Guys, Begini Taktik China Kuasai Industri Penerbangan

- Penulis

Minggu, 4 Agustus 2024 - 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Tekad China untuk menjadi negara adikuasa maskapai penerbangan dan kesediaannya untuk menggelontorkan banyak uang untuk upaya tersebut, memberikan ancaman terbesar bagi duopoli Airbus dan Boeing.

Centre for Strategic and International Studies, sebuah lembaga pemikir Amerika, memperkirakan bahwa pada tahun 2020 pemerintah China telah memberikan subsidi sekitar US$70 miliar kepada COMAC, perusahaan milik negara yang menjadi juara dirgantara, untuk mengembangkan C919, pesaing berbadan sempit untuk keluarga 737 MAX dan A320.

Dicetuskan pada tahun 2006, pesawat ini melakukan penerbangan pertamanya yang telah lama tertunda pada tahun 2017. COMAC kini telah mengirimkan enam pesawat tersebut kepada pelanggan, dan telah memesan lebih dari 1.000 pesawat lagi.

Namun, jangkauan dan kapasitas C919 masih jauh dari pesaingnya. Christian Scherer, bos bisnis pesawat komersial Airbus, menganggap COMAC sebagai pesaing serius, tetapi menunjukkan bahwa C919 tidak menawarkan teknologi atau fitur baru.

Bagi pesawat tersebut, menarik pembeli internasional akan sulit. Di luar pasar dalam negeri, hanya perusahaan rintisan di Brunei dengan pendukung China yang telah memesan C919.

Regulator penerbangan Barat akan berhati-hati dalam menyetujui jet baru dari produsen baru, dan politisi Barat dapat menggerutu tentang maskapai penerbangan domestik yang membeli pesawat Tiongkok.

Baca Juga :  Sino-Nusantara Institute Jembatani Pertemuan Delegasi Pemkot Heze, China dengan Pemkot Semarang

Bahkan jika COMAC memenuhi tujuannya untuk membuat 150 C919 setahun dalam waktu lima tahun, yang tampaknya ambisius, perusahaan itu akan tetap menjadi perusahaan kecil.

Cirium memperkirakan 1.800 jet jarak pendek akan terjual setiap tahunnya saat itu, yang berarti COMAC akan menyumbang kurang dari sepersepuluh dari total penjualan.

Boeing masih berharap dapat meningkatkan produksi 737 Max menjadi 50 unit sebulan pada tahun 2026. Airbus bermaksud untuk membuat 75 A320 sebulan pada tahun 2027. (Red)

Sumber: CNBC

Ilustrasi/ gambar: Pinterest

 

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Balon Wonosobo Disorot, Saat Ikon Budaya Bersinggungan dengan Program Politik
Daftar Calon Gubernur Bank Indonesia Pilihan Prabowo
Ronda Adat Manggarai Iringi Final KBCK Independen Cup, Gapura FC VS Langa FC
Kepala Daerah Pecah Kongsi, Wacana Pilkada Tanpa Wakil Kembali Mencuat
Empat Cabang Istimewa Desak PBNU Susun Peta Jalan Ekonomi Menuju Muktamar Ke-35
Yeww… Febrie Adriansyah Merasa Dikriminalisasi, Pakar Hukum: Buktikan di Pengadilan!
China Masuk Madura! Pulau Garam Disiapkan Jadi Pusat Industri Baru Jawa Timur?
Lulusan SMK Paling Banyak Menganggur, Kok Bisa?
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Festival Balon Wonosobo Disorot, Saat Ikon Budaya Bersinggungan dengan Program Politik

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:07 WIB

Daftar Calon Gubernur Bank Indonesia Pilihan Prabowo

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:53 WIB

Ronda Adat Manggarai Iringi Final KBCK Independen Cup, Gapura FC VS Langa FC

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Kepala Daerah Pecah Kongsi, Wacana Pilkada Tanpa Wakil Kembali Mencuat

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Empat Cabang Istimewa Desak PBNU Susun Peta Jalan Ekonomi Menuju Muktamar Ke-35

Berita Terbaru

KILAS GLOBAL

Ratusan Diaspora Indonesia di Tunisia Semarakkan HUT RI ke-81

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:10 WIB