SUARAMUDA, MALANG – Adalah hari spesial bagi kawan-kawan muda dari komunitas ‘Sahabat Sejuk Nurul Hayat’ yang telah berkunjung ke Griya Lansia, Wajak, Malang, Jawa Timur, Ahad, (8/12/2024).
Terdiri dari 75 peserta, komunitas ‘Sahabat Sejuk Nurul Hayat’ mengunjungi 170 lansia yang mendiami Griya Lansia, tersebut.
Kunjungan ini merupakan bagian dari sebuah kegiatan bertajuk “Sosial Trip Tilik Si Mbah” yang diadakan oleh LAZNAS Nurul Hayat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat itu, kegiatan ‘Tilik Simbah’ ini dimulai pukul 6 pagi hari, di mana seluruh peserta berkumpul di kantor pusat LAZNAS Nurul Hayat, Perum Ikip Gununganyar B 48, Surabaya.
Seluruh peserta kemudian berangkat menuju Griya Lansia pada pukul 7 pagi dan tiba di Griya Lansia kurang lebih pada pukul 10 pagi.
Setibanya di Griya Lansia, sahabat sejuk Nurul Hayat kemudian berkumpul dengan para lansia di Aula Misenan, untuk berkegiatan bersama.
Pada momen kebersamaan antara sahabat sejuk Nurul Hayat dan para Si Mbah ini ada beberapa rangkaian acara seperti sambutan-sambutan dan dilanjutkan dengan interaksi serta bercengkerama bersama para Si Mbah.

Tidak hanya berkegiatan di aula, sahabat sejuk Nurul Hayat yang mengikuti kegiatan ini juga diajak untuk langsung mengunjungi kamar-kamar Si Mbah, termasuk juga kamar khusus yang disiapkan untuk menangani orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Mereka bisa merasakan langsung bagaimana suasana kamar Si Mbah. Bisa melihat langsung aktivitas kesehariannya, bahkan juga bisa menemani para Si Mbah yang sedang beristirahat di kamarnya masing-masing.
Tak hanya itu sahabat sejuk Nurul Hayat juga mendapatkan penjelasan langsung dari para pengurus Griya Lansia tentang berbagai hal.
Mulai dari suka duka yang mereka rasakan selama merawat para Si Mbah, darimana saja para Si Mbah ini berasal, cerita bagaimana para Si Mbah ini bisa sampai ke Griya Lansia dan beragam penjelasan lainnya.
Suasana di kegiatan Tilik Si Mbah ini campur aduk. Ada bahagia, ada haru. Sahabat sejuk Nurul Hayat mengukir senyuman dan berbagi bahagia dengan menyerahkan berbagai bantuan untuk para Si Mbah.
Tapi di sisi lain tak sedikit yang menitikkan air mata karena melihat kondisi atau mendengarkan kisah tentang Si Mbah yang ada di sana.
Siang hari sekira pukul 1, sahabat sejuk Nurul Hayat beranjak meninggalkan Griya Lansia dan bergeser menuju ke destinasi berikutnya yakni wisata alam Boon Pring dan Masjid Tiban Turen.
Pada pukul 4 sore, seluruh rombongan bergerak kembali menuju ke Surabaya dan alhamdulillah tiba dengan selamat pada pukul 7 malam.
“Saya merasa sangat bersyukur atas hari ini, atas semua yang kami nikmati selama ini. MasyaAllah tabarakallah. Beberapa kali berencana ke Griya Lansia, akhirnya hari ini terealisasi. Bagi saya Tilik Si Mbah adalah healing terindah setelah Baitullah,” tutur salah satu sahabat sejuk Nurul Hayat.
Sementara itu, peserta lain yang enggan disebut namanya mengucapkan terima kasih karena temah mengajak berkunjung ke Griya Lansia. Ia juga menyebut banyaknya pengalaman saat kunjungan tersebut.
“Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh sahabat sejuk Nurul Hayat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan sosial ‘Tilik Si Mbah’, “tutupnya. (Red)













kebetulan saya juga pernah mengunjungi griya lansia wajak, griya lansia wajak adalah destinasi yang wajib dikunjungi untuk kita2, bisa mengambil pelajaran juga tamparan keras bagi kita2 yang masih ada kedua Orang Tua. doa yang terbaik untuk ke dua orang tua kita dan seluruh orang tua di seluruh dunia
banyak cerita menarik dari setiap lansia yang ada di Griya Lansia
ada haru nya, ada senang nya ada lucu nya……