SUARAMUDA.NET, SOLO — Situasi aksi demonstrasi di depan DPRD Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/6), mendadak memanas setelah dua peserta aksi diduga diamankan oleh aparat kepolisian.
Menurut keterangan salah seorang saksi, dua demonstran terlihat dibawa menjauh dari kerumunan massa oleh sejumlah petugas. Kabar tersebut dengan cepat menyebar di tengah peserta aksi dan memicu gelombang protes dari para demonstran.
Awalnya, massa turun ke jalan untuk menyuarakan berbagai persoalan ekonomi yang dinilai semakin memberatkan masyarakat. Namun, fokus aksi berubah setelah muncul informasi mengenai penahanan dua peserta demonstrasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ratusan massa yang memenuhi ruas jalan di depan DPRD Kota Solo kemudian mendesak aparat untuk segera membebaskan rekan mereka.
Suasana pun semakin tegang ketika sebagian demonstran mendatangi gerbang DPRD dan berhadapan langsung dengan Kapolresta Surakarta, Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo.
“Bebaskan kawan kami!” teriak massa secara berulang-ulang di lokasi aksi.
Sejumlah demonstran bahkan meminta Kapolresta Surakarta turun tangan dan memerintahkan anggotanya untuk melepaskan dua peserta aksi yang diamankan. Adu argumen sempat terjadi di tengah kerumunan, disertai teriakan dan protes dari massa.
Setelah melalui proses komunikasi dan negosiasi yang berlangsung cukup lama, kedua demonstran yang sempat diamankan akhirnya dilepaskan. Keputusan tersebut disambut sorak sorai peserta aksi yang sejak awal menuntut pembebasan rekan mereka.
Peristiwa ini menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam jalannya demonstrasi di Solo, sekaligus menunjukkan tingginya solidaritas antarpeserta aksi ketika salah satu rekannya berhadapan dengan aparat. (Red)













Komentar