SUARAMUDA.NET, JOMBANG — Suasana Masjid Al Falah, Desa Badas, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, terasa semarak pada Jumat (16/10/2026) malam.
Warga setempat mengikuti pengajian umum dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menghadirkan dua pendakwah yang sudah akrab di telinga masyarakat, yakni KH Anwar Zahid dari Bojonegoro dan KH Nur Hadi atau yang lebih dikenal dengan sapaan Mbah Bolong dari Jombang.
Pengajian yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut menjadi salah satu momentum bagi masyarakat untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran KH Anwar Zahid dan Mbah Bolong menjadi daya tarik tersendiri. Selain ingin menyimak tausiah, warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkumpul dan mengikuti kegiatan keagamaan bersama masyarakat sekitar.
Mas Fanani, salah seorang panitia kegiatan, mengatakan bahwa pengajian Maulid Nabi telah menjadi bagian dari tradisi keagamaan masyarakat setempat.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga menjaga hubungan sosial antarwarga.
“Tujuan utamane yo memang untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad. Kegiatan kayak begini ya udah menjadi rutinan nang masjid iki, Mas,” ujar Fanani.
Menurutnya, keberlanjutan kegiatan keagamaan seperti ini penting agar tradisi yang telah tumbuh di tengah masyarakat tetap terjaga. Panitia berharap pengajian serupa dapat terus digelar secara konsisten setiap tahun.
“Kami ya berharap ke depannya bisa terus istiqamah mengadakan pengajian koyok ngene tiap tahune, biar tradisi keagamaan nang kene tetep terjaga,” tambahnya.
Jadi Ruang Belajar Agama dan Mempererat Kebersamaan
Antusiasme warga juga dirasakan Hisyam, salah seorang peserta pengajian. Ia menilai kehadiran dua pendakwah tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menambah wawasan keislaman melalui tausiah yang disampaikan.
Bagi Hisyam, pengajian umum bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi warga untuk belajar agama, bertemu dengan tetangga, dan memperkuat hubungan sosial dalam suasana yang hangat.
“Aku seneng onk acara koyok ngene, Mas, soalekan yo iso nambahi ilmu gawe aku ambek wong-wong deso,” ungkap Hisyam.
Ia berharap kegiatan serupa terus dipertahankan agar masyarakat, khususnya warga desa, memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan keagamaan sekaligus memperluas pengetahuan tentang Islam. (Red)
Penulis : Fikri Kamali Akbar, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Hasyim Asy’ari Jombang.













Komentar