“Kreak-kreak” yang Terdiri dari 19 Gangster Bubar, Apakah Kota Semarang Kembali Aman?

- Penulis

Rabu, 2 Oktober 2024 - 00:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, KOTA SEMARANG – Sedikitnya ada 19 kelompok gangster di Kota Semarang menyatakan bubar setelah sebelumnya disorot tajam oleh masyarakat karena acapkali membuat resah, tawuran, bahkan memakan korban.

Terkait pembubaran itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, memimpin langsung deklarasi pembubaran kelompok gangster di Aula Lantai 3 Mapolrestabes Semarang pada Selasa (1/10/2024) siang.

Pada deklarasi pembubaran kelompok gangster, dilakukan dengan pembacaan deklarasi yang diikuti oleh seluruh anggota gangster. Kemudian “kreak-kreak” yang sebelumnya telah diamankan kemudian menyerahkan seluruh atribut kelompok mereka kepada pihak kepolisian. Mereka juga menandatangani naskah deklarasi pembubaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para “kreak” anggota gangster dan ketuanya tersebut berjanji tidak akan tawuran lagi dan tidak membuat resah warga masyarakat. Mereka juga meminta maaf kepada warga Kota Semarang atas dampak negatif dari perbuatan yang telah mereka lakukan.

Sementara itu, deklarasi pembubaran gangster Kota Semarang itu turut dihadiri oleh Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Baca Juga :  Sah, 50 Anggota DPRD Kota Semarang Periode 2024-2029 Resmi Dilantik!
Ilustrasi penangkapan kreak di Kota Semarang/ dok: istimewa

Mengarah pada Kasus Kriminal

Kapolrestabes menyebut fenomena gangster di Kota Semarang bukan sekedar bentuk kenakalan remaja yang menimbulkan keresahan masyarakat, tapi perbuatan mereka sudah mengarah ke tindakan kriminal dengan membawa sajam serta menimbulkan banyak korban. Hal ini membuat petugas harus mengambil tindakan tegas dengan mengambil langkah hukum.

“Mereka sudah mengarah ke tindakan kriminal membawa sajam bahkan melakukan tawuran menimbulkan kerugian nyawa luka. Hal itu adalah efek daripada fenomena gengster di Kota Semarang. Yang pasti gangster kemudian memunculkan peristiwa yang memaksa para penegak hukum untuk melakukan upaya penindakan,” ungkapnya.

Pembinaan Bersama

Kapolrestabes berharap peran keluarga dan lingkungan sekolah bisa melakukan pembinaan terhadap para anaknya dalam rangka mencegah dan terulangnya peristiwa yang meresahkan tersebut.

“Kami berharap, peran keseluruhan untuk melakukan pembinaan melakukan pencegahan jangan sampai kemudian peristiwa yang akhir ini fenomena terbentuknya gangster di Semarang berbagai namanya itu tidak muncul kembali,” tegasnya.

Baca Juga :  Jateng Jalin Kerja Sama Penguatan Bidang Kelautan dan Perikanan dengan Fujian

Pihaknya akan terus memantau gangster-gangster yang telah menyatakan bubar itu. Terhadap kelompok lain yang belum bubar, kepolisian akan melakukan pendekatan melalui lingkungan sekitarnya untuk segera bubar.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto menyambut baik deklarasi pembubaran gangster yang dilakukan Polrestabes Semarang. Ia meminta polres jajaran di Polda Jateng juga melakukan hal yang sama dan menggiatkan patroli.

“Kita juga akan melakukan giat patroli secara besar dan hal itu untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat kota semarang dan hari ini akan ditindaklanjuti oleh Polres jajaran lain. Diharapkan ini akan memberikan jaminan kenyamanan masyarakat kota semarang dan akan kita sampaikan, kita tularkan ke Kapolres jajaran Polda Jateng,” jelasnya.

Pertanyaan dari netizen dan warga Kota Semarang, apakah setelah “kreak-kreak” diamankan, dan gangster dibubarkan, Kota Semarang jadi kembali aman? (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dwi Sangita: Kongres XX IPPNU Harus Jawab Tantangan Pelajar Perempuan
Ketua IPPNU Jateng: Ratusan Kader Dikerahkan untuk Matangkan Persiapan Kongres XX di Kendal
Pantura Jateng Mau Dipagari Tanggul Raksasa, Tapi Bukan Cuma Beton!
Amelia Anggraini Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketahanan Masyarakat di Era Digital
Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo
Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
Berita ini 34 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Dwi Sangita: Kongres XX IPPNU Harus Jawab Tantangan Pelajar Perempuan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Ketua IPPNU Jateng: Ratusan Kader Dikerahkan untuk Matangkan Persiapan Kongres XX di Kendal

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Pantura Jateng Mau Dipagari Tanggul Raksasa, Tapi Bukan Cuma Beton!

Selasa, 29 September 2026 - 14:05 WIB

Amelia Anggraini Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Ketahanan Masyarakat di Era Digital

Selasa, 29 September 2026 - 09:45 WIB

Harmoni Dakwah dan Seni Inklusif: BAZNAS RI Bersama Yayasan Kiblat Abinaya Semai Harapan Baru bagi Disabilitas dan Kaum Marjinal Sukoharjo

Berita Terbaru

Salah satu destinasi wisata di Pulau Bali. (Gambar: pinterest)

KABAR NUSANTARA

Bali Jadi Tuan Rumah New Asia Forum, Indonesia Bidik Investor Kelas Kakap

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:02 WIB