Lawan Krisis Ekologi dan Degradasi Moral, Anak-Anak Sukoharjo Sulap Limbah Kertas Jadi Topeng Wayang Fabel Nusantara

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 01:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, SUKOHARJO — Menjawab tantangan krisis lingkungan dan semakin tergerusnya moral generasi muda akibat gempuran budaya digital yang serba instan, Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia menghadirkan solusi edukatif melalui program “Topeng Wayang Limbah Kertas, Cerita Semesta Kreasi Anak Nusantara Untuk Alam dan Budaya”.

Inisiatif strategis ini merupakan bagian dari Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan Program Layanan Produksi Media Kategori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2025.

Fokus utama dari program ini bukan sekadar pada hasil akhir berupa karya seni fisik, melainkan pada proses pendidikan karakter anak dan inklusi sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anak-anak dan remaja di Kabupaten Sukoharjo, termasuk kawan-kawan disabilitas, dilibatkan secara aktif dalam sebuah ruang interaksi budaya untuk mendaur ulang tumpukan limbah kertas menjadi topeng wayang berkarakter fabel dan mitologi Jawa.

Baca Juga :  Semarang Ngamuk! Soal Pengesahan RUU TNI, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Jateng dan Berakhir Chaos

Ketua Yayasan Kiblat Abinaya Indonesia, Fadhel Moubharok Ibni Faisal, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pembelajaran berbasis praktik langsung yang membumi.

“Kami merancang program ini dengan pemikiran bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan etika sosial dapat ditumbuhkan lewat kegiatan budaya yang menyenangkan dan partisipatif. Kertas bekas yang biasanya hanya membebani tempat pembuangan sampah, kini diolah dengan tangan mereka sendiri menjadi mahakarya yang memiliki nilai filosofis tinggi,” ungkap Fadhel.

Lebih lanjut, Fadhel menyoroti pentingnya pemilihan karakter hewan mitis dalam karya-karya yang dibuat oleh para peserta. “Kami sengaja mengeksplorasi tokoh-tokoh dari dunia fabel Nusantara seperti Kancil, Garuda, hingga Lembuswana.

Melalui pembuatan karakter-karakter ini, anak-anak secara tidak langsung meresapi esensi dari toleransi, keberanian, dan empati. Ini adalah cara konkret kami untuk menghidupkan kembali kearifan lokal yang sarat pesan moral sebagai perisai di tengah krisis identitas budaya,” paparnya.

Baca Juga :  WOW! Hanya Selisih 8 Suara, The Real 1 Suara Sangatlah Berharga. Hasil Pilkada Terlangka di Indonesia

Selain mengolah limbah menjadi seni rupa, anak-anak juga diberdayakan untuk menjadi pencerita. Melalui proses kreasi yang kolaboratif lintas latar belakang sosial, peserta menyusun narasi dan berlatih teater untuk mementaskan tokoh-tokoh ciptaan mereka.

Menatap ke depan, Fadhel berharap bahwa inisiatif penciptaan karya kreatif inovatif ini dapat menjadi embrio bagi gerakan kebudayaan yang lebih masif. Ia mengatakan, dampak yang disasar jauh melampaui sekadar keterampilan membuat kerajinan.

Fadhel juga menyebut ingin mencetak generasi muda yang memiliki kesadaran ekologis yang tangguh. Harapan terbesarnya, produk kreatif berupa pertunjukan topeng wayang limbah kertas ini kelak dapat dikembangkan secara berkelanjutan

“Ini baik sebagai media edukasi permanen di sekolah-sekolah, maupun sebagai kekuatan ekonomi kreatif yang lahir dari kepedulian tulus terhadap kelestarian bumi dan budaya kita,” pungkas Fadhel. (Red)

 

 

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian
MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak
FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!
Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat
Gaji PPPK Mau Diambil Alih Pemerintah Pusat? Jateng Bisa Punya Napas Baru Rp2 Triliun
MUI Jateng Punya “Skuad” Baru: Banyak Profesor, Siap Jadi Cooling System di Tengah Dinamika Zaman
Demi Rp5,3 Triliun, Perut Gunung Ungaran Mau Dibongkar: Dapat Listrik atau Cuma Lubang?
Berita ini 14 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:18 WIB

Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan: Menjaga Persatuan, Merawat Perdamaian

Sabtu, 12 September 2026 - 11:54 WIB

MTQ Nasional XXXI di Jateng Tuai Apresiasi, Malam Ta’aruf Bikin Semarang Makin Semarak

Kamis, 10 September 2026 - 15:15 WIB

FKUB Goes to School Sambangi SMA 12 Semarang: Saatnya Pelajar Jadi Penggerak Kerukunan!

Senin, 7 September 2026 - 20:18 WIB

Soal Geothermal, Bupati Semarang Tegas: Lanjut atau Tidak, Kewenangan Pusat

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB