‘Ghibah’ Soal Jalan Mijen yang Sering Macet, Yoyok Sukawi Siapkan Tim Pengkaji Urai Persoalan Warga

- Penulis

Jumat, 18 Oktober 2024 - 01:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Calon Wali Kota Semarang nomor urut 2 Yoyok Sukawi, mendengarkan keluhan warga Kecamatan Mijen tentang kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Khususnya saat jam-jam sibuk, seperti pagi hari dan sore hari.

Warga mengeluhkan beberapa ruas jalan di Kecamatan Mijen sering mengalami kemacetan parah, terutama di Jalan RM Hadisoebeno Sosro Wardoyo, seperti yang sempat viral di media sosial.

Mendengar hal ini, Yoyok Sukawi pun langsung turun ke lapangan untuk memantau situasi dan mendengarkan langsung aspirasi warga Mijen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Betes, salah satu warga Jatisari Kecamatan Mijen mengungkapkan, bahwa Jalan Raya Mijen dan Jalan RM Hadisoebeno Sosro Wardoyo menjadi langganan macet akibat ruas jalan yang sempit.

“Ruas jalan sempit, dari tahun 2004 sampai 2024 sekarang belum ada pelebaran jalan. Ada pelebaran jalan paling hanya setengah meter saja,” ujarnya.

Ia berharap Wali Kota Semarang ke depan dapat memprioritaskan peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Mijen. Termasuk, kalau perlu pelebaran jalan disesuaikan dengan kepadatan arus lalu lintas.

Baca Juga :  Ratusan Warga Meriahkan Penutupan Pekan Olahraga PAWARGARI 2025

“Harapan kami ada perluasan jalan, karena volume kendaraan juga terus meningkat,” tambahnya.

Senada dengan Betes, Heri, warga asli Mijen, juga mengeluhkan kemacetan yang sering terjadi di beberapa ruas jalan di Kecamatan Mijen.

“Seperti di Jalan RM Hadisoebeno Sosro Wardoyo ini, kalau pagi langganan macet, sore juga menjadi langganan macet,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan ini, Yoyok Sukawi berkomitmen melakukan pembenahan dan peningkatan infrastruktur jalan di setiap sudut Kota Semarang, termasuk Kecamatan Mijen. Pembangunan akan lebih merata, termasuk menyasar wilayah pinggiran Kota Semarang.

“Komitmen kami Yoyok-Joss akan melakukan pembenahan infrastruktur jalan di setiap sudut Kota Semarang termasuk di wilayah pinggiran seperti Kecamatan Mijen,” kata Yoyok Sukawi setelah berbincang dengan warga sekitar di sebuah warung angkringan di tepi Jalan RM Hadisoebeno Sosro Wardoyo, Rabu, 16 Oktober 2024.

Menurut Yoyok Sukawi, peningkatan infrastruktur jalan merupakan hal penting untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mengurai kemacetan yang masih terjadi di beberapa sudut Kota Semarang. Selain pelebaran jalan, dirinya juga akan memperbaiki pelayanan transportasi umum, sehingga menjangkau wilayah-wilayah permukiman di kawasan pinggiran. Agar penggunaan transportasi pribadi bisa diminimalisir, dan masyarakat nyaman menggunakan transportasi umum.

Baca Juga :  Komunitas Peci Ireng Deklarasi Dukung Luthfi-Yasin, Siap Kolaborasi dengan Relawan Yoyok-Joss di Pilgub dan Pilwalkot Semarang

“Seperti hari ini kami melakukan tinjauan kemacetan di Mijen, kita identifikasi memang jalan yang ada juga kurang lebar, sementara volume lalu lintas juga sangat tinggi di jam tertentu. Ini perlu dicarikan solusi,” jelasnya.

Yoyok menekankan perlunya kajian lebih lanjut untuk menyelesaikan masalah kemacetan yang ada. Tak hanya di Mijen, tapi di beberapa wilayah lain seperti Tembalang, Pedurungan, Genuk dan lainnya.

“Perlu ditata sedemikian rupa, dengan kajian yang terbaru. Sehingga bisa mengurai persoalan kemacetan. Mungkin nanti jalan akan dilebarkan, penataan rambu-rambu lalu lintas juga perlu dibenahi, dan penambahan transportasi umum yang menjangkau ke wilayah permukiman,” tambahnya. (**)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarang Makin Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional, Persiapannya Sudah 80 Persen
Festival Balon Wonosobo Disorot, Saat Ikon Budaya Bersinggungan dengan Program Politik
Dihadapan Ormas Keagamaan se-Kota Semarang, Ketua FKUB: Persoalan Lingkungan dan Bencana Tanggung Jawab Bersama
Gemuruh Semangat di Sukoharjo, Ratusan Ksatria Penjaga Ulama Resmi Sandang Baret Kebesaran Banser
UCC Terboyo Diproyeksikan Jadi Mesin Ekonomi Baru Kota Semarang
Collabs! FKUB Kota Semarang-FORPELA Gelar Dialog Perempuan Lintas Agama untuk Semarang yang Harmonis dan Inklusif
Trans Jateng Akhirnya Masuk Batang! Mulai Ngebut 2028, Feeder Langsung Tembus KITB
Korwil Ikadin Jateng Apresiasi Regenerasi Pengurus, Dorong Soliditas Organisasi dan Penegakan Hukum
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Semarang Makin Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional, Persiapannya Sudah 80 Persen

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Festival Balon Wonosobo Disorot, Saat Ikon Budaya Bersinggungan dengan Program Politik

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:35 WIB

Dihadapan Ormas Keagamaan se-Kota Semarang, Ketua FKUB: Persoalan Lingkungan dan Bencana Tanggung Jawab Bersama

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Gemuruh Semangat di Sukoharjo, Ratusan Ksatria Penjaga Ulama Resmi Sandang Baret Kebesaran Banser

Selasa, 11 Agustus 2026 - 08:10 WIB

UCC Terboyo Diproyeksikan Jadi Mesin Ekonomi Baru Kota Semarang

Berita Terbaru

KILAS GLOBAL

Ratusan Diaspora Indonesia di Tunisia Semarakkan HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:10 WIB