Kreasi Budaya Bimantara Indonesia: Perform Tari Grebeg Sabrang Sudah Bagus, Tapi Butuh Sentuhan Lagi Agar Makin Memukau

- Penulis

Senin, 18 November 2024 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, MALANG — Kreasi Budaya Bimantara Indonesia Gala Lestari: Kakembangan Panji Aji Rogo belum lama ini menggelar berbagai perlombaan yang dipusatkan di Pendopo Agung Kabupaten Malang, atau lebih tepatnya di depan alun-alun, Minggu (17/11/2024).

Lomba yang digelar selama dua hari itu, terdiri atas lomba lukis untuk anak TK dan SD/sederajat dengan kategori usia 4-6 tahun, usia 7-9 tahun serta usia 10-12 tahun yang diselenggarakan pada Sabtu (16/11/2024).

Kemudian untuk hari kedua terdiri dari lomba tari untuk SMP/sederajat, SMA/sederajat, serta umum dengan kategori tari tradisional Jawa Timur dan tari Topeng Malangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fliyer lomba oleh Kreasi Budaya Bimantara Indonesia Gala Lestari/ foto: istimewa

Ditinjau dari tempatnya, lokasi digelarnya perlombaan ini tergolong strategis. Sebab, selain berada di alun-alun Malang, letak Pendopo Agung juga berdampingan dengan Ramayana Mall.

Sehingga, sangat memungkinkan keluarga, saudara, teman atau yang lain ‘berjalan-jalan’ terlebih dahulu sembari menanti giliran perform.

Kritik atas Tari Grebeg Sabrang

Terkait dengan lomba tari, sebagai informasi, tari Topeng Malangan atau tari Grebeg Sabrang merupakan tarian khas Malang yang menggambarkan Ksatria Sabrang yang gagah berani, berwatak “brangasan”, namun berjiwa luhur.

Baca Juga :  Apakah Zohran Mamdani, Politisi Muslim AS Pemenang Pilwakot New York Keturunan Orang Jawa?

Tarian ini memiliki sifat gagah yang ditunjukkan melalui gerak yang bervolume besar. Properti yang di gunakan pun berupa ‘topeng sabrang’ dengan berbagai warna, seperti kuning, merah, biru, dan putih, serta sampur dan gongseng.

Sayangnya, perform atau penampilan peserta nomor 3 yang membawakan tari Grebeg Sabrang tampak belum sepenuhnya merepresentasikan esensi kegagahan yang seharusnya menjadi ciri khas tarian ini.

Gerakan yang disajikan terlihat kurang mantap dan tidak menunjukkan energi atau semangat yang kuat, sehingga esensi dari tari ini sedikit memudar.

Perform Tari Grebeg Sabrang/ dok: istimewa

Selain itu, kekompakan kelompok juga tampak kurang solid. Terlihat dari gerakan yang tidak sinkron, serta adanya anggota yang tampak kurang menguasai koreografi, sehingga keselarasan keseluruhan tarian terganggu dan mengurangi daya tariknya.

Sebagai masukan, penting bagi kelompok untuk lebih memperhatikan koordinasi antar anggota dan melatih koreografi secara mendalam agar gerakan dapat dilakukan dengan percaya diri dan penuh ekspresi.

Baca Juga :  Presiden BEM Politeknik Medica Farma Husada Mataram Terpilih: Tidak Ada Kemenangan Individu dalam Sebuah Perjuangan

Pendalaman terhadap karakter tarian, khususnya aspek kegagahan, juga bisa menjadi fokus utama agar penampilan ke depannya mampu membawa semangat dan makna yang lebih kuat.

Meski demikian, secara keseluruhan dari aspek visual seperti penampilan antara lain kostum, kelengkapan properti, dan pola lantai, sudah dieksekusi dengan sangat baik.

Kostum yang dikenakan mampu mendukung karakter tarian, properti yang digunakan melengkapi cerita, dan pola lantai yang diterapkan menunjukkan kreativitas serta kedisiplinan dalam pengaturan ruang.

Hanya saja, kekompakan dan karakter gagah dalam pembawaannya perlu ditingkatkan lagi. Sebab, tarian ini sejatinya memerlukan kekompakan dan kegagahan.

Sehingga, perform yang disuguhkan oleh tim atau kelompok menjadi lebih memukau dan mampu meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton. Ayo, terus semangat! (Red)

Penulis: Marsa Salsabila Majid, mahasiswi Prodi Seni Tari dan Musik, Fakultas Sastra, Universitas Negeri Malang

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
Staycation Seru di Montera Glamping Lembang
Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Pameran Budaya Indonesia Tampilkan 400 Karya Seni dan Foto Nusantara di Rusia
Menyulam Kebhinekaan dalam Irama Borneo
Berita ini 32 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 09:01 WIB

Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya

Rabu, 16 September 2026 - 18:44 WIB

Staycation Seru di Montera Glamping Lembang

Sabtu, 12 September 2026 - 15:04 WIB

Chiko Silitonga Tuangkan Kisah Personal Lewat Single “Sementara atau Selamanya”

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Jumat, 11 September 2026 - 13:22 WIB

TEP UI Dorong Hilirisasi Pala Berbasis Riset Melalui Uji Laboratorium

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB