Semarang Ngamuk! Soal Pengesahan RUU TNI, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kantor DPRD Jateng dan Berakhir Chaos

- Penulis

Jumat, 21 Maret 2025 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang Raya turun ke jalan pada Kamis (20/3). Foto: Dokumentasi JPNN

Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Semarang Raya turun ke jalan pada Kamis (20/3). Foto: Dokumentasi JPNN

SUARAMUDA, SEMARANG — Buntut pengesahan UU TNI oleh DPR, Kamis (20/3/2025) pagi, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi (PT) lakukan turun aksi.

Di Semarang, Aliansi BEM se-Semarang Raya menggelar aksi di kompleks DPRD Jateng, Jl Pahlawan Semarang. Mereka menuntut pencabutan UU TNI.

Tiba di Jalan Pahlawan, depan Gedung DPRD Jateng sekitar pukul 15.20 WIB, massa berjalan dari Polda Jateng membawa poster raksasa bertulis ‘Tentara pulang ke barak‘, ‘Welcome Neo Orba‘, ‘Tolak UU TNI, Welcome Orba’.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Satu per satu mahasiswa menyampaikan orasi. Situasi memanas menjelang sore. Pukul 16:00 WIB, massa akhirnya diizinkan masuk ke halaman DPRD Jateng.

Baca Juga :  Imbas Aksi Demonstrasi, Badko LPQ Kota Semarang Sigap Dampingi Santri TPQ di Semarang Tengah

Sayang, jalan menuju pintu utama dipagari barisan polisi. Sontak, sikap saling dorong pun tak terhindarkan. Dentuman suara protes terus menggema, membelah sore di Kota Atlas.

Akhirnya, sebanyak lima orang ditangkap dalam aksi unjuk rasa menolak Rancangan UU TNI tersebut.

“Total lima. Tiga mahasiswa dan dua organ lain,” kata perwakilan pengujuk rasa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro, Aufa Atha Ariq, seperti dilansir Tempo.co.

Dua orang selain mahasiswa yang ditangkap tersebut merupakan sopir mobil komando dan operator pelantang suara.

Menurut dia, para peserta aksi juga mengalami represifitas aparat. Mereka mendapat sejumlah pukulan. Beberapa massa mendapat perawatan oleh paramedis.

Seorang mahasiswa Unika Soegijapranata juga mengaku menjadi korban kekerasan aparat.

Baca Juga :  Israel dan Iran Kena Semprot! Yordania Marah, Gegara Negaranya Terkena Rudal

Dia mengaku mengalami pemukulan hingga diinjak oleh oknum polisi setelah mencoba melerai kekerasan yang dilakukan terhadap massa aksi.

Dilansir Kompas.com, mahasiswa tersebut ditangkap usai mencoba menghentikan seorang polisi yang memukuli peserta aksi lainnya.

Ia kemudian mengalami kekerasan fisik oleh sejumlah orang yang diduga aparat.

Dikutip dari Tempo.co, aparat kepolisian diduga melepaskan tembakan gas air mata ke arah pengunjuk rasa.

Sejumlah mobil pelontar air disiagakan di halaman kantor Gubernuran Jawa Tengah dan Jalan Pahlawan yang ada di depannya.

Aksi massa pun kemudian membubarkan diri ke arah kampus Undip di Peleburan pada sekitar pukul 18.00 wib. (Red)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo
Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor
Wali Kota Semarang Resmikan TPU Pancasila Dukung FKUB Kota Semarang Jaga Toleransi Hingga Akhir Hayat
Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan
Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan
Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap
Saat Tari Piring Bertemu Tarian Mandarin, IFSRC Bawa Diplomasi Indonesia–Tiongkok ke Panggung Budaya
DPR Pertanyakan Rencana 200 Juta Rekening: Yang Belum Punya Rekening Cuma 15,3 Juta
Berita ini 8 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 09:24 WIB

Wujudkan Inklusi Sosial Tanpa Sekat, BAZNAS RI dan Yayasan Kiblat Abinaya Gagas Pembinaan Edutainment bagi Kaum Marjinal Sukoharjo

Rabu, 23 September 2026 - 19:25 WIB

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Minggu, 20 September 2026 - 22:54 WIB

Pergantian Posisi di JP Group dan Perhatian terhadap Energi Terbarukan

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Parpol Nonparlemen Tolak PT 5 Persen, Merasa Dijegal hingga Tuduh Koalisi Arogan

Jumat, 18 September 2026 - 16:42 WIB

Pajak Seller Marketplace Segera Dipungut, Seller Online Perlu Siap-siap

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB