65 Tahun Berkarya, SMP Islamiyah Ciawi Perkuat Tradisi Pendidikan Berbasis Nilai

- Penulis

Jumat, 3 April 2026 - 01:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAMUDA.NET, TASIKMALAYA — Kiprah panjang dalam dunia pendidikan kembali ditegaskan SMP Islamiyah Ciawi Kabupaten Tasikmalaya melalui peringatan milad ke-65 yang berlangsung semarak sekaligus sarat makna, Rabu–Kamis (1–2/4/2026).

Mengusung tema “Istiqomah dalam Ilmu dan Amal, Berkhidmah untuk Umat”, kegiatan ini menjadi refleksi perjalanan lembaga dalam membangun pendidikan berbasis nilai keislaman dan keilmuan.

Sejak berdiri pada 1961, SMP Islamiyah Ciawi telah menempatkan diri sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter peserta didik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Integrasi antara pendidikan umum dan nilai-nilai kepesantrenan menjadi ciri khas yang terus dipertahankan hingga kini.

Rangkaian kegiatan milad diawali dengan tabligh akbar yang dikemas secara kreatif melalui konsep Daway (Dakwah dan Wayang).

Pendekatan ini memadukan dakwah Islam dengan kearifan budaya lokal Sunda, sehingga menghadirkan suasana religius yang tetap dekat dengan tradisi masyarakat. Antusiasme warga sekolah dan masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dalam kegiatan tersebut.

Memasuki hari kedua, suasana berubah menjadi lebih khidmat melalui kegiatan refleksi dan doa bersama di masjid pesantren. Seluruh peserta larut dalam munajat, memohon keberkahan dan keberlanjutan perjuangan lembaga.

Baca Juga :  MUSDA II Ikatan Guru Indonesia Muara Enim: Guru Bersatu Wujudkan Pendidikan Bermutu

Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi simbolik seperti potong kue, pelepasan balon, hingga pentas seni yang menggambarkan semangat kebersamaan dan rasa syukur.

Ketua panitia pelaksana, H. Buhori Muslim, menyampaikan bahwa milad ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat komitmen pengabdian di bidang pendidikan.

“Perjalanan 65 tahun ini adalah bukti bahwa pendidikan harus dijalankan secara utuh—tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter dan spiritualitas. Itu yang terus kami jaga,” ujarnya.

Kepala SMP Islamiyah Ciawi, H. Dede Syarif, menambahkan bahwa tantangan pendidikan ke depan menuntut keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan akhlak.

Menurutnya, identitas sekolah sebagai lembaga berbasis pesantren harus tetap menjadi pijakan utama dalam menghadapi perkembangan zaman.

“Nilai ngelmu, ngamal, dan ngajak harus terus hidup. Itu menjadi fondasi agar peserta didik tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan spiritual,” katanya.

Baca Juga :  Joint Bareng LDNU PCNU Kabupaten Pati, MTs Raudlatut Tholibin Gelar Festival Da’i Muda

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Kaffah, H. Daruttahqiq, menilai milad ke-65 sebagai ruang refleksi kolektif bagi seluruh elemen pendidikan untuk meneguhkan kembali arah dan tujuan lembaga.

“Ini bukan hanya perayaan, tetapi momen evaluasi. Kita harus terus menjaga ruh pendidikan yang memadukan ilmu dan nilai-nilai keislaman,” ungkapnya.

Keterlibatan alumni dalam perayaan tersebut turut memperkuat ikatan emosional dengan almamater. Ketua Ikatan Alumni, Dayat, menyampaikan bahwa kontribusi SMP Islamiyah Ciawi dalam melahirkan generasi berkarakter telah dirasakan luas oleh masyarakat.

Menurutnya, keberlanjutan kualitas pendidikan harus terus dijaga agar sekolah tetap relevan di tengah perubahan zaman yang semakin cepat.

Dengan perjalanan lebih dari enam dekade, SMP Islamiyah Ciawi menunjukkan konsistensi sebagai lembaga pendidikan yang mengedepankan keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan pembentukan akhlak.

Semangat pengabdian yang terus terjaga diharapkan mampu mengantarkan lembaga ini tetap menjadi rujukan pendidikan Islam yang adaptif, berdaya saing, dan berkontribusi bagi masyarakat luas. (Ade Dedi)

Follow WhatsApp Channel suaramuda.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026
Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit
Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok
Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha
Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung
Tingkatkan Mutu Produk Olahan, Tim Pengabdian UPN Veteran Jatim Dampingi UMKM Sambal Pecel “Lestari” Blitar
Modernisasi Produksi Telur Asin di Tulungagung, Alat Pencuci Berbasis Riset Bikin UMKM Makin Efisien
Dorong UMKM Naik Kelas, Akademisi UPN Veteran Jawa Timur Kenalkan Oven Multitray dan Kemasan Baru di Bolu “Bu Pur”
Berita ini 19 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 05:53 WIB

Bukan Sekadar Datang! Guru MTs Muhammadiyah 20 Menongo Siap “Berburu” Inspirasi di EXTRANAS 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:41 WIB

Honor Guru Madrasah Swasta Cuma Rp50 Ribu, Menag Akui Realita Pahit

Rabu, 9 September 2026 - 17:39 WIB

Zuhri: Diplomasi Bukan Cuma Urusan Negara, Warga Bisa Jadi Jembatan Indonesia–Tiongkok

Selasa, 8 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Usus Ayam Jadi Cuan: UPN Veteran Jatim Dorong Siswa SMK Nazhatut Thullab Jadi Wirausaha

Senin, 7 September 2026 - 22:34 WIB

Dorong Produksi Lebih Efisien dan Bermutu, Tim Pengabdian Terapkan Mesin Chopper Kedelai Termodifikasi di UMKM Tahu Tulungagung

Berita Terbaru

Bendera Partai Gerindra, PDIP dan Partai Golkar. (Ilustrasi: Pinterest)

KABAR NUSANTARA

Survei Poltracking: Gerindra 23,2 Persen, PDIP dan Golkar Mengekor

Rabu, 23 Sep 2026 - 19:25 WIB

Sumber foto: sindonews.com

KILAS GLOBAL

BRICS Masih Jadi Magnet Negara Berkembang, 45 Negara Pengen Gabung!

Senin, 21 Sep 2026 - 22:09 WIB