Ketahuilah, Kawan! Ini 10 Ciri-Ciri Orang Tua ‘Strict Parents’, Jangan-jangan Kamu ‘Korbannya’?

- Penulis

Selasa, 20 Agustus 2024 - 14:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Tempo edisi 20 Agustus 2024 merilis artikel yang menarik. Ini berkenaan dengan ciri-ciri orang tua yang masuk kategori ‘strict parents’. Nah, ‘strict parents’ tuh apa sih, bro!?

Strict parents atau orang tua yang menerapkan disiplin ketat dikenal dengan pola asuh yang penuh aturan dan pengawasan.

Salah satu ciri-ciri strict parents adalah memiliki kontrol yang kuat atas berbagai aspek kehidupan anak, mulai dari aktivitas sehari-hari hingga keputusan besar seperti pendidikan dan pergaulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir dari Parenting for Brain, dalam psikologi, strict parents diartikan sebagai mereka yang menetapkan standar dan tuntutan tinggi bagi anak-anak mereka serta bersikap otoriter. Sayangnya, banyak orang tua yang tegas cenderung menjadi orang tua yang keras.

Ada banyak alasan mengapa orang tua menerapkan pola asuh strict parents. Ada yang karena niat baik dan ada pula yang karena kepentingan pribadi.

Tapi biasanya, alasan di balik pola asuh strict parents adalah keinginan untuk menghindari membesarkan anak yang tidak patuh.

Ciri-Ciri Strict Parents

Berikut adalah beberapa ciri umum dari orang tua yang ketat atau strict parents.

Baca Juga :  Dwi Nabila Andyani, Putri Kebudayaan Nusantara 2025: Melestarikan Budaya Bangsa

1. Memiliki Banyak Aturan Ketat dan Tuntutan
Strict parents cenderung menerapkan aturan serta banyak tuntutan dan jarang memberikan pengecualian. Anak-anak diharapkan untuk mematuhi semua aturan tanpa pertanyaan, dan pelanggaran terhadap aturan ini biasanya akan menghasilkan hukuman.

2. Menuntut Kepatuhan
Strict parents mengharapkan anak-anak untuk mematuhi harapan dan aturan mereka tanpa pertanyaan atau penjelasan. Mereka juga menekankan ketaatan sebagai nilai utama tanpa ruang untuk diskusi.

3. Mengontrol Anak Secara Penuh
Strict parents mengharapkan anak-anak untuk mematuhi harapan dan aturan mereka tanpa pertanyaan atau penjelasan. Mereka juga menekankan ketaatan sebagai nilai utama tanpa ruang untuk diskusi.

4. Memberi Hukuman
Orang tua yang ketat sering memberi hukuman pada anak yang melakukan pelanggaran aturan, sekecil apa pun. Tujuannya tujuan untuk memastikan bahwa anak belajar dari kesalahan mereka melalui konsekuensi yang keras.

5. Dingin dan Tidak Responsif
Orang tua yang ketat cenderung kurang menunjukkan kehangatan emosional, sering kali bersikap dingin dan tidak responsif terhadap kebutuhan emosional atau ekspresi perasaan anak-anak mereka.

Baca Juga :  Gokil Parah! Gegara Takut Disunat, Remaja 15 Tahun Dijemput Damkar

6. Menggunakan Kata-Kata yang Tajam dan Kasar
Dalam berkomunikasi, mereka mungkin menggunakan bahasa yang tajam atau kasar. Hal ini tentu dapat menyebabkan anak merasa tidak dihargai atau bahkan takut untuk berkomunikasi terbuka.

7. Tidak Melibatkan Anak dalam Pengambilan Keputusan
Strict parents biasanya tidak melibatkan anak-anak dalam proses pengambilan keputusan. Mereka menganggap bahwa anak-anak tidak memiliki kapasitas untuk membuat keputusan yang tepat atau memahami situasi sepenuhnya.

8. Ekspektasi yang Terlalu Tinggi dan Tidak Realistis
Mereka sering kali memiliki harapan yang sangat tinggi dan kadang-kadang tidak realistis terhadap prestasi atau perilaku anak-anak mereka, tanpa mempertimbangkan kemampuan atau kondisi anak yang sebenarnya.

9. Tidak Mengakui Kesalahan
Strict parents cenderung jarang mengakui kesalahan mereka sendiri. Bahkan ketika jelas salah, mereka tetap menegaskan bahwa mereka selalu benar dalam segala hal.

10. Merasa Selalu Benar
Mereka percaya bahwa mereka selalu benar dalam setiap situasi, dan keyakinan ini mendominasi interaksi mereka dengan anak-anak, membuat komunikasi menjadi satu arah dan kurang fleksibel. (Red/ tempo)

Ilustrasi: pinterest

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Berita ini 4 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB