Pesantren Harus Menjamin Suasana Aman dari Ancaman Bullying bagi Santri

- Penulis

Kamis, 31 Oktober 2024 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURAKARTA, SUARAMUDA
Pesantren sebagai lembaga pendidikan agama diharapkan mampu menciptakan lingkungan aman bagi para santri dari segala bentuk tindakan merendahkan martabat, termasuk bullying.

Hal ini disampaikan oleh Fathurrahman Husen, M.Si, Ketua Bidang Pengabdian Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam (PUSKOHIS) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said (RMS) Surakarta, dalam Seminar Nasional bertajuk “Pesantren sebagai Wadah Pendidikan Karakter: Upaya Pencegahan Bullying melalui Pendekatan Syariah dan Hukum Nasional” di Aula Fakultas Syariah UIN RMS. Senin,28/10/2024.

Fathurrahman menekankan bahwa pesantren memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar mengajarkan ilmu agama.

“Pesantren harus menjadi tempat yang membangun karakter santri yang kuat dan berakhlak, sesuai konsep maqasid al-shariah (tujuan-tujuan syariah), yang menitikberatkan pada perlindungan jiwa dan kehormatan manusia,” jelasnya di hadapan peserta seminar yang diikuti mahasiswa, santri, dan praktisi hukum.

Menurutnya, pesantren harus menjadi tempat yang menjamin keamanan dan penghormatan bagi setiap santri. Pendekatan maqasid ini, lanjutnya, mendorong pesantren untuk melindungi integritas dan martabat individu dari perilaku merendahkan, seperti bullying.

Sistem perlindungan ini tidak hanya menanamkan nilai-nilai Islam, tetapi juga mencegah kekerasan dalam lingkungan pesantren.

Selain itu, Fathurrahman menggarisbawahi pentingnya regulasi internal berbasis syariah di pesantren yang selaras dengan prinsip-prinsip dalam Undang-Undang Perlindungan Anak dan hukum nasional.

Dengan aturan tersebut, pesantren diharapkan tidak hanya mendidik tetapi juga melindungi santri, sehingga menciptakan miniatur masyarakat yang adil, tertib, dan harmonis.

KH Syahrul Afrizal Sitorus, pengasuh Pondok Pesantren Darul Quran di Medan, juga menyoroti pentingnya perspektif syariah dalam menangani bullying.

“Alquran dan Hadis mengajarkan pentingnya menjaga kehormatan dan martabat sesama manusia,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penerapan nilai-nilai Islami seperti menghormati sesama dan melarang perbuatan zalim merupakan solusi efektif untuk menghapus budaya bullying di pesantren.

Sementara itu, Seno Aris Sasmita, M.H., dosen Fakultas Syariah UIN RMS, menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam membentuk karakter santri melalui pendidikan nilai, seperti menghargai perbedaan, empati, dan toleransi.

“Pesantren memiliki peran besar dalam menanamkan karakter kuat pada santri. Ini bukan hanya tugas akademis, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mereka,” ujarnya.

Seminar ini merupakan rangkaian peringatan Hari Santri 2024. Para peserta, termasuk mahasiswa dan praktisi hukum, nampak antusias berdiskusi tentang strategi praktis untuk mencegah bullying di lingkungan pendidikan Islam.

Forum ini diharapkan memberikan inspirasi bagi pesantren di seluruh Indonesia untuk memperkuat peran mereka dalam membina generasi santri yang berakhlak mulia, aman, dan saling menghormati. (ida)

Baca Juga :  “LENTERA SEHAT”: Mahasiswa KKN Unhas Ajak Warga Batu-Batu Cegah Penyakit Menular Lewat Lingkungan Bersih

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga :  Belum Semua Pesantren Pahami Tindak Pidana Bullying
Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB