SUARAMUDA.NET, SUKOHARJO — Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Sukoharjo sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja Cabang (MUSKERCAB) Tahun 2026 pada Ahad, 2 Agustus 2026, bertempat di Pondok Pesantren Darul Qur’an Sukoharjo.
Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyusun arah kebijakan organisasi, mengevaluasi program yang telah berjalan, sekaligus menetapkan prioritas program kerja PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo dalam satu periode ke depan.
MUSKERCAB dihadiri oleh jajaran pengurus PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo, perwakilan Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Sukoharjo, badan otonom, serta sejumlah tamu undangan dari unsur pemerintah, TNI/Polri, dan tokoh Nahdlatul Ulama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir pula jajaran Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Tengah yang memberikan arahan dan penguatan terhadap arah gerakan organisasi di tingkat cabang.
Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo, Dahwan Asqolani, dalam sambutannya menegaskan bahwa MUSKERCAB bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan ruang konsolidasi untuk memperkuat semangat pengabdian kader dalam menjawab berbagai tantangan zaman.
“MUSKERCAB adalah momentum untuk menyatukan gagasan, memperkuat sinergi, dan memastikan setiap program yang kita jalankan benar-benar memberikan manfaat bagi kader, masyarakat, serta Nahdlatul Ulama. Ansor harus terus bergerak adaptif, menjaga tradisi, sekaligus mampu menjawab tantangan era digital dengan karya dan inovasi,” ujar Dahwan Asqolani.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi dari sejauh mana program-program tersebut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dan membangun budaya organisasi yang profesional, disiplin, serta berorientasi pada pelayanan.
Sementara itu, Wakil Sekretaris PW GP Ansor Jawa Tengah, Ahmad Rosidi, menyampaikan apresiasi atas konsistensi GP Ansor Kabupaten Sukoharjo dalam menjaga soliditas organisasi.
Ia menilai Sukoharjo memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu cabang yang mampu melahirkan berbagai inovasi kaderisasi dan pengabdian sosial.
“Program kerja yang disusun dalam MUSKERCAB harus realistis, terukur, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Kader Ansor hari ini dituntut tidak hanya kuat secara ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta siap berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tutur Rosidi.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kaderisasi sebagai fondasi utama organisasi. Menurutnya, regenerasi kepemimpinan harus berjalan secara berkesinambungan agar GP Ansor tetap menjadi organisasi kepemudaan yang dinamis dan relevan di tengah perubahan sosial.
“Kekuatan Ansor terletak pada kekompakan dan kerja kolektif. Karena itu, setiap program yang dirumuskan harus dapat diimplementasikan hingga tingkat PAC. Ketika cabang dan anak cabang berjalan seirama, maka manfaat organisasi akan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,”
Ia juga mendorong agar seluruh kader terus meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring kolaborasi, serta aktif menghadirkan program-program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari pemberdayaan ekonomi, pendidikan, hingga kegiatan sosial-keagamaan.
Melalui forum MUSKERCAB ini, berbagai rekomendasi strategis dan rencana program kerja berhasil dirumuskan sebagai pedoman pelaksanaan organisasi selama satu periode mendatang.
Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan menjadi modal utama dalam memperkuat peran GP Ansor Kabupaten Sukoharjo sebagai organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama yang responsif, progresif, dan senantiasa hadir di tengah masyarakat.
Dengan mengusung semangat “Satu Barisan Membangun Negeri”, PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo optimistis mampu terus mengembangkan organisasi yang solid, produktif, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara. (Red)
Penulis : Ahmad Zuhdy Alkhariri













Komentar