Inilah Sosok Hana, Mahasiswa UI Peraih Juara Young Scientist Award 2024 di Jerman

- Penulis

Senin, 7 Oktober 2024 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, JAKARTA – Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dari Program Studi Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Fakultas Kesehatan Masyarakat Hana Fajrianti berhasil meraih Juara 1 dalam kompetisi Young Scientist Award pada ajang The 12th International Conference Working on Safety (WOS) 2024 yang diadakan di Dresden, Jerman.

Hana adalah satu-satunya perwakilan asal Indonesia dari 300 peserta yang berasal dari 43 negara di dunia. Ia datang dengan mempresentasikan penelitian berjudul “Optimizing Subcontractor Selection Processes: Integrating Occupational Health and Safety Criteria in Indonesian Construction Industry”.

Penelitian Hana mengangkat permasalahan dalam proses pemilihan subkontraktor di Indonesia, di mana aspek biaya sering lebih diutamakan daripada keselamatan kerja, yang berakibat pada tingginya angka kecelakaan konstruksi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penelitian ini mengintegrasikan kriteria K3 ke dalam proses dua tahap, yakni prakualifikasi (K3, teknis, administratif) dan kualifikasi (persaingan harga), sangatlah penting untuk meningkatkan standar keselamatan,” ujar Hana seperti dikutip dari Kompas.com, Minggu (6/10/2024).

Hasil Penelitian Hana

Baca Juga :  Semarak Pesta Nama Santo Yosef, Siswa Sekolah Kompleks Santo Yosef Tarakanita Surabaya Gelar Even Memukau

Hasil penelitian Hana menunjukkan bahwa 46,2 persen subkontraktor hanya memenuhi 27,6 persen kriteria K3. Sementara 40,3 persen lainnya memenuhi 56,3 persen kriteria K3. Dan hanya 13,4 persen subkontraktor yang sepenuhnya patuh pada standar keselamatan.

Ia menemukan bahwa keterbatasan sumber daya dan ketergantungan pada kontraktor utama adalah faktor utama yang memengaruhi kepatuhan subkontraktor terhadap standar K3. Selain itu, nilai kontrak yang rendah juga mengurangi kesadaran subkontraktor terhadap kriteria keselamatan.

“Setelah prakualifikasi, kontraktor utama seharusnya membantu subkontraktor meningkatkan praktik K3 untuk memenuhi standar SMK3 serta memastikan keselamatan di semua ukuran kontrak,” ungkapnya.

Dalam proses penjurian, penelitian Hana dinilai unggul dalam berbagai aspek. Seperti relevansi dengan isu keselamatan kerja, inovasi, manfaat aplikasi, dan kemampuan penerapan di berbagai konteks.

Nilai Tertinggi

Penelitian Hana mendapat nilai tertinggi dari dewan juri yang terdiri dari Prof. Thomas Behrens dari DGUV Jerman; Mary Ogungbeje dari IOSH Inggris; serta Ing. Mag. Christian Schenk dari Austrian Social Insurance for Occupational Risks, Austria.

Baca Juga :  Festival FISIP 2024 Ditutup dengan Inagurasi dan Gelar Budaya Nusantara, Emang Bisa? Cek, Kawan!

Kompetisi Young Scientist Award 2024 merupakan bagian dari The 12th International Conference Working on Safety yang diinisiasi oleh German Social Accident Insurance (DGUV), bertujuan menginspirasi generasi muda yang bersemangat memberikan kontribusi di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.

Prestasi ini pun disambut dengan penuh kebanggaan oleh Dekan FKM UI, Prof. dr. Mondastri Korib Sudaryo, M.S., D.Sc.

“Alhamdulillah wa syukurillah, kami turut berbahagia atas prestasi yang cemerlang dan membanggakan fakultas serta universitas. Besar harapan kami, prestasi ini akan menginspirasi para mahasiswa FKM UI lainnya untuk semakin percaya diri dan gigih menampilkan karya-karya terbaik mereka di kancah internasional,” ungkap Mondastri.

Ia menekankan pentingnya pencapaian ini dalam meningkatkan reputasi FKM UI di tingkat internasional.

“Mahasiswa FKM UI yang unggul akan berperan sangat penting sebagai duta ilmu kesehatan masyarakat Indonesia yang sekaligus akan memperkuat reputasi dan branding institusi FKM UI, di tingkat nasional dan juga global,” tandas Prof. Mondastri. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 17 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB