Pemberdayaan Disabilitas di Desa Puron, Langkah Nyata Menuju Desa Inklusif

- Penulis

Senin, 30 September 2024 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA, SUKOHARJO — Diinisiasi Lakpesdam NU Kabupaten Sukoharjo, Pemerintah Desa Puron, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, melangkah maju dengan menggelar Workshop bertajuk “Pemberdayaan Disabilitas: Mewujudkan Aksesibilitas dan Partisipasi dalam Pembangunan Desa”, Senin (30/9/2024).

Dihadiri 55 peserta dari berbagai unsur masyarakat, kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini bertempat di aula pertemuan Balai Desa Puron, acara tersebut dihadiri oleh 55 peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Dalam workshop ini, hadir perwakilan dari Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemuda, Perempuan, Penyandang Disabilitas, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta kelompok rentan lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Lakpesdam NU Kabupaten Sukoharjo, Muhammad Zainuddin, dalam sambutannya, menekankan bahwa pemberdayaan disabilitas merupakan salah satu agenda penting dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat desa.

“Pemberdayaan ini bukan sekadar formalitas, tetapi komitmen nyata untuk mewujudkan desa yang inklusif, di mana penyandang disabilitas mendapatkan ruang untuk berpartisipasi aktif,” ujarnya.

Baca Juga :  Berakhir! Pengunjung Jateng Fair 2025 Naik 300 Persen, Transaksi Tembus Rp 4,5 Miliar

Kepala Desa Puron, Wahyu Riyanto, turut menegaskan, Desa Puron akan terus berupaya menyediakan infrastruktur dan kebijakan yang mendukung penyandang disabilitas.

“Kami berkomitmen untuk mewujudkan Desa Puron yang ramah disabilitas, di mana setiap warga desa, tanpa terkecuali, memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam proses pembangunan,” katanya.

Hadir Dua Narasumber

Ada dua narasumber yang hadir dalam workshop ini, yakni praktisi hukum sekaligus advokat Agus Sumarsono dan Ketua Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan, Rahadi.

Sebagai pemateri pertama, Agus Sumarsono dalam pemaparannya menyampaikan materi kepemimpinan dan partisipasi penyandang disabilitas dalam pembangunan desa. Ia menekankan pentingnya memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk terlibat aktif dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan desa.

Selain itu, ia juga membahas tentang kampanye kesadaran masyarakat tentang aksesibilitas dan inklusi, serta strategi pembentukan kelompok usaha mandiri penyandang disabilitas.

Sementara itu, Rahadi lebih bicara pada keterampilan usaha kreatif bagi penyandang disabilitas serta pentingnya pembangunan infrastruktur desa yang ramah pada kaum disabilitas.

Baca Juga :  Bandara Ahmad Yani Semarang Dinobatkan sebagai Bandar Udara Sehat 2024: Sungguh?

Ia menggarisbawahi bahwa pelatihan keterampilan usaha kreatif akan memberikan peluang ekonomi bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara finansial dan berkontribusi pada ekonomi desa. Dikatakan pula, infrastruktur yang ramah disabilitas juga menjadi faktor penting untuk memastikan partisipasi penuh mereka.

Sesi workshop diakhiri dengan diskusi interaktif, di mana para peserta antusias mengajukan pertanyaan dan berbagi pengalaman. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul berkisar pada tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas di desa, serta cara-cara untuk meningkatkan partisipasi mereka dalam pembangunan.

Workshop ini menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen pemerintah dan masyarakat Desa Puron untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi semua warganya, tanpa terkecuali.

“Masyarakat yang inklusif adalah masyarakat yang kuat, di mana tidak ada satu pun yang tertinggal,” tegas Zainuddin saat menutup acara. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 5 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB