMK Negeri 1 Purworejo (Purworejo), SMK Negeri 2 Wonosobo (Wonosobo).

Serta, SMK Negeri 1 Punggelan (Banjarnegara), SMK Negeri 1 Alian (Kebumen), SMK Negeri 2 Cilacap (Cilacap), SMK Negeri 1 Kalibagor (Banyumas), SMK Negeri 1 Tonjong (Brebes) dan SMK Negeri 1 Randudongkal (Pemalang).

Lalu apa beda antara antara SMK Negeri Jawa Tengah Boarding dan 15 SMK Semi Boarding?

Baca Juga :  Pegawai SPPG Mau Diangkat Jadi PNS, Guru Honorer Teriak Kencang: Kok Mereka Lewat Jalur Cepat?

“Cuma yang semi boarding, di asramakan, tapi ini ada di lingkungan sekolah negeri yang sudah ditunjuk. Namun selama pembelajaran, bersama dengan sekolah reguler,” imbuhnya.

Kabid Pembinaan SMK Disdikbud Jateng Ainur Rojik mengatakan, pembukaan SPMB SMK gratis, merupakan upaya pemprov melayani siswa usia sekolah.

Diharapkan, mereka dapat mengakses pendidikan di bangku sekolah, terutama mereka dari keluarga miskin.

Ia menyebut, pelaksanaan SPMB lebih awal dibanding pendaftaran sekolah reguler.

Hal itu karena, pada 15 sekolah semi boarding menyatu pada sekolah reguler.

“Ini karena sekolah semi boarding kuotanya berada di sekolah reguler. Misalnya SMK Negeri Wirosari kuota 100, ini kan mengurangi daya tampung reguler. Sehingga, tidak menggangu penerimaan murid baru yang kita mulai pada bulan Mei,” jelas Ainur.

Ia berharap dengan SMK N Jateng dan 15 sekolah semi boarding, dapat mengangkat perekonomian warga miskin, melalui pendidikan.

Terakhir, bagi siswa yang belum lolos pada SPMB SMKN Jateng dan 15 SMKN Semi Boarding, masih bisa mendaftar pada SPMB reguler. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Berita ini 10 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB