Kenduri: Tradisi Leluhur yang Sarat Akan Nilai Sosial dan Keagamaan

- Penulis

Jumat, 2 Agustus 2024 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA – Salah satu upacara tradisional yang hingga saat ini masih banyak dilaksanakan adalah kenduri atau selametan. Peran upacara adat ini tak lain untuk mengingatkan manusia berkenaan dengan eksistensi dan hubungan dengan Sang Pencipta.

Eksistensi tradisio leluhur ini masih diakui serta dilaksanakan dengan baik di kalangan masyarakat, utamanya masyarakat pedesaan di Jawa. Meski, masing-masing menggelar dengan bentuk dan cara yang berbeda di setiap daerah.

Pun dengan istilahnya sangat beragam, sebagian daerah menyebut sebagai kenduri, selametan, kendiren, kepungan, bahkan orang-orang Semarang menyebutnya dengan istilah “pajatan”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditinjau dari aspek religi, kenduri serta beragam penamaan merupakan bentuk upacara adat dengan cara berkumpul bersama saudara, kerabat, sanak famili atau lainnya, untuk memanjatkan doa kepada Sang Pencipta.

Baca Juga :  Khutbah Jumat: Awali Tahun dengan Alhamdulillah, Astaghfirullah, dan Bismillah

Tentu, permohonan yang dipanjatkan bertujuan untuk meminta keselamatan dan mengabulkan apa yang diinginkan oleh si pemilik hajat. Adapun, gelaran upacara tradisional (yang mungkin identik dengan tradisi Jawa) itu dilakukan lewat berbagai macam acara seperti kelahiran bayi, pernikahan, upacara kematian, dan juga acara keagamaan lainnya.

Dalam praktiknya, masyarakat biasanya berkumpul dan mempersiapkan beragam jenis makanan dan minuman. Sebagian mereka menyajikan dalam sebuah wadah khusus berupa nasi tumpeng, lengkap berbagai macam jenis lauk seperti ayam ingkung, tempe, tahu, ikan asin serta sayuran (urab sayur dan/ gudangan).

Kendati demikian, sebagian masyarakat mengemas makanan dalam wadah kecil (besek) yang di dalamnya telah tertata nasi plus lauk pauk, serta sayuran. Sebagian orang lagi menambahkan snack (jajan pasar) di atasnya.

Baca Juga :  TDA Depok Gelar Workshop Business Pitching, Bantu Pengusaha Kuasai Seni Pitching Guna Menarik Investor

Ditelisik dari dampak positifnya, perayaan kenduri memiliki manfaat yang baik bagi masyarakat. Terdapat nilai yang diajarkan, yakni sikap saling berbagi dengan sesama, membantu orang yang membutuhkan, serta meningkatkan kebersamaan dan rasa persaudaraan antar sesama.

Ada pula nilai-nilai keagamaan yang sangat kuat, sehingga acara ini bisa menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Maka, kenduri bukan saja sekedar acara seremonial, melainkan sebuah upacara adat yang sarat akan nilai-nilai sosial dan keagamaan yang tinggi. (Red)

Gambar: Pinterest

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa
Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan
Cerita di Balik ‘Too Late to Hold On’, Lagu yang Menandai Kebangkitan Lysa Belmar
Pacaran Remaja: Antara Ekspresi Kasih Sayang dan Jerat Pelanggaran
Lulus Kuliah Tapi Susah Dapat Kerja: Salah Gen Z atau Pasar Kerjanya?
Berita ini 13 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 08:14 WIB

Keajaiban di Lereng Sindoro: Satu Dekade Stuc General Mengawal Mimpi Anak Desa

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:35 WIB

Mengenal Ekonomi Manajerial: Kunci Pengambilan Keputusan Bisnis yang Efektif

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Minggu, 14 Juni 2026 - 08:36 WIB

GEMABUDHI Sulawesi Selatan Resmi Luncurkan “Bergema Temple Explorer”, Sembahyang Bersama di Cetiya Panca Dharma Selatan

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Mengapa Sekjen dan Pengurus Partai Buruh Mundur Rame-rame?

Minggu, 28 Jun 2026 - 09:08 WIB

LINTAS AKADEMIKA

“Sekolah Layak, Pendidikan Bermartabat”

Minggu, 28 Jun 2026 - 08:47 WIB