“Nguri-uri” Bahasa Jawa, Warga di Purworejo Diajari Panata Cara Berbahasa Jawa

- Penulis

Kamis, 26 September 2024 - 00:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA — Sebanyak 50 warga Kelurahan Pangenjurutengah Kabupaten Purworejo semangat mengikuti pelatihan panata cara atau pembawa acara menggunakan Bahasa Jawa. Selain itu mereka juga dilatih menyampaikan pidato dalam Bahasa Jawa atau medhar sabda.

Pelatihan yang diadakan di Balai Kelurahan pada Selasa (24/9/2024) itu digelar pagi hingga sore hari. Peserta berasal dari 10 RW yang ada di Kelurahan Pangenjurutengah, termasuk Ketua RT serta pengurus PKK.

Dibimbing oleh panata cara asal Purworejo, Priyo Harimurti, peserta diberi pencerahan, termasuk beberapa kata atau kalimat yang salah kaprah namun sering digunakan.

Dalam pemaparannya, Priyo juga menerangkan tata cara atau sikap menjadi pembawa acara, cara mengatasi grogi, serta perlunya menyiapkan kisi-kisi atau contongan.

Menurutnya, menjadi panata cara itu harus tatag, teteg, tangguh, dan yakin. Meski pelatihan berlangsung hingga enam jam, namun peserta antusias mengikutinya. Tak hanya teori, para peserta juga melakukan praktik menjadi panata cara termasuk membaca naskah acara berbahasa Jawa .

Baca Juga :  Grebeg Besar Demak, Refleksi Harmoni Budaya dan Tantangan Modernitas

Membersamai warganya, Lurah Pangenjurutengah, Widodo, mengatakan pelatihan yang diadakan oleh Seksi Pemberdayaan itu didanai dari APBD Tahun 2024.

“Pelatihan dilakukan agar warga lebih tahu tentang panata cara dan medhar sabda. Harapannya agar lebih banyak warga yang mampu menjadi MC dalam kegiatan di wilayah Kelurahan Pangenjurutengah,” ungkapnya. (Red/ sumber: Purworejo News)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Berita ini 1 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:05 WIB

Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB