SUARAMUDA, JAKARTA – Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) akan menyelenggarakan Rakernas II di Provinsi Lampung, pada tanggal 20 s.d 22 Desember 2024 mendatang.
Berdasarkan rilis yang diterima suaramuda.net, Rakernas tersebut akan diikuti oleh 500 peserta yang terdiri Pengurus PBMA, PWMA, PDMA, Pendidikan Tinggi Mathla’ul Anwar serta Perguruan Mathla’ul Anwar seluruh Indonesia.
Peserta Rakernas juga diikuti oleh 4 badan otonom yang ada dilingkungan Mathlaul Anwar, antara lain; Muslimat Mathla’ul Anwar, Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Himpunan Mahasiswa Mathla’ul Anwar, dan Ikatan Pelajar Mathla’ul Anwar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rakernas Muslimat Mathla’ul Anwar
Diwaktu yang sama, Pimpinan Pusat Muslimat Mathla’ul Anwar juga akan menyelenggarakan Rakernas tersendiri di tempat dan waktu yang sama.
Menurut panitia pelaksana, ada beberapa agenda penting yang akan dibahas di dalam Rakernas tersebut. Agenda itu, antara lain di bidang keorganisasian yang akan mengidentifikasi dan jalin kerjasama dengan komunitas internasional yang relevan.
Selain itu, agenda Rakernas juga akan menyelenggarakan forum tahunan untuk kolaborasi internasional, ciptakan platform digital untuk komunikasi lintas negara.
Dalam bidang kebijakan internal, PB Mathla’ul Anwar juga akan merancang struktur organisasi untuk pusat kajian strategis, merekrut tenaga ahli dalam bidang pendidikan dan teknologi dan mengiplementasikan program kajian berbasis kebutuhan organisasi.

Mendirikan Kampus
Rencana pendirian Perguruan Tinggi di Lampung juga menjadi agenda dalam gelaran Rakernas itu. Untuk memenuhi persyaratan, PB Mathla’ul Anwar akan melakukan riset kebutuhan lokal untuk perguruan tinggi di Lampung.
Ormas yang pernah menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) itu juga akan membangun kemitraan dengan pemerintah daerah dan universitas lain.
Lalu, mengajukan izin dan mulai pembangunan infrastruktur kampus dan mulai operasional dengan program studi unggulan.
Para pengurus berkomitmen, akses pendidikan akan terus ditingkatkan dengan melakukan survei untuk mengidentifikasi kebutuhan infrastruktur, mengajukan anggaran kepada pemerintah dan mitra swasta dan bangun fasilitas pendidikan di daerah terisolir.
Sedangkan untuk sertifikasi dan insentif guru, PB Mathla’ul Anwar akan mengidentifikasi guru yang belum tersertifikasi atau menerima insentif, kemudian mengajukan usulan resmi ke Kementerian Pendidikan. Serta, menyediakan pendampingan untuk proses sertifikasi.
Berkenaan dengan terbatasnya platform dakwah berbasis teknologi, Ormas Mathla’ul Anwar juga akan merancang platform dakwah digital yang inklusif, mengadakan pelatihan pembuatan konten digital untuk dai local dan monitor efektivitas platform melalui data engagement.
Dalam bidang sosial, PB Mathla’ul Anwar akan menjalin kerjasama dengan Kemendikdasmen, Kemenag dan Menko Pangan. Tujuannya, untuk implementasi program makan bergizi gratis, yakni dengan membangun kantin sehat di sekolah-sekolah yang nantinya akan melibatkan UMKM lokal.
Visi lain dari Mathla’ul Anwar adalah dengan berupaya membangun pusat pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, kemudian mengadakan pelatihan keterampilan untuk usaha mikro berbasis komunitas dan kolaborasi dengan koperasi untuk pembiayaan modal usaha.
Untuk diketahui, K.H Mas Abdurahman bin Mas Jamal merupakan salah satu tokoh cikal bakal berdirinya organisasi masaa Islam Mathla’ul Anwar.
Ulama Menes Banten lain yang terlibat dalam pendirian organisasi ini antara lain K.H. E. Mohammad Yasin, K.H. Tb. Sholeh Kananga, Kyai Tb. Rusydi serra beberapa ulama lainnya.
Selayaknya NU atau Muhammadiyah, Mathla’ul Anwar juga bergerak dalam bidang pendidikan, dakwah dan sosial. Bahkan, sejak awal pendiriannya Mathla’ul Anwar telah ikut membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Terdapat 3 universitas, 1000 lebih lembaga madrasah dan sekolah, pondok-pondok pesantren serta majelis ta’lim yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. (NurM).













Komentar