Bapak-Ibu Guru, Udah Deh! Kalian Tak Usah FOMO Teknologi: Pemerintah Swedia Aja Akan Kembalikan Pendidikan Digital ke Buku Cetak

- Penulis

Sabtu, 18 Januari 2025 - 07:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber gambar: pinterest

Sumber gambar: pinterest

SUARAMUDA, SEMARANG — Sekarang segala hal di dunia banyak menitikberatkan teknologi, tak terkecuali dalam bidang pendidikan. Pada situasi seperti ini, Swedia justru menggunakan pendekatan yang berbeda.

Swedia kembali menggunakan buku teks cetak di ruang kelas, alih-alih menerapkan pendekatan serba digitalnya.

Perubahan ini dilatarbelakangi kekhawatiran soal bagaimana perangkat digital dapat memengaruhi pembelajaran dan pertumbuhan siswa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari Buku Teks ke Digital, Lalu Kembali Lagi

Pada 2009, Swedia memodernisasi pendidikannya dengan mengganti buku teks lama dengan komputer dan perangkat digital lainnya.

Dikutip dari Indian Defence Review, gagasan ini adalah untuk mempersiapkan siswa menghadapi dunia yang digerakkan oleh teknologi.

Pemerintah Swedia saat itu memperkirakan menggunakan komputer dan tablet akan membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan mudah diakses. Secara bertahap, buku teks kertas digantikan.

Lima belas tahun kemudian, dan Swedia memikirkan ulang kebijakan ini karena beberapa masalah bermunculan.

“Kondisi terbaik untuk mengembangkan keterampilan membaca dan menulis dasar adalah di lingkungan analog dan menggunakan alat analog. Itulah mengapa penting bagi siswa untuk belajar dengan pena dan kertas dan yang paling penting, memiliki akses ke buku teks dan perpustakaan sekolah yang dikelola staf,” kata Menteri Sekolah Lotta Edholm, dikutip dari situs resmi Government Offices of Sweden

Baca Juga :  Kampus Jateng Masih Lokal? Begini Cara Naik Level dan Masuk Jejaring Kampus China

Keterampilan membaca yang kuat dinilai memungkinkan siswa untuk menjelajahi dunia, memperoleh pengetahuan dan informasi yang diperlukan, serta untuk merasakan senangnya membaca.

Membaca menjadi sebuah kesempatan untuk menemukan dunia baru dan memahami orang lain maupun diri mereka sendiri.

Studi ilmiah menunjukkan lingkungan tanpa layar gadget memberikan kondisi yang lebih baik bagi anak-anak untuk mengembangkan relasi, berkonsentrasi, juga belajar membaca dan menulis.

Oleh karena itu, penting bagi alat bantu pembelajaran digital hanya diperkenalkan dalam pengajaran pada usia ketika alat tersebut mendukung, bukan menghalangi, pembelajaran siswa.

Pemerintah Swedia menyebut penggunaan alat bantu digital tersebut harus dipertimbangkan dengan saksama.

Strategi Pemerintah Swedia Kembali ke Buku Teks
Survei PISA terbaru mengungkap korelasi erat antara penurunan pengetahuan siswa Swedia dengan penggunaan ponsel mereka.

Pemerintah Swedia sendiri telah menugaskan penyelidikan tentang bagaimana pengumpulan ponsel dan perangkat komunikasi lainnya dapat diatur.

Sebab, menyerahkan ponsel selama hari sekolah dapat meningkatkan keselamatan, pembelajaran, dan pengembangan pengetahuan siswa.

Peraturan ini akan berlaku untuk prasekolah, sekolah wajib, dan sekolah setara lainnya, serta pusat-pusat di luar sekolah. Laporan tersebut dikatakan akan dipresentasikan pada 3 Maret 2025.

Baca Juga :  Raja Juli Masuk Daftar Menteri Terburuk, Cuma Kalah Tipis dari Natalius Pigai

Berikut ini garis besar strategi yang akan diterapkan Pemerintah Swedia untuk kembali menerapkan budaya membaca dan belajar berbasis buku teks:
(1) Lebih banyak buku di sekolah
(2) Murid harus memiliki akses ke perpustakaan sekolah.
(3) Penggunaan alat bantu pembelajaran untuk menyediakan lebih banyak waktu membaca dan lebih sedikit waktu menggunakan gawai.
(3) Pemerintah Swedia menghendaki sekolah bebas ponsel.
(4) Badan Nasional Pendidikan Swedia akan melakukan penyelidikan penggunaan layar di sekolah.
(5) Pemerintah Swedia ingin menghapus persyaratan alat bantu pembelajaran digital di prasekolah.
(6) Ujian nasional di tahun ke-3 tidak akan didigitalkan.
(7) Ujian nasional di tahun ke-3 tidak akan didigitalkan.
(8) Pemerintah Swedia tidak akan melanjutkan strategi digital.
(9) Badan Nasional Pendidikan harus mempertimbangkan risiko digitalisasi.
(10) Rumusan kurikulum yang lebih jelas mengenai membaca dan teknologi digital.
(11) Pendidikan guru akan dikembangkan.
(12) Target kualitatif yang baru untuk alat bantu pengajaran dalam pendidikan guru.
(13) Daftar bacaan fiksi Swedia maupun internasional akan dibuat.
(14) Peningkatan kontribusi untuk Institut Buku Anak Swedia. (Red)

Sumber: detik.com

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 8 kali dibaca

1 Komentar

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB