Rakernas 2024, Ormas Islam Mathla’ul Anwar Tegaskan Bersinergi dengan Pemerintah Wujudkan Asta Cita

- Penulis

Kamis, 12 Desember 2024 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, JAKARTA – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) akan menyelenggarakan Rakernas II di Provinsi Lampung, pada tanggal 20 s.d 22 Desember 2024 mendatang.

Berdasarkan rilis yang diterima suaramuda.net, Rakernas tersebut akan diikuti oleh 500 peserta yang terdiri Pengurus PBMA, PWMA, PDMA, Pendidikan Tinggi Mathla’ul Anwar serta Perguruan Mathla’ul Anwar seluruh Indonesia.

Peserta Rakernas juga diikuti oleh 4 badan otonom yang ada dilingkungan Mathlaul Anwar, antara lain; Muslimat Mathla’ul Anwar, Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Himpunan Mahasiswa Mathla’ul Anwar, dan Ikatan Pelajar Mathla’ul Anwar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rakernas Muslimat Mathla’ul Anwar

Diwaktu yang sama, Pimpinan Pusat Muslimat Mathla’ul Anwar juga akan menyelenggarakan Rakernas tersendiri di tempat dan waktu yang sama.

Menurut panitia pelaksana, ada beberapa agenda penting yang akan dibahas di dalam Rakernas tersebut. Agenda itu, antara lain di bidang keorganisasian yang akan mengidentifikasi dan jalin kerjasama dengan komunitas internasional yang relevan.

Selain itu, agenda Rakernas juga akan menyelenggarakan forum tahunan untuk kolaborasi internasional, ciptakan platform digital untuk komunikasi lintas negara.

Dalam bidang kebijakan internal, PB Mathla’ul Anwar juga akan merancang struktur organisasi untuk pusat kajian strategis, merekrut tenaga ahli dalam bidang pendidikan dan teknologi dan mengiplementasikan program kajian berbasis kebutuhan organisasi.

Baca Juga :  Anak Nelayan Asal Kubu Raya Ini Berhasil Raih Gelar Doktor di Beijing Forestry University China
Dok: pribadi

Mendirikan Kampus

Rencana pendirian Perguruan Tinggi di Lampung juga menjadi agenda dalam gelaran Rakernas itu. Untuk memenuhi persyaratan, PB Mathla’ul Anwar akan melakukan riset kebutuhan lokal untuk perguruan tinggi di Lampung.

Ormas yang pernah menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) itu juga akan membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dan universitas lain.

Lalu, mengajukan izin dan mulai pembangunan infrastruktur kampus dan mulai operasional dengan program studi unggulan.

Para pengurus berkomitmen, akses pendidikan akan terus ditingkatkan dengan melakukan survei untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur, mengajukan anggaran kepada pemerintah dan mitra swasta dan bangun fasilitas pendidikan di daerah terisolir.

Sedangkan untuk sertifikasi dan insentif guru, PB Mathla’ul Anwar akan mengidentifikasi guru yang belum tersertifikasi atau menerima insentif, kemudian mengajukan usulan resmi ke Kementerian Pendidikan. Serta, menyediakan pendampingan untuk proses sertifikasi.

Berkenaan dengan terbatasnya platform dakwah berbasis teknologi, Ormas Mathla’ul Anwar juga akan merancang platform dakwah digital yang inklusif, mengadakan pelatihan pembuatan konten digital untuk dai local dan monitor efektivitas platform melalui data engagement.

Baca Juga :  Muhammadiyah Berencana Buka Kampus di Kamboja, Apakah ini Bagian dari Internasionalisasi Gerakan?

Dalam bidang sosial, PB Mathla’ul Anwar akan menjalin kerjasama dengan Kemendikdasmen, Kemenag dan Menko Pangan. Tujuannya, untuk implementasi program makan bergizi gratis, yakni dengan membangun kantin sehat di sekolah-sekolah yang nantinya akan melibatkan UMKM lokal.

Visi lain dari Mathla’ul Anwar adalah dengan berupaya membangun pusat pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, kemudian mengadakan pelatihan keterampilan untuk usaha mikro berbasis komunitas dan kolaborasi dengan koperasi untuk pembiayaan modal usaha.

Untuk diketahui, K.H Mas Abdurahman bin Mas Jamal merupakan salah satu tokoh cikal bakal berdirinya organisasi masaa Islam Mathla’ul Anwar.

Ulama Menes Banten lain yang terlibat dalam pendirian organisasi ini antara lain K.H. E. Mohammad Yasin, K.H. Tb. Sholeh Kananga, Kyai Tb. Rusydi serra beberapa ulama lainnya.

Selayaknya NU atau Muhammadiyah, Mathla’ul Anwar juga bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Bahkan, sejak awal pendiriannya Mathla’ul Anwar telah ikut membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Terdapat 3 universitas, 1000 lebih lembaga madrasah dan sekolah, pondok-pondok pesantren serta majelis ta’lim yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. (NurM).

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Bukan Cuma Urusan Pemerintah, IFSRC Buka Jalur Baru Diplomasi Indonesia–Tiongkok
GCI dan Masa Depan Hubungan Indonesia–Tiongkok Dibahas di Jakarta
Berita ini 31 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Kamis, 17 September 2026 - 08:45 WIB

DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB