Gus Taj Yasin: Melawan Bullying di Pesantren

- Penulis

Minggu, 26 Januari 2025 - 11:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Taj Yasin Maimoen saat menyampaikan paparannya di Halaqoh Pengurus Pesantren. Sabtu, 25/1/2025

Taj Yasin Maimoen saat menyampaikan paparannya di Halaqoh Pengurus Pesantren. Sabtu, 25/1/2025

Kendal, SUARAMUDA –
Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah menggelar acara Naharul Ijtima di Pondok Pesantren Darul Amanah, Ngadiwarno, Sukorejo, Kendal, pada Sabtu (25/1/2025). Acara ini menjadi ajang diskusi dan konsolidasi bagi pengurus pesantren se-Jawa Tengah, dengan menghadirkan tokoh-tokoh besar NU sebagai narasumber.

Salah satu agenda utama kegiatan adalah Halaqoh Pengurus Pesantren yang diisi oleh dua narasumber terkemuka, yakni Mustasyar PWNU Jateng KH Sholahuddin Humaidullah dan A’wan Syuriyah PBNU KH Taj Yasin Maimoen.

Dalam paparannya, KH Sholahuddin Humaidullah, yang akrab disapa Gus Sholah, menekankan pentingnya peran wali santri dalam memahami kultur pesantren.

“Wali santri harus memahami kebiasaan di pesantren dan mengetahui tujuan memondokkan anaknya. Peran mereka sangat penting dalam mendukung proses pendidikan anak di pesantren,” ujar Gus Sholah, pengasuh Pesantren APIK Kaliwungu.

Ia juga menjelaskan bahwa sistem pengelolaan pesantren, termasuk penunjukan lurah pondok, merupakan wujud delegasi tugas dari kiai untuk memastikan pengelolaan berjalan efektif.

“Lurah pondok memiliki otoritas karena dipasrahi oleh kiai. Proses belajar di pesantren itu bertahap. Sedikit demi sedikit, ilmu akan bertambah melalui interaksi di lingkungan pesantren,” tegasnya.

Sementara itu, KH Taj Yasin Maimoen, atau yang akrab disapa Gus Yasin, menyoroti sistem pendidikan di pesantren yang terus bereksperimen demi menciptakan formula terbaik.

“Di pesantren, kami mencoba berbagai pendekatan, mulai dari penggabungan Al-Qur’an, kitab, hingga pendidikan umum. Namun, hasilnya tidak selalu sesuai ekspektasi,” ungkap Wakil Gubernur Jawa Tengah terpilih ini.

Gus Yasin juga mengingatkan bahwa pesantren modern perlu membangun sistem manajemen yang kuat dan memiliki pengasuh yang mampu memberikan teladan.

“Pesantren yang baru sering kali mengalami degradasi. Untuk itu, dibutuhkan pengasuh yang bisa menjadi contoh dan sistem yang mendukung pembentukan karakter santri,” tambahnya.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah upaya mengatasi bullying, yang di pesantren sering disebut gojlokkan. Menurut Gus Yasin, meskipun istilahnya berbeda, dampaknya sama, yaitu memengaruhi mental santri.

“Pesantren harus menjadi garda terdepan dalam melawan bullying. Kami berharap setiap pesantren memiliki modul khusus untuk menangani permasalahan ini, termasuk pendampingan dari psikolog dan ahli lainnya,” ujarnya.

Gus Yasin juga berkomitmen untuk menciptakan modul manajemen anti-bullying yang akan diterapkan di pesantren-pesantren.

Acara Naharul Ijtima ini dihadiri sejumlah tokoh penting, seperti Rais Syuriyah PWNU Jateng KH Ubaidullah Shodaqoh, Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng KH Abdul Ghaffar Rozin, Wakil Ketua PWNU Jateng KH Nur Machin Chudlori, dan pengasuh Pondok Pesantren Darul Amanah KH Mas’ud Abdul Qadir.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan para pengurus RMI NU se-Jawa Tengah, perwakilan Kementerian Agama, pemerintah provinsi Jawa Tengah, dan pemerintah daerah Kabupaten Kendal.

Acara ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat manajemen pesantren, membangun sistem pendidikan yang lebih baik, serta menciptakan lingkungan pesantren yang ramah dan kondusif bagi para santri.

Baca Juga :  Innalillahi, Komisaris Utama Harian Suara Merdeka Tutup Usia
Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB