Aktivis Krisna Wahyu Yanuar Dukung Langkah KPK: Tulungagung Harus Dibersihkan dari Akar-Akarnya

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, TULUNGAGUNG — Dinamika yang mengemuka di lingkar dalam Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai memantik respons dari kalangan aktivis.

Krisna Wahyu Yanuar, salah satu aktivis pergerakan, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap langkah penuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut situasi yang tengah menjadi sorotan publik.

Menurut Krisna, apa yang terjadi saat ini tidak bisa lagi dipandang sebagai peristiwa administratif biasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai, kemunculan sejumlah pejabat inti yang selama ini berada dalam orbit kekuasaan Bupati Gatut Sunu—sebagaimana diberitakan media lokal seperti Kabar Tulungagung—menunjukkan adanya persoalan yang lebih mendasar dalam tata kelola pemerintahan daerah.

“Ini bukan sekadar soal individu, tapi soal sistem yang sudah lama mengakar. Kalau KPK turun, maka harus sekalian dituntaskan, dibersihkan dari akar-akarnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Timnas Babak Belur, Haruskan Erick Thohir Mundur?

Krisna menyoroti bahwa nama-nama yang mencuat bukanlah figur periferal, melainkan bagian dari struktur inti birokrasi yang selama ini menopang jalannya pemerintahan.

Ia merujuk pada pola pemberitaan di Radar Tulungagung dan rilis resmi Kominfo yang berulang kali menampilkan para pejabat tersebut dalam berbagai agenda strategis bupati—mulai dari distribusi bantuan sosial, pengelolaan komunikasi publik, hingga pengendalian administrasi daerah.

Dalam pandangannya, kondisi ini memperlihatkan adanya jejaring kekuasaan yang terbangun tidak hanya melalui struktur formal, tetapi juga melalui kedekatan, loyalitas, dan distribusi peran di dalam birokrasi.

Lebih jauh, Krisna juga menyinggung pentingnya menelusuri relasi di luar pemerintahan, termasuk keterkaitan dengan aktor-aktor ekonomi yang selama ini memiliki pengaruh dalam dinamika daerah.

Baca Juga :  Publik Geram! KPK Diduga Tebang Pilih, Netizen Desak Periksa Deputi BI & Gubernur Riau

Ia menilai, pemberantasan korupsi tidak akan efektif jika hanya menyasar individu di dalam struktur pemerintahan tanpa melihat jaringan yang lebih luas.

“Kalau hanya berhenti di pejabat, itu tidak cukup. Harus dilihat juga siapa yang bermain di belakang, siapa yang diuntungkan, dan bagaimana relasi kekuasaan itu dibentuk,” tegasnya.

Ia pun mendorong agar proses yang berjalan tetap mengedepankan transparansi kepada publik, guna menghindari spekulasi yang berlebihan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak terkait mengenai perkembangan situasi tersebut.

Namun dorongan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk aktivis, mulai menguat—menandakan bahwa perhatian publik terhadap arah pemerintahan di Tulungagung kini tidak lagi bisa diabaikan. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura
Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”
Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah
Pidato di PBB, Sugiono Bawa Pesan Prabowo: Dunia Butuh Ketahanan dan Kerja Sama
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Berita ini 25 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:03 WIB

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Senin, 28 September 2026 - 09:29 WIB

Jokowi Bikin Pernyataan Berani: “PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Ketakutan”

Minggu, 27 September 2026 - 11:44 WIB

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Berita Terbaru

KABAR NUSANTARA

Madas Sedarah Soroti BPH Migas, Pertanyakan Ruang Suara DEM Madura

Selasa, 29 Sep 2026 - 10:03 WIB

Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim. (Gambar: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

KABAR NUSANTARA

Vonis Nadiem Makarim Turun Jadi 9 Tahun, Ini yang Berubah

Minggu, 27 Sep 2026 - 11:44 WIB