Busyed, dah! Kata OJK Gen Z dan Milenial Sumbang 37,17 Persen Kredit Macet Via Pinjol, Benar Engga?

- Penulis

Rabu, 11 September 2024 - 15:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan generasi Z dan milenial berkontribusi pada kredit macet sebesar 37,17 persen untuk fintech peer-to-peer (P2P) lending atau pinjaman daring. Kriteria usia gen Z dan milenial itu di kisaran 19 hingga 34 tahun.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman dalam konferensi pers menyebut porsi wanprestasi 90 hari atau TPW 90 untuk gen Z dan milenial ini yang kami kategorikan di usia 19 sampai 34 tahun itu adalah 37,17 persen, “jelasnya, saat konferensi pers, Jumat, 6 September 2024 lalu.

Baca Juga :  Begini Kisah Rakha, Umur 19 Tahun Udah Lulus S1 dari ITB yang Kini Siap "Fast Track" S2

OJK juga telah meminta layanan pinjaman online untuk memberikan peringatan kepada pengguna untuk menghindari risiko kredit macet. Agusman mengatakan peringatan itu bisa dimunculkan di halaman utama aplikasi pinjaman online.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mudah-mudahan pendekatan ini akan membantu untuk menyeleksi gen Z dan milenial dan siapa pun juga yang ingin bertransaksi di peer to peer lending untuk lebih sadar dari awal risiko yang akan dihadapi,” kata Agusman.

OJK juga mengusulkan kalimat peringatan itu juga memuat pesan hati-hati dan meminta agar pengguna bijak dalam bertransaksi agar menghindari kredit macet. Masyarakat perlu berhati-hati lantaran transaksi ini berisiko tinggi.

Baca Juga :  100 Kiai Jateng Bentuk Presidium "Maklumat Sarang": Apakah Musyawarah Luar Biasa NU Bakal Jadi Kenyataan?

Siapa pun menurut Agusman, berpotensi alami kerugian atau kehilangan uang dengan berhutang jika tidak memiliki kemampuan membayar. “Pertimbangkan secara bijak sebelum bertransaksi,” kata Agusman.

Agusman mengatakan pembiayaan di pinjaman online pada Juli 2024 ini mencapai Rp 69,39 triliun. Angka ini diklaim meningkat 23,97 persen secara tahunan atau yoy.

Selain itu, Agusman mengatakan tingkat risiko kredit macet secara agregat di layanan pinjaman online kondisinya masih terjaga di posisi 2,53 persen pada Juli 2024. Angka ini lebih rendah daripada posisi pada Juni 2034 sebesar 2,79 persen. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Bloger dan Jurnalis Indonesia Rasakan Langsung 8 Hari Jadi Mahasiswa di Rusia
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:05 WIB

Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar

Berita Terbaru