Bicara Fiqih Peradaban, Nawal Yasin Ajak Wanita Teladani Wawasan Kebangsaan Mbah Maimoen

- Penulis

Sabtu, 28 Desember 2024 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PEMATERI : Hj. Nawal Nur Arafah, M.Si. saat menghadiri sekaligus mengisi seminar wawasan kebangsaan di Kendal, Sabtu, 28 Desember 2024.

PEMATERI : Hj. Nawal Nur Arafah, M.Si. saat menghadiri sekaligus mengisi seminar wawasan kebangsaan di Kendal, Sabtu, 28 Desember 2024.

Kendal, SUARAMUDA – Hj. Nawal Nur Arafah, M.Si mengatakan, perempuan harus belajar fiqih peradaban. Sebab, wanita punya potensi besar untuk tegaknya peradaban suatu negara. Bicara fiqih peradaban, kita harus belajar diksi dari wawasan kebangsaan Mbah Maimoen Zubair.

Hal itu dikatakan Nawal Yasin panggilan akrabnya, saat menghadiri sekaligus menjadi pemateri “Ngaji Kebangsaan dalam rangka Halaqoh Fiqih Peradaban dan Relevansi Peran Perempuan dalam Berbangsa dan Bernegara”, di Pendopo Tumenggung Kabupaten Kendal, Sabtu, 28/12/2024.

Nawal Yasin yang menyampaikan materi dengan tema “Fiqih Kebangsaan” menyampaikan, kalau kita bicara diksi berbangsa dan bernegara, kita bisa berkaca dari pola pikir kebangsaan yang diajarkan oleh Mbah Maimoen Zubair.

Kiai kharismatik yang sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang itu, menurut Nawal Yasin punya pemahaman yang istimewa terhadap kebangsaan.

“Kita semua tahu, Mbah Maimoen Ulama yang memiliki wawasan kebangsaan dan nasionalisme yang sangat tinggi. Beliau menganalogikan wawasan kebangsaan dan Pancaslila kita itu seperti Surat Al ‘Alaq ayat 1-5. Jadi sila-sila Pancasila dari sila ke satu hingga kelima itu cocok sekali dengan ayat-ayat Surat Al ‘Alaq. Sehingga Mbah Moen katakan Ideologi Pancasila itu tidak bertentangan dengan agama Islam,” kata istri H Taj Yasin Maimoen ini.

Misalnya ayat pertama, kata Ning Nawal, berbunyi iqra’ bismi rabbikalladzî khalaq. Artinya, iqro bacalah atas nama Tuhanmu yang menciptakan. Artinya kalau sila pertama Pancasila adalah Ketuhanan Yang Maha Esa.

Halaqoh Fiqih Peradaban dan Relevansi Peran Perempuan dalam Berbangsa dan Bernegara”, di Pendopo Tumenggung Kabupaten Kendal, Sabtu, 28/12/2024.

“Ini sangat cocok baik kata-kata maupun esensinya antara ayat pertama surat Al ‘Alaq dengan sila pertama Pancasila,” ucap Ning Nawal, di depan para Kiai, pejabat, tokoh masyarakat, dan hadirin Muslimat maupun Fatayat NU kabupaten Kendal.

Ayat kedua, tambah Nawal Yasin, khalaqal-insâna min ‘alaq. Artinya, Dia (Alloh) menciptakan manusia dari segumpal darah. Sila kedua Pancasila berbunyi Kemanusiaan yang adil dan beradab. Artinya manusia itu sedarah dan  bersaudara maka harus adil terhadap sesama.

“Ayat ketiga berbunyi, iqra’ wa rabbukal-akram, artinya Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha mulia. Sila ketiga Pancasila berbunyi Persatuan Indonesia. Artinya persatuan tidak akan tercapai tanpa adanya kemuliaan,” tambah Nawal Yasin.

Ayat keempat, alladzî ‘allama bil-qalam. Artinya yang mengajar (manusia) dengan pena (qalam). Sila keempat Pancasila berbunyi Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

“Sila keempat digabung dengan sipa ke lima punya arti, dengan qalam lah kita bisa mencapai peradaban (kebijaksanaan).”

Lalu ayat terakhir berbunyi, kalla innal-insana layathgha. Artinya, Sekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia itu benar-benar melampaui batas.

“Ingatlah kata Mbah Maimoen, manusia itu sering kali melampaui batas. Ada yang tidak cantik jadinya kemayu, ada yang tidak pintar jadinya keminter, ada yang tidak kaya jadinya sumugih. Orang itu tidak boleh merasa kaya sampai melampaui batas sehingga tidak punya rasa peduli kepada sosial. Ini adalah sila ke lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ,” kata alumni Bilad Al Sham University Cabang Mujamma’ Syekh Ahmad Kaftaro, Damaskus, Syria itu.

“Itulah ajaran Mbah Maimoen, beliau juga sering menganalogikan PBNU. P Pancasila B Bhinneka Tunggal Ika, N NKRI, U Undang-Undang Dasar 45. Beliau juga manganalogikan 17 Agustus 1945. Tujuh belas adalah jumlah rokaat sholat wajib kita sehari semalam, 19, 1 adalah Keesaan Allah, 9 adalah kalau kita pengin selamat dunia akherat harus mengikuti 9 orang, siapa sembilan orang ini? Beliau adalah Rosullulloh SAW, Abubakar, Umar, Usman, Ali, dan mazhaibul arba’ah (empat mazab). Lalu 45 adalah empat sehat lima sempurna,” imbuh Nawal Yasin sambil tertawa.

Menurut Nawal Yasin, sebagai perempuan kita butuh fikroh (cara berfikir) Mbah Maimoen. Butuh wawasan kebangsaan yang kuat supaya mudah menerima perbedaan. Sehingga mampu mengamalkan ajaran Islam yang mendamaikan.

“Inilah pentingnya belajar fiqih peradaban, fiqih yang tidak hanya melihat sesuatu secara tekstual. Tetapi menerapkan fiqih dengan mempertimbangkan perkembangan yang ada. Sehingga fiqih mampu memberi solusi, tidak hanya menghukumi salah dan benar, boleh dan tidak seperti yang ada di dalam kitab, tetapi fiqih yang menjawab perkembangan zaman. Itulah fiqih hadoroh (fiqih peradaban) yang dikampanyekan PBNU saat ini,” ucapnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua PC Fatayat NU Kendal, Siti Nikmalatif,  Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari, Ketua PC NU Kendal Abah Dr Mumtasiqin, Wabub terpilih Kendal H Beni Karnadi, Hj Niken Larasati  Ketua Muslimat NU Kendal, dan Pembina Ikatan Hafidoh Fatayat NU Kendal, Dr. Hj Lutfiyah. (*)

Baca Juga :  Santri Gayeng Nusantara, Kunci Sukses Kemenangan Luthfi-Yasin di Pilgub Jateng

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bikin Kecewa, Gak Pernah Muncul Saat Demo Mahasiswa!
Grebeg Pakujoyo Meriahkan Perayaan Tahun Baru Islam di Gayamsari
Hi, Warga Semarang! New Pasar Maling Kini Kembali Buka di Pasar Johar
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa

Minggu, 21 Juni 2026 - 10:09 WIB

Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat

Minggu, 21 Juni 2026 - 01:07 WIB

Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!

Berita Terbaru

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB