Berkat Kolaborasi, Pemerintah Jabar Bersama Mahasiswa UPI Berhasil Urai Persoalan Sampah Rumah Tangga di Pangandaran

- Penulis

Minggu, 22 Desember 2024 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung saat melaksanakan Program

Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung saat melaksanakan Program "Zero Food Waste" di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat/ dok. istimewa

SUARAMUDA, BANDUNG — Sampah dan limbah rumah tangga dewasa ini tengah menjadi sorotan dari semua pihak. Tak terkecuali, pemerintah daerah di sejumlah wilayah, sedang gencar-gencarnya menangani permasalahan ini.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (2022), jumlah timbulan sampah di Indonesia mencapai 68,7 juta ton/tahun dengan komposisi sampah yang didominasi oleh sampah organik, khususnya sampah sisa makanan yang mencapai 41,27%.

Sedangkan kurang lebih 38,28% dari sampah tersebut adalah sampah bersumber dari rumah tangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring dengan isu tersebut, Kabupaten Pangandaran dijadikan sebagai salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus oleh Pemerintah Jawa Barat.

Sekda Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Herman Suyatman, menjalankan komitmennya dengan menekan lonjakan sampah rumah tangga.

Merealisasikan slogan unggulan “Jabar Caang”, Sekda Jawa Barat mengajak mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) untuk berkolaborasi dalam program “Zero Food Waste”.

Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung saat melaksanakan Program “Zero Food Waste” di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat/ dok. istimewa

Program Kolaborasi

Langkah Sekda Jawa Barat Herman tepat. Pasalnya, para mahasiswa UPI di bawah bimbingan Dosen Geraldi Novian M.Pd itu sedang melaksanakan kegiatan Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) di Desa Karangbenda Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Baca Juga :  Wisata Karanganyar Bakal Hadirkan Kereta Gantung Modern, Mau Kayak di SkyWay Genting Malaysia?

Dengan konsep kolaborasi, mahasiswa S1 Kepelatihan Fisik Olahraga Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu melaksanakan program “Zero Food Waste”, yang digelar sejak Kamis (3/10/2024) dan berakhir Jumat (6/12/2024).

Adapun, mahasiswa-mahasiswa tersebut, Dikri Farhanul, Aira Septia, Syekhan Auzan, David Cholik, Kevin Fernaldy, Dadan Nurmansyah, Rafly, Ramdan, Yeni Afina dan Anggi Widiarti.

Kepala Desa Karangbenda, Kasih Sanjaya, menegaskan pihaknya telah menjalankan program desa untuk mengurai problem sampah di lingkungannya.

“Permasalahan sampah rumah tangga memang menjadi persoalan utama. Dan ini kami sedang berupaya mengurangi sampah, terutama sampah yang berasal dari sisa makanan, “ungkapnya, seperti ditulis dalam rilis yang diterima suaramuda.net, Sabtu (21/12/2024).

Kasih Sanjaya juga melanjutkan, salah satu program desa yang dilakukan untuk menangani hal ini adalah dengan mengadakan bank sampah.

Baca Juga :  Atlet Binaan Oase Woodball Club Berhasil Raih Emas Pada Kejuaraan Woodball Monthly Games Series I di Jawa Barat

“Jadi kita data setiap rumah untuk mengikuti bank sampah yang kemudian sampah-sampah itu akan diangkut seminggu sekali. Kemudian akan dipilah dan diolah di TPS yang ada di Dusun Bojong Malang, “urainya.

Sementara itu, Dosen Pendamping Geraldi Novian M.Pd menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa UPI, tak lain berperan membantu sosialisasi program yang sudah dibuat oleh desa sebelumnya.

“Hanya saja, program tersebut baru berjalan 20 persen, sehingga memerlukan sosialisasi yang lebih masif, “ujar Geraldi.

Di sisi lain, diketahui masih banyak yang masih suka membuang sampah rumah tangga mereka ke kebun, sungai, ataupun lahan-lahan kosong di sekitar tempat tinggal mereka.

“Harapannya, semua warga Desa Karangbenda bisa lebih peduli dengan permasalahan sampah rumah tangga ini. Karena tanpa adanya konstibusi dan kesadaran diri dari masyarakat, program yang telah dibuat oleh desa tidak akan berjalan dengan maksimal, “pungkas Geraldi. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17
Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun
Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”
Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
Semarang Makin Dilirik, Wacana Badan Pariwisata Kembali Menguat
Hotel Hyatt Place Segera Hadir di Semarang, Pearl of Java Makin Bergengsi!
BEM Unsoed Kaget! Mahasiswa Ikut Kunker Gibran Tanpa Sepengetahuan Organisasi
Berita ini 0 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:26 WIB

Pameran Produk dan Penutupan MBKM Bina Desa UPN Veteran Jawa Timur: Wujud Inovasi Berkelanjutan untuk Mendukung SDGs 8, 12, dan 17

Rabu, 24 Juni 2026 - 09:14 WIB

Semarang Siap Jadi Kota Festival, Agustina: Seni Budaya Harus Hidup Sepanjang Tahun

Selasa, 23 Juni 2026 - 20:20 WIB

Baliho Ultah Jokowi Bikin Riuh, Gerindra Solo Sentil Pemkot: “Pas Prabowo Ulang Tahun Kok Sepi?”

Selasa, 23 Juni 2026 - 17:06 WIB

Sidang Sudewo Diserbu Pendukung, Ahmad Husein Muncul Lagi dan Bikin Nazar Tak Biasa

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Berita Terbaru