Coffee Break: Mahasiswa Magister Ilmu Politik Unwahas Bedah Polemik RUU Penyiaran

- Penulis

Selasa, 11 Juni 2024 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA-Belum lama ini Komisioner KPID Jawa Tengah Anas Syahirul Alim meminta semua pihak memahami dari awal terkait undang-undang (UU), karena revisi UU adalah sebuah keharusan.

Hal itu dikatakan dalam program ‘Coffee Break’ Mahasiswa Magister Ilmu Politik Universitas Wahid Hasyim Semarang, di meeting room Gedung Dekanat (lantai 6) Kampus 1 Sampangan, Semarang, Rabu (5/6/2024) pekan lalu.

“Artinya bukan revisinya yang dihentikan, namun perlu adanya tranparansi dalam pembuatan Rancangan Undang-undang (RUU) penyiaran sehingga bisa tahu mana yang perlu dihilangkan atau bahkan ditambahkan, “jelas Anas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, modernisasi penyiaran sudah jauh di depan ditinjau dari isi UU nomor 32 tentang Penyiaran. Maka salah satu dampak besarnya adalah kebebasan penyiaran dalam ideologi.

Untuk itu perlu dijalinnya sinergitas dan kesepahaman antara lembaga pengawasan dan regulator seperti Dewan Pers, KPI dan lainnya sehingga tidak tumpang tindih.

Baca Juga :  0-1: Kekalahan Pahit Timnas U-23 Indonesia dari Vietnam–Siapa yang Harus Disalahkan?

Program ‘Coffee Break’ itu juga dihadiri Wakil Ketua PWI Jawa Tengah Zaenal Abidin Petir. Dalam presentasinya, sosok yang populer dengan nama Zaenal Petir itu menekankan pentingnya investigasi dalam media informasi.

“Investigasi dalam dunia jurnalistik ini tak boleh dihilangkan. Kita harus kritis dan kita pantas memberikan kritik terhadap pemerintah, “ujarnya.

Pilar Demokrasi

Zaenal Petir mengkhawatirkan hilangnya asas Pancasila dan UUD dalam draft RUU Penyiaran terbaru. Sementara itu, pakar politik Universitas Wahid Hasyim Semarang Agus Riyanto secara tegas menyebut bahwa media atau pers merupakan salah satu pilar demokrasi.

“Pers merupakan pilar keempat demokrasi, selain eksekutif, yudikatif dan legislatif. Sebagai salah satu pilar, maka fungsi pers adalah sebagai check and balances, “jelasnya.

Ia melihat saat ini telah terjadi penurun kualitas demokrasi secara bertahap, dan bahkan menuju ke arah otokrasi. Menurutnya fenomena ini dibarengi dengan menurunnya kebebasan sipil, termasuk pers.

Baca Juga :  Bukan untuk Program MBG, Ternyata Efisiensi Anggaran itu Buat Danantara! Apa to, Sebenarnya?

“Kita dorong tetap adanya independensi pers, redaksional. Namun sebagai negara hukum, kita tetap patuh pada regulasi-regulasi tertentu yang bisa diterima oleh semua kalangan, “imbuhnya.

Agus juga menyatakan perlunya perbaikan dalam draft RUU Penyiaran yang saat ini masih digodog DPR. Meski demikian ia berharap revisi tersebut harus didasarkan pada proses dan substansi.

“Jangan ada pasal-pasal karet. Dan juga pasal yang menimbulkan pertentangan sehingga berbuntut pada polemik di masyarakat, “tutupnya.

Program diskusi ‘Coffee Break’ yang digagas Forum Mahasiswa Magister Ilmu Politik (Formapol) FISIP Universitas Wahid Hasyim Semarang tersebut melibatkan 50 peserta, dengan tiga narasumber yakni Komisioner KPID Jawa Tengah Anas Syahirul Alim, Wakil Ketua PWI Jawa Tengah Zaenal Abidin Petir serta pakar politik Unwahas Agus Riyanto. Adapun dialog yang dipandu jurnalis senior Kedaulatan Rakyat Isdiyanto tersebut berakhir pada pukul 12.30 wib. (***)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 September 2026 - 09:31 WIB

Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama

Minggu, 27 September 2026 - 09:20 WIB

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Berita Terbaru

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB

LINTAS AKADEMIKA

Membedah Program Unggulan Sakola Kembara (Bimbel Gratis Masuk PTN)

Minggu, 27 Sep 2026 - 09:20 WIB