Menjaga Marwah Demokrasi: Respons atas Polemik Pernyataan Saiful Mujani

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 07:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, JAKARTA — Direktur Garuda Institute, Irvan Mahmud, menilai pernyataan Saiful Mujani dengan diksi “menjatuhkan presiden” dinilai perlu disikapi secara jernih, proporsional, dan berlandaskan pada semangat kebangsaan.

Irvan Mahmud menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan pilar utama demokrasi yang tidak dapat diganggu gugat. Namun demikian, kebebasan tersebut harus berjalan seiring dengan tanggung jawab moral dan komitmen terhadap konstitusi.

“Garuda Institute memandang bahwa kritik terhadap pemerintah adalah bagian sah dari kehidupan demokrasi. Akan tetapi, penggunaan diksi yang berpotensi menimbulkan tafsir delegitimasi kekuasaan di luar mekanisme konstitusional perlu dihindari,” ujar Irvan dalam keterangannya, Selasa (7/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Indonesia sebagai negara hukum telah memiliki instrumen yang jelas dalam mengatur dinamika kekuasaan, mulai dari pemilihan umum hingga mekanisme pengawasan dan koreksi melalui lembaga-lembaga negara.

Baca Juga :  Terima Kasih, STY!

Oleh karena itu, narasi yang berkembang di ruang publik seharusnya memperkuat, bukan justru mengaburkan, kepercayaan terhadap sistem tersebut.

Irvan juga menyoroti pentingnya peran intelektual publik dalam menjaga kualitas diskursus nasional. Dalam pandangannya, setiap pernyataan yang keluar dari figur akademik atau peneliti memiliki bobot yang lebih besar karena berpotensi membentuk opini dan arah berpikir masyarakat.

“Intelektual bukan hanya produsen gagasan, tetapi juga penjaga etika publik. Ketika bahasa yang digunakan cenderung provokatif, maka yang terancam bukan hanya stabilitas politik, tetapi juga kedewasaan demokrasi kita,” tegasnya.

Garuda Institute mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya kalangan akademisi, pengamat, dan pembuat opini, untuk kembali menempatkan kepentingan nasional sebagai orientasi utama dalam setiap pernyataan publik.

Baca Juga :  Innalillahi, Bangsa Indonesia Berduka: Wapres ke-6 Try Sutrisno Tutup Usia

Dalam konteks ini, perbedaan pandangan harus tetap dikelola dalam kerangka dialog, bukan konfrontasi.

Lebih lanjut, Irvan menekankan bahwa tantangan demokrasi Indonesia saat ini bukan hanya soal kebebasan, tetapi juga soal kedisiplinan dalam menggunakan kebebasan tersebut.

Tanpa kedisiplinan, ruang publik berisiko dipenuhi oleh narasi yang memperkeruh keadaan dan menjauhkan masyarakat dari substansi persoalan.

“Demokrasi yang sehat tidak lahir dari kebisingan, melainkan dari kejernihan berpikir. Kita membutuhkan kritik yang tajam, tetapi juga bertanggung jawab—yang memperbaiki, bukan yang merusak,” tambahnya.

Garuda Institute menegaskan komitmennya untuk terus mendorong ruang diskursus publik yang sehat, konstruktif, dan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila serta konstitusi.

Polemik ini diharapkan menjadi momentum refleksi bersama dalam menjaga arah demokrasi Indonesia ke depan. (Red)

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar
Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?
Waduh, Peserta SPPI Kok pada Meninggal Saat Latihan Militer?
Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok
Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!
Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran
GEMABUDHI Sulawesi Selatan Hadiri Perayaan Syukur Ulang Tahun Vihara Maitreya Makassar Bertajuk “Simfoni Cahaya”
Gandeng APRI, Bupati Aceh Selatan Komit Usulkan WPR Tahun 2026
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:51 WIB

Konser Guns N’ Roses di Indonesia Bakal Pecah! Panggung Super Mewah, Produksinya Disebut Terbesar

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:45 WIB

Sri Sultan Hamengku Buwono X Sakit, Siapa yang Jadi Pelaksana Tugas Gubernur Jogja?

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:38 WIB

Sino-Nusantara Institute Jembatani Peluang Investasi Kesehatan Indonesia–Tiongkok

Rabu, 24 Juni 2026 - 08:30 WIB

Taufik Hidayat, Rupanya Kau Benar-benar Sangat Sadis dan Keji!

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:46 WIB

Geger! Ketua BEM FH UBK Ngaku Terima Uang Rp20 Juta dari Wapres Gibran

Berita Terbaru